Tebing Banggi Boyolali, Surga Tersembunyi di Lereng Merapi
Tebing Banggi di Boyolali jadi destinasi tersembunyi dengan tebing tinggi, kabut, dan view eksotis lereng Merapi.
Jemaah haji - Freepik
Harianjogja.com, SOLO—Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo mencatat puluhan calon haji terpaksa menunda keberangkatan ke Tanah Suci akibat terkendala kondisi kesehatan. Hingga Minggu (17/5/2026), terdapat 54 calon haji dan lima pendamping yang belum bisa diberangkatkan sesuai jadwal awal.
Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, mengatakan para calon haji tersebut saat ini masih menjalani proses pemulihan dan pemantauan kesehatan sebelum dinyatakan layak terbang.
Sebagian jemaah menjalani perawatan di rumah masing-masing, sementara lainnya masih mendapat penanganan medis di poliklinik Asrama Haji Donohudan, Boyolali.
Menurut Fitriyanto, para calon haji yang tertunda keberangkatannya masih berpeluang diberangkatkan ke Arab Saudi apabila kondisi kesehatannya telah memenuhi syarat istitaah dan dinyatakan aman untuk melakukan perjalanan udara.
PPIH Embarkasi Solo menyiapkan opsi pemberangkatan susulan dengan menggabungkan jemaah yang pulih bersama Kloter 81 pada Kamis (21/5/2026).
"Ketika mereka berobat dan ternyata bisa memenuhi syarat istita'ah kesehatan, dinilai layak terbang, serta sudah mendapatkan visa, insyaallah akan diberangkatkan semuanya,” katanya kepada awak media di Asrama Haji Donohudan, Minggu (17/5/2026).
Ia menjelaskan jumlah calon haji yang tertunda masih bersifat dinamis karena kondisi kesehatan jemaah dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh sebab itu, data final baru akan diketahui mendekati keberangkatan kloter terakhir.
"Jumlah pastinya belum bisa kami update hari ini. Nanti di hari Kamis saat pemberangkatan kloter terakhir, akan kami sampaikan berapa sisa jemaah yang akhirnya bisa diberangkatkan," terang Fitriyanto.
PPIH Embarkasi Solo juga menyiapkan langkah antisipasi apabila hingga batas akhir keberangkatan kondisi jemaah belum memenuhi persyaratan kesehatan untuk terbang ke Tanah Suci.
Fitriyanto memastikan calon haji yang gagal berangkat tahun ini akibat faktor kesehatan tetap memiliki kesempatan prioritas untuk mengikuti penyelenggaraan ibadah haji pada tahun berikutnya.
Selain itu, jemaah yang memutuskan membatalkan keberangkatan disebut tetap dapat memperoleh pengembalian biaya haji sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk calon haji dengan kondisi sakit permanen atau kehilangan syarat istitaah secara tetap, PPIH membuka opsi pelimpahan kursi haji kepada anggota keluarga inti.
"Kalau misalnya sakitnya sudah permanen dan selamanya sudah tidak bisa berangkat lagi, maka kursi hajinya bisa dilimpahkan. Pelimpahan kursi ini bisa diberikan kepada keluarga inti, yaitu suami, istri, anak kandung, atau saudara kandung. Nantinya, anggota keluarga yang menerima pelimpahan tersebut akan kita berangkatkan di tahun yang akan datang," katanya.
PPIH Embarkasi Solo menegaskan seluruh proses pemberangkatan calon haji tetap mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan jemaah, termasuk memastikan setiap peserta memenuhi syarat istitaah sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Tebing Banggi di Boyolali jadi destinasi tersembunyi dengan tebing tinggi, kabut, dan view eksotis lereng Merapi.
KAI memastikan seluruh lokomotif dan sarana diesel siap menggunakan biodiesel B50 sesuai mandatori pemerintah yang berlaku sejak 1 Juli 2026.
Gerindra menyerahkan kasus Bupati Kuansing Suhardiman Amby kepada KPK dan menegaskan menghormati seluruh proses hukum.
TikTok menjelaskan PHK Tokopedia dilakukan demi efisiensi jangka panjang setelah integrasi bisnis dan restrukturisasi organisasi.
Lonjakan penumpang Commuter Line Jogja–Palur hingga 30% saat libur sekolah membuat KAI Commuter siagakan 34 perjalanan kereta per hari.
Peneliti menemukan enam celah keamanan pada AirDrop dan Quick Share yang berpotensi menyerang iPhone, Android, macOS, dan Windows.