Tiket MotoGP Mandalika 2026 Ludes, Penyelenggara Tak Tambah Kuota
Tiket MotoGP Mandalika 2026 habis terjual di semua kategori, termasuk royal box. Penyelenggara memastikan tidak menambah kuota tiket.
Foto ilustrasi banjir bandang, dibuat menggunakan Artifical Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, SEMARANG—Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda wilayah Kecamatan Tugu dan Ngaliyan, Semarang, Jumat (15/5/2026) malam. Bencana tersebut menyebabkan ratusan warga terdampak hingga kerusakan infrastruktur tanggul sungai.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) telah dikerahkan untuk turun langsung ke lokasi banjir guna membantu proses evakuasi dan penanganan darurat warga.
313 KK Terdampak, Lansia Hanyut
Data dari Kecamatan Tugu mencatat sedikitnya 313 kepala keluarga di Kelurahan Mangkang Kulon terdampak langsung akibat luapan Sungai Plumbon.
Sementara itu, seorang warga lanjut usia bernama Maryam (70) dilaporkan hanyut setelah tanggul sungai di wilayah tersebut jebol saat debit air meningkat tajam.
Peristiwa ini terjadi di tengah intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah hulu Ungaran bagian timur serta kawasan Ngaliyan, yang menyebabkan dua aliran sungai utama, Sungai Silandak dan Sungai Plumbon, meluap bersamaan.
Tanggul Jebol Perparah Banjir
Selain merendam permukiman, tanggul Sungai Plumbon di RT 01 RW 01 dilaporkan jebol dengan panjang sekitar 40 meter. Kondisi ini memperparah banjir yang menggenangi rumah warga di sekitar bantaran sungai.
Genangan air bahkan membawa material lumpur tebal yang menutup akses jalan utama di kawasan Silayur, Ngaliyan.
Pemkot Gerak Cepat
Wali Kota Semarang menegaskan penanganan darurat langsung dilakukan sejak Sabtu pagi, termasuk penguatan tanggul sementara.
“Meskipun Sungai Plumbon secara teknis berada di bawah kewenangan BBWS, Pemkot Semarang tidak akan tinggal diam dan segera mengambil langkah darurat,” ujarnya.
Pemkot juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk memperkuat tanggul menggunakan ribuan karung pasir (sand bag) dan pemasangan trucuk bambu sebagai penahan sementara.
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang juga dikerahkan untuk membersihkan material lumpur yang menutup jalur utama Semarang–Boja di kawasan Silayur.
Pembersihan dilakukan menggunakan alat berat dan truk tangki air agar akses transportasi kembali normal dan aman dilalui kendaraan.
Pencarian Korban
Selain penanganan banjir, tim gabungan juga masih melakukan operasi pencarian terhadap warga yang hilang akibat terseret arus Sungai Plumbon.
Upaya ini melibatkan unsur BPBD, relawan, serta aparat setempat yang menyisir sepanjang aliran sungai.
Pemkot Semarang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami berkomitmen untuk mendampingi seluruh warga terdampak hingga situasi kembali kondusif,” kata Agustina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tiket MotoGP Mandalika 2026 habis terjual di semua kategori, termasuk royal box. Penyelenggara memastikan tidak menambah kuota tiket.
Kabut asap akibat karhutla Indonesia membuat Malaysia meliburkan sekolah. Lebih dari 2 juta siswa belajar dari rumah akibat memburuknya kualitas udara.
Hermanto Tanoko mengakuisisi Taman Dayu melalui Tancorp dan Tanrise Property. Simak kisah istri ditegur satpam hingga strategi bisnisnya.
Korupsi motor listrik BGN merugikan negara Rp863,85 miliar. Kejagung menyerahkan lima tersangka dan barang bukti kepada JPU.
BPJPH memastikan wajib halal berlaku 18 Oktober 2026 dan menyiapkan aturan khusus bagi UMK serta produk impor.
Tekanan ekonomi membuat pekerja di Bantul memangkas belanja, berburu promo, memilih barang pre-loved, dan mencari pekerjaan tambahan.