Seragam Baru Jukir Solo Dikritik, Wali Kota Singgung QRIS

Kurniawan
Kurniawan Minggu, 17 Mei 2026 15:27 WIB
Seragam Baru Jukir Solo Dikritik, Wali Kota Singgung QRIS

Foto ilustrasi pembayaran parkir digital, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, SOLO — Wali Kota Solo, Respati Ardi, angkat bicara terkait kritik warganet terhadap lomba desain seragam baru juru parkir (jukir) yang digelar pemerintah kota melalui Dinas Perhubungan Kota Solo.

Menurut Respati, desain ulang seragam bukan sekadar perubahan tampilan, tetapi menjadi bagian dari langkah besar pembenahan sistem perparkiran di Kota Bengawan.

Seragam Baru Jadi Momentum Perbaikan

Respati menjelaskan, seragam baru jukir khususnya di Zona B akan dilengkapi logo QRIS sebagai penanda penerapan sistem pembayaran non-tunai.

Langkah ini diharapkan menjadi titik awal transformasi layanan parkir yang lebih transparan dan modern.

“Seragam ini nanti akan langsung diuji coba untuk pembayaran cashless menggunakan QRIS,” ujarnya dikutip dari Espos, Minggu (17/5/2026).

Dorong Parkir Cashless dan Transparansi

Dengan adanya sistem QRIS, transaksi parkir diharapkan menjadi lebih tertib dan akuntabel. Masyarakat dapat melakukan pembayaran secara digital, sehingga meminimalisasi potensi kebocoran retribusi.

Pemkot Solo juga menegaskan komitmennya untuk membenahi kinerja jukir, termasuk menertibkan oknum yang tidak memberikan karcis kepada pengguna jasa parkir.

Lomba Desain Picu Pro dan Kontra

Sebelumnya, Dishub Solo menggelar lomba desain seragam jukir bertajuk “Bikinin Seragam Parkir Solo Dong!” dengan total hadiah Rp8 juta.

Lomba ini terbuka untuk umum dan mengajak masyarakat berkontribusi menciptakan identitas baru seragam jukir yang lebih fungsional dan khas Solo.

Namun, respons warganet beragam. Sejumlah pihak mengkritik kebijakan tersebut dan menilai pembenahan sistem parkir seharusnya lebih difokuskan pada transparansi pengelolaan retribusi dibanding desain seragam.

Pemkot Minta Waktu Benahi Sistem

Menanggapi kritik tersebut, Respati meminta masyarakat memberikan waktu bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan secara bertahap.

Ia menegaskan bahwa reformasi sektor perparkiran menjadi salah satu prioritas yang sedang digarap serius oleh Pemkot Solo.

Langkah integrasi QRIS dalam seragam jukir menjadi bagian dari inovasi menuju sistem parkir yang lebih modern, transparan, dan profesional.

Ke depan, Pemkot Solo berharap perubahan ini tidak hanya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga memperbaiki tata kelola pendapatan daerah dari sektor parkir.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : espos.id

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online