KPK Dalami Peran Dito Ariotedjo di Kasus Kuota Haji 2023-2024
KPK memeriksa Dito Ariotedjo untuk mendalami latar belakang pemberian kuota haji tambahan dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024.
Banjir merendam Jl Yos Sudarso di perbatasan Solo–Sukoharjo sehingga memicu kemacetan lalu lintas, Rabu (15/4/2026). (Solopos/Wahyu Prakoso)
Harianjogja.com, SOLO—Arus lalu lintas di kawasan perbatasan Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo tepatnya di Jl Yos Sudarso lumpuh akibat genangan banjir, Rabu (15/4/2026) pagi. Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan dari arah Dawung hingga menuju kawasan Solobaru.
Berdasarkan pantauan di lapangan sekitar pukul 08.00 WIB, kemacetan sudah mengular sejak wilayah Dawung, Kelurahan Danukusuman. Kendaraan roda dua maupun roda empat tampak bergerak sangat lambat karena harus melewati genangan air yang cukup tinggi.
Sejumlah sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas) bersama petugas gabungan turun langsung ke lokasi untuk mengurai kemacetan. Mereka mengarahkan pengendara agar menghindari titik banjir dan memilih jalur alternatif melalui Jl Brigjen Sudiarso.
Selain petugas, warga sekitar juga turut membantu mengatur arus kendaraan. Upaya ini dilakukan untuk mencegah kemacetan semakin parah, terutama pada jam sibuk saat aktivitas sekolah dan perkantoran dimulai.
Genangan air di titik tersebut dilaporkan mencapai ketinggian di atas mata kaki orang dewasa. Meski demikian, tidak sedikit pengendara yang tetap nekat melintas demi mengejar waktu. Kondisi ini justru memperlambat arus karena banyak kendaraan harus mengurangi kecepatan secara drastis.
Banjir tidak hanya terjadi di badan jalan utama, tetapi juga merambah ke sejumlah jalan kampung di wilayah Joyotakan, Kecamatan Serengan, serta sebagian area di Sukoharjo. Di lokasi tersebut, sisi barat jalan masuk wilayah Sukoharjo, sementara sisi timur merupakan bagian dari Kelurahan Joyotakan, Solo.
Salah satu warga Joyotakan, Suyatno, 67, mengatakan banjir mulai terjadi sekitar pukul 06.00 WIB akibat luapan sungai di sekitar kawasan tersebut. Menurutnya, kondisi malam sebelumnya masih relatif aman.
“Wilayah kami sebelumnya tidak banjir. Yang terdampak semalam justru daerah Cemani, Sukoharjo,” ujarnya.
Dipicu Cuaca dan Potensi Hujan
Kondisi banjir ini sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Tengah, berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada hari ini.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan disertai petir di beberapa daerah, yang dapat memicu genangan hingga banjir, terutama di wilayah dengan sistem drainase terbatas atau dekat aliran sungai.
Untuk wilayah Solo dan sekitarnya, kondisi cuaca diprakirakan berawan hingga berpotensi hujan ringan pada siang hingga sore hari. Meski tidak selalu ekstrem, hujan dengan durasi cukup lama tetap berisiko menyebabkan luapan air seperti yang terjadi di kawasan perbatasan ini.
Imbauan untuk Pengguna Jalan
Petugas mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi genangan, terutama di titik-titik rawan banjir. Pengguna jalan disarankan memantau informasi cuaca terkini dan memilih rute alternatif guna menghindari keterlambatan.
Selain itu, warga di sekitar bantaran sungai juga diminta meningkatkan kewaspadaan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
KPK memeriksa Dito Ariotedjo untuk mendalami latar belakang pemberian kuota haji tambahan dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024.
MotoGP resmi bertahan di Sepang hingga 2031. Kontrak baru Malaysia memastikan balapan kelas dunia tetap hadir di Asia Tenggara.
Disdikpora Bantul menegaskan siswa baru boleh memakai seragam bekas kakak. Sekolah juga dilarang menjual atau mewajibkan pembelian seragam.
Kata plenger viral di TikTok dan Instagram. Simak arti sebenarnya, asal-usul, serta alasan istilah gaul ini ramai digunakan warganet.
Belgia menghadapi ujian berat melawan Senegal di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Duel De Bruyne dan Sadio Mane diprediksi jadi sorotan.
Fenomena bediding membuat suhu Gunungkidul turun hingga 19,3 derajat Celsius. Warga diminta waspada terhadap batuk, pilek, dan penurunan daya tahan tubuh.