New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Dua sosok pocong menjadi daya tarik para penonton penayangan perdana film Warung Pocong di Platinum Cineplex Sragen, Jumat (3/4/2026).
Harianjogja.com, SRAGEN — Suasana tak biasa terlihat di Platinum Cineplex Sragen pada Jumat (3/4/2026). Dua sosok pocong yang berkeliling area bioskop justru menjadi pusat perhatian pengunjung. Alih-alih menakutkan, kehadiran mereka malah memancing antusiasme warga yang berebut berfoto.
Aksi tersebut merupakan bagian dari promosi penayangan perdana film Warung Pocong. Strategi unik ini terbukti efektif menarik minat masyarakat untuk datang dan meramaikan bioskop.
Momen peluncuran film juga terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Sigit Pamungkas bersama jajaran pejabat daerah. Mereka mengikuti acara nonton bareng di Studio I, yang turut mengundang berbagai kalangan masyarakat seperti buruh gendong, pedagang kaki lima, tukang becak, hingga warga kurang mampu secara gratis.
Film berdurasi 97 menit ini memadukan unsur horor dan komedi. Penonton diajak merasakan ketegangan sekaligus hiburan dari adegan-adegan jenaka yang disuguhkan para pemain.
Usai pemutaran, Bupati bersama manajemen bioskop juga membagikan bingkisan kepada para undangan dari kalangan masyarakat kecil.
“Ternyata sesuatu yang menakutkan bisa diolah menjadi jenaka. Kalau benar-benar menghadapi sendiri maka langsung mengeluarkan jurus langkah seribu. Saya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Platinum Cineplex yang meluncurkan film baru berjudul Warung Pocong di Sragen. Kami bangga. Saya yakin Sragen memiliki pasar untuk film-film horor dan Sragen punya potensi berkembangnya para pecinta film,” ujar Sigit.
Angkat Potensi Cerita Lokal
Sigit menilai Sragen memiliki banyak cerita lokal yang berpotensi diangkat ke layar lebar. Ia mencontohkan kisah pesugihan dalam film tersebut yang dinilai memiliki kemiripan dengan cerita yang berkembang di masyarakat setempat, salah satunya di Gunung Kemukus.
Ia menjelaskan, di balik cerita yang berkembang, terdapat kisah historis tentang perjalanan seorang santri yang dikenal sebagai Pangeran Samudro.
Selain itu, ia juga menyinggung potensi lain yang dimiliki Sragen, seperti kawasan prasejarah Sangiran yang dikenal sebagai salah satu situs manusia purba terbesar di dunia.
“Kalau di Amerika ada Jurassic Park, maka Sragen punya Sangiran. Potensi ini bisa diangkat menjadi cerita film layar lebar,” jelasnya.
Pesan Moral Film
Lebih jauh, Sigit menekankan bahwa film Warung Pocong tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga pesan moral. Ia menyebut cerita dalam film tersebut mengingatkan pentingnya mencari rezeki dengan cara yang baik tanpa merugikan orang lain.
Menurutnya, nilai tersebut relevan dengan kehidupan masyarakat dan menjadi pengingat agar setiap orang tetap berikhtiar secara benar.
Ia pun mengaku bangga Sragen dipilih sebagai lokasi peluncuran film tersebut, sekaligus berharap industri perfilman semakin berkembang dengan mengangkat potensi daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Progres Bendungan Jragung mencapai 97% dan ditargetkan selesai Desember 2026 untuk menopang irigasi 4.500 hektare sawah.
Harga minyak dunia melonjak setelah Trump menolak tawaran damai Iran. Brent naik ke US$106,31 dan WTI US$93,62 per barel.
Wacana pendidikan gratis Prabowo hingga PTN membutuhkan anggaran dan skema jelas, termasuk untuk PTS serta daerah 3T.
YouTube memperketat rekomendasi untuk remaja guna mengurangi paparan berulang konten standar tubuh dan penampilan tertentu.
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.