59 Calhaj Embarkasi Solo Tertunda Berangkat karena Sakit

Dhima Wahyu Sejati
Dhima Wahyu Sejati Minggu, 17 Mei 2026 22:07 WIB
59 Calhaj Embarkasi Solo Tertunda Berangkat karena Sakit

Jemaah haji - Freepik

Harianjogja.com, SOLO—Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo mencatat puluhan calon haji terpaksa menunda keberangkatan ke Tanah Suci akibat terkendala kondisi kesehatan. Hingga Minggu (17/5/2026), terdapat 54 calon haji dan lima pendamping yang belum bisa diberangkatkan sesuai jadwal awal.

Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, mengatakan para calon haji tersebut saat ini masih menjalani proses pemulihan dan pemantauan kesehatan sebelum dinyatakan layak terbang.

Sebagian jemaah menjalani perawatan di rumah masing-masing, sementara lainnya masih mendapat penanganan medis di poliklinik Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

Menurut Fitriyanto, para calon haji yang tertunda keberangkatannya masih berpeluang diberangkatkan ke Arab Saudi apabila kondisi kesehatannya telah memenuhi syarat istitaah dan dinyatakan aman untuk melakukan perjalanan udara.

PPIH Embarkasi Solo menyiapkan opsi pemberangkatan susulan dengan menggabungkan jemaah yang pulih bersama Kloter 81 pada Kamis (21/5/2026).

"Ketika mereka berobat dan ternyata bisa memenuhi syarat istita'ah kesehatan, dinilai layak terbang, serta sudah mendapatkan visa, insyaallah akan diberangkatkan semuanya,” katanya kepada awak media di Asrama Haji Donohudan, Minggu (17/5/2026).

Ia menjelaskan jumlah calon haji yang tertunda masih bersifat dinamis karena kondisi kesehatan jemaah dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh sebab itu, data final baru akan diketahui mendekati keberangkatan kloter terakhir.

"Jumlah pastinya belum bisa kami update hari ini. Nanti di hari Kamis saat pemberangkatan kloter terakhir, akan kami sampaikan berapa sisa jemaah yang akhirnya bisa diberangkatkan," terang Fitriyanto.

PPIH Embarkasi Solo juga menyiapkan langkah antisipasi apabila hingga batas akhir keberangkatan kondisi jemaah belum memenuhi persyaratan kesehatan untuk terbang ke Tanah Suci.

Fitriyanto memastikan calon haji yang gagal berangkat tahun ini akibat faktor kesehatan tetap memiliki kesempatan prioritas untuk mengikuti penyelenggaraan ibadah haji pada tahun berikutnya.

Selain itu, jemaah yang memutuskan membatalkan keberangkatan disebut tetap dapat memperoleh pengembalian biaya haji sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk calon haji dengan kondisi sakit permanen atau kehilangan syarat istitaah secara tetap, PPIH membuka opsi pelimpahan kursi haji kepada anggota keluarga inti.

"Kalau misalnya sakitnya sudah permanen dan selamanya sudah tidak bisa berangkat lagi, maka kursi hajinya bisa dilimpahkan. Pelimpahan kursi ini bisa diberikan kepada keluarga inti, yaitu suami, istri, anak kandung, atau saudara kandung. Nantinya, anggota keluarga yang menerima pelimpahan tersebut akan kita berangkatkan di tahun yang akan datang," katanya.

PPIH Embarkasi Solo menegaskan seluruh proses pemberangkatan calon haji tetap mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan jemaah, termasuk memastikan setiap peserta memenuhi syarat istitaah sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Espos

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online