IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Foto ilustrasi./ Bisnis Indonesia-Rahmatullah
Harianjogja.com, WONOGIRI — Ratusan pekerja pabrik garmen di Kecamatan Ngadirojo dan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) dan ketidakjelasan status kerja dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Wonogiri, Muhammad Seswanto, menyebut sekitar 450 pekerja terdampak dari CV Cahyo Nugroho Jati dan grup usahanya di Ngadirojo.
“Sekitar 400-an lebih pekerja sudah tidak bekerja lagi karena perusahaan bangkrut,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
PHK dan Pengunduran Diri
Mayoritas pekerja mengalami PHK, sementara sebagian lainnya memilih mengundurkan diri karena tidak adanya kejelasan hubungan kerja serta keterlambatan pembayaran upah.
Perusahaan yang bergerak di bidang produksi pakaian jadi tersebut disebut mengalami kesulitan keuangan akibat persoalan manajerial yang berdampak pada operasional dan berujung kerugian.
Sebelum benar-benar berhenti bekerja, sejumlah karyawan sempat dirumahkan tanpa kepastian.
Tuntut Hak Pekerja
Saat ini para pekerja berupaya menuntut hak-hak mereka, termasuk pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Seswanto berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius, khususnya dalam pendampingan pemenuhan hak pekerja serta membantu penyaluran tenaga kerja ke perusahaan lain.
Tiga Perusahaan Terdampak
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Wonogiri, Wiyanto, mengungkapkan terdapat tiga perusahaan dalam satu grup yang mengalami persoalan finansial, yakni CV Cahyo Nugroho Jati, CV Cahaya Busana Abadi dan CV Anugrah.
Ketiganya dimiliki oleh satu pihak yang sama dan terdampak kesalahan manajemen.
“Banyak pekerja akhirnya memilih mengundurkan diri karena tidak ada kejelasan hubungan kerja,” jelasnya.
Pemerintah daerah telah melakukan pendampingan terhadap pekerja terdampak. Pada 29 April 2026, sebanyak 112 pekerja difasilitasi untuk mencairkan JHT melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Peluang Kerja Masih Terbuka
Meski terjadi PHK massal, Wiyanto memastikan kondisi industri garmen di Wonogiri secara umum masih stabil. Bahkan, sejumlah perusahaan masih membuka lowongan kerja dalam jumlah besar.
Salah satunya adalah PT TMMNC Manufacturing Internasional di Kecamatan Ngadirojo yang membuka ratusan hingga ribuan posisi.
“Secara umum industri masih baik. Kasus ini lebih pada persoalan manajemen perusahaan,” tegasnya.
Dengan adanya pendampingan dan peluang kerja baru, diharapkan para pekerja terdampak dapat segera kembali bekerja serta memperoleh hak-haknya secara penuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026