Korupsi Migas, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Divonis 6 Tahun
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga divonis 6 tahun penjara dalam kasus korupsi migas Rp25 triliun. Simak fakta lengkapnya di sini.
Gunung Slamet terlihat dari arah Desa Pamijen, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Sabtu (12/8/2023). Antara/Sumarwoto
Harianjogja.com, PURWOKERTO — Aktivitas Gunung Slamet menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini mendorong pemerintah dan masyarakat di wilayah sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana vulkanik.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Priatin Hadi Wijaya, mengungkapkan bahwa Gunung Slamet memiliki cakupan wilayah yang luas, meliputi lima kabupaten, yakni Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes. Oleh karena itu, hasil pemantauan aktivitas gunung api perlu disampaikan secara intensif kepada seluruh pemangku kepentingan.
“Pemantauan ini penting untuk dikenalkan kepada pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat agar kesiapsiagaan bisa dilakukan secara bersama,” ujarnya di sela kegiatan sosialisasi mitigasi bencana geologi di Purwokerto, Kamis.
Menurut Priatin, terdapat dua indikator utama yang menjadi perhatian dalam peningkatan aktivitas Gunung Slamet, yakni lonjakan suhu kawah dan peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik.
Berdasarkan hasil pemantauan citra termal, suhu kawah Gunung Slamet mengalami kenaikan cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir. Sebelum Maret 2026, suhu kawah tercatat berada di kisaran 280 derajat Celsius. Namun, angka tersebut meningkat menjadi 418 derajat Celsius, dan terbaru mencapai sekitar 460 derajat Celsius.
Selain itu, data kegempaan juga menunjukkan peningkatan gempa berfrekuensi rendah (low frequency) yang menjadi indikasi adanya pergerakan magma dari dalam perut bumi menuju lapisan yang lebih dangkal.
“Kondisi ini menunjukkan adanya dinamika di dalam tubuh gunung api yang harus diwaspadai,” jelasnya.
Dalam melakukan pemantauan, PVMBG menggunakan kombinasi metode visual dan instrumental. Peralatan yang digunakan antara lain kamera pemantau (CCTV), seismograf untuk mendeteksi gempa, tiltmeter untuk mengukur perubahan kemiringan lereng, serta Electronic Distance Measurement (EDM) guna memantau deformasi tubuh gunung.
Saat ini, status Gunung Slamet masih berada pada Level II atau Waspada. Namun, PVMBG membuka kemungkinan evaluasi lanjutan jika aktivitas terus meningkat.
“Jika ada rekomendasi dari tim ahli dan terjadi peningkatan signifikan, maka status bisa dinaikkan,” tegas Priatin.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menilai sosialisasi mitigasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiapan daerah menghadapi potensi erupsi.
Ia menekankan pentingnya peran desa tangguh bencana sebagai garda terdepan dalam menghadapi situasi darurat. Menurutnya, kesiapan masyarakat di tingkat lokal sangat menentukan efektivitas penanganan bencana.
Dengan meningkatnya aktivitas Gunung Slamet, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun tidak lengah. Informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait diharapkan menjadi acuan utama dalam mengambil langkah antisipasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga divonis 6 tahun penjara dalam kasus korupsi migas Rp25 triliun. Simak fakta lengkapnya di sini.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.