Laba Pertamina Tembus Rp55,2 Triliun pada 2025, Ini Pendorongnya
Pertamina membukukan laba bersih Rp55,2 triliun sepanjang 2025. Kinerja ditopang sektor hulu, hilir, gas, hingga energi rendah karbon.
Foto ilustrasi./ Bisnis Indonesia-Rahmatullah
Harianjogja.com, WONOGIRI — Ratusan pekerja pabrik garmen di Kecamatan Ngadirojo dan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) dan ketidakjelasan status kerja dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Wonogiri, Muhammad Seswanto, menyebut sekitar 450 pekerja terdampak dari CV Cahyo Nugroho Jati dan grup usahanya di Ngadirojo.
“Sekitar 400-an lebih pekerja sudah tidak bekerja lagi karena perusahaan bangkrut,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
PHK dan Pengunduran Diri
Mayoritas pekerja mengalami PHK, sementara sebagian lainnya memilih mengundurkan diri karena tidak adanya kejelasan hubungan kerja serta keterlambatan pembayaran upah.
Perusahaan yang bergerak di bidang produksi pakaian jadi tersebut disebut mengalami kesulitan keuangan akibat persoalan manajerial yang berdampak pada operasional dan berujung kerugian.
Sebelum benar-benar berhenti bekerja, sejumlah karyawan sempat dirumahkan tanpa kepastian.
Tuntut Hak Pekerja
Saat ini para pekerja berupaya menuntut hak-hak mereka, termasuk pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Seswanto berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius, khususnya dalam pendampingan pemenuhan hak pekerja serta membantu penyaluran tenaga kerja ke perusahaan lain.
Tiga Perusahaan Terdampak
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Wonogiri, Wiyanto, mengungkapkan terdapat tiga perusahaan dalam satu grup yang mengalami persoalan finansial, yakni CV Cahyo Nugroho Jati, CV Cahaya Busana Abadi dan CV Anugrah.
Ketiganya dimiliki oleh satu pihak yang sama dan terdampak kesalahan manajemen.
“Banyak pekerja akhirnya memilih mengundurkan diri karena tidak ada kejelasan hubungan kerja,” jelasnya.
Pemerintah daerah telah melakukan pendampingan terhadap pekerja terdampak. Pada 29 April 2026, sebanyak 112 pekerja difasilitasi untuk mencairkan JHT melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Peluang Kerja Masih Terbuka
Meski terjadi PHK massal, Wiyanto memastikan kondisi industri garmen di Wonogiri secara umum masih stabil. Bahkan, sejumlah perusahaan masih membuka lowongan kerja dalam jumlah besar.
Salah satunya adalah PT TMMNC Manufacturing Internasional di Kecamatan Ngadirojo yang membuka ratusan hingga ribuan posisi.
“Secara umum industri masih baik. Kasus ini lebih pada persoalan manajemen perusahaan,” tegasnya.
Dengan adanya pendampingan dan peluang kerja baru, diharapkan para pekerja terdampak dapat segera kembali bekerja serta memperoleh hak-haknya secara penuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Pertamina membukukan laba bersih Rp55,2 triliun sepanjang 2025. Kinerja ditopang sektor hulu, hilir, gas, hingga energi rendah karbon.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.