12 Kecamatan di Temanggung Masuk Zona Rawan Kekeringan 2026

Newswire
Newswire Sabtu, 16 Mei 2026 16:27 WIB
12 Kecamatan di Temanggung Masuk Zona Rawan Kekeringan 2026

Ilustrasi kekeringan - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, TEMANGGUNG—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung memetakan sebanyak 12 kecamatan di wilayah tersebut berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau 2026. Pemerintah daerah kini mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah krisis air bersih di kawasan terdampak.

Pemetaan daerah rawan kekeringan dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan mulai berdampak di sejumlah wilayah Temanggung. BPBD menyebut belasan kecamatan menjadi prioritas penanganan karena memiliki risiko kekurangan air bersih lebih tinggi dibanding daerah lain.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah mitigasi sejak awal April 2026.

"Berdasarkan pemetaan yang telah kami lakukan, 12 kecamatan menjadi prioritas penanganan," katanya, Sabtu (16/5/2026).

Adapun kecamatan yang masuk kategori rawan kekeringan meliputi Kecamatan Pringsurat, Kaloran, Bulu, Kandangan, Selopampang, Tlogomulyo, Tembarak, Kranggan, Bejen, Candiroto, Gemawang, dan Jumo.

Pemerintah Kabupaten Temanggung juga telah menyiapkan skema penyaluran air bersih apabila kekeringan mulai terjadi dan berdampak pada kebutuhan masyarakat. Distribusi air bersih nantinya akan difokuskan pada wilayah yang mengalami kesulitan akses air saat musim kemarau mencapai puncaknya.

"Pemerintah daerah berharap koordinasi antara kecamatan, desa, dan masyarakat dapat berjalan baik sehingga dampak kekeringan tahun ini dapat diminimalkan," kata dia.

Totok menjelaskan upaya antisipasi sebenarnya sudah dilakukan sejak awal April lalu. BPBD telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh camat dan kepala desa agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan di wilayah masing-masing.

"Selain melakukan pemetaan terhadap daerah rawan kekeringan, kami juga sudah bersurat kepada para camat dan kepala desa untuk melakukan upaya antisipasi," katanya.

Meski beberapa wilayah di Temanggung masih diguyur hujan pada malam hari, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan. Warga juga diimbau mulai menghemat penggunaan air bersih untuk mengurangi risiko krisis air saat musim kemarau berlangsung lebih panjang.

Selain itu, masyarakat diminta memanfaatkan tampungan air yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di daerah yang selama ini rentan mengalami kekurangan pasokan air bersih ketika kemarau tiba.

"Harapannya masyarakat bisa lebih bijak dalam penggunaan air. Kemudian tampungan-tampungan air yang ada juga bisa dimanfaatkan, setidaknya untuk kebutuhan air bersih," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online