Indonesia vs Malaysia 0-0 di Babak Pertama, Thom Haye Kartu Merah
Indonesia dan Malaysia masih 0-0 pada babak pertama FIFA ASEAN Cup 2026. Thom Haye mendapat kartu merah dan Garuda bermain 10 pemain.
Pura Jagat Natha mulai dibangun di Alun-alun Kota Magelang, memperkuat simbol toleransi lintas agama di pusat kota. /Istimewa.
Harianjogja.com, KOTA MAGELANG— Pembangunan Pura Jagat Natha di Alun-alun Kota Magelang menjadi penanda kuatnya toleransi antarumat beragama, sekaligus melengkapi keberagaman rumah ibadah di pusat kota.
Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, bersama jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat dalam seremoni yang berlangsung pada Rabu (6/5/2026).
Pura ini hadir berdampingan dengan sejumlah rumah ibadah lain yang telah lebih dulu berdiri, seperti Masjid Agung, Gereja St Ignatius (Katolik), Gereja GPIB Beth-El (Kristen), serta Kelenteng Liong Hok Bio, membentuk lanskap religi yang mencerminkan harmoni.
“Kota Magelang itu harmonisasinya luar biasa, bahwa toleransi itu dirasakan. Terserah yang mau menilai. Saya pastikan tidak ada kegaduhan masalah SARA di Kota Magelang,” tegas Damar.
Ia menambahkan, pembangunan pura ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan fasilitas ibadah yang inklusif sekaligus memperkuat simbol persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Ini bagian upaya kota menyediakan tempat ibadah umat Hindu sekaligus memperkuat simbol persatuan dan toleransi di Kota Magelang,” imbuhnya.
Proses penentuan lokasi pembangunan tidak berlangsung singkat. Awalnya, pura direncanakan berdiri di kawasan Loka Budaya di sisi selatan alun-alun. Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan, lokasi dipindahkan ke kompleks eks-BPLK Kementerian Keuangan yang telah dihibahkan kepada Pemerintah Kota Magelang.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Magelang, I Gede Mahardika, menjelaskan bahwa nama Pura Jagat Natha memiliki makna filosofis sebagai tempat perlindungan, pemeliharaan, dan penyucian jagad.
Pembangunan diawali dengan ritual Ngruak Pertiwi yang dipimpin oleh Sulinggih Romo Wikhu Satyadharma Telaga dari Salatiga. Prosesi ini merupakan bentuk permohonan izin kepada alam sebelum dimulainya pembangunan.
“Prosesi ini wajib dilakukan sebelum membangun Pura, pada hari (waktu) baik,” kata Gede.
Secara fisik, Pura Jagat Natha akan berdiri di atas lahan seluas 9 x 25 meter yang merupakan aset Pemkot Magelang. Tata ruangnya mengikuti konsep arsitektur Hindu yang membagi area menjadi tiga bagian utama, yakni Utama Mandala, Madya Mandala, dan Nista Mandala.
Utama Mandala menjadi area paling sakral yang akan diisi tiga bangunan utama (pelinggih), yaitu Padmasana, Panglurah sebagai simbol penjaga wilayah termasuk Gunung Tidar, serta Gedong Suci untuk penyimpanan sarana ibadah. Struktur bangunan ini didatangkan langsung dari Bali.
Madya Mandala difungsikan sebagai area tengah untuk persiapan kegiatan keagamaan sekaligus tempat penyimpanan gamelan, sedangkan Nista Mandala menjadi area terluar yang akan dilengkapi Balai Kulkul sebagai penanda waktu ibadah.
Pembangunan pura ini sekaligus mencatat sejarah baru bagi Kota Magelang karena menjadi pura umum pertama yang tersedia bagi umat Hindu di wilayah tersebut. Selama ini, umat Hindu memanfaatkan fasilitas ibadah milik Akademi Militer yang secara administratif berada di Kabupaten Magelang.
Menariknya, pembangunan Pura Jagat Natha sepenuhnya didanai melalui swadaya masyarakat tanpa menggunakan APBD. Kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp800 juta yang dihimpun dari kas PHDI, sumbangan umat Hindu, kalangan pengusaha, hingga dukungan komunitas lintas iman yang turut memperkuat nilai toleransi di Kota Magelang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indonesia dan Malaysia masih 0-0 pada babak pertama FIFA ASEAN Cup 2026. Thom Haye mendapat kartu merah dan Garuda bermain 10 pemain.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.