BMKG Peringatkan Hujan Petir dan Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Indonesia berpotensi hujan ringan hingga petir pada Kamis, termasuk Jawa dan Sumatra.
Aktivitas jual beli hewan ternak di Pasar Hewan Siyonoharjo di Kalurahan Logandeng, Playen, Kamis (7/5). Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, BANYUMAS—Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, harga kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dipastikan masih relatif terkendali. Pemerintah Kabupaten Banyumas menyebut sebagian besar komoditas pangan belum mengalami lonjakan harga signifikan meski aktivitas belanja masyarakat mulai meningkat.
Pemantauan langsung dilakukan Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti bersama unsur Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Pasar Manis Purwokerto pada Rabu (20/5/2026). Dari hasil sidak tersebut, bawang merah menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga, meski masih berada dalam batas wajar menjelang momentum hari besar keagamaan.
"Alhamdulillah untuk hari ini (Rabu, 20/5) harga masih stabil semuanya, cuma bawang merah yang agak naik, tapi masih dalam kondisi wajar karena menjelang hari raya memang sangat dibutuhkan masyarakat," katanya usai memantau harga kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Manis Purwokerto, Banyumas, Rabu.
Menurut Asih, sejumlah komoditas lain seperti cabai, sayuran, hingga daging sapi masih bergerak pada kisaran harga normal dan belum menunjukkan gejolak berarti di pasaran.
Selain memantau harga, Pemkab Banyumas juga memastikan ketersediaan stok bahan pokok menjelang Iduladha tetap aman. Pasokan pangan disebut masih rutin masuk ke pasar rakyat sehingga masyarakat diminta tidak khawatir terhadap potensi kelangkaan barang kebutuhan sehari-hari.
"Ketersediaan juga cukup, stoknya masih cukup. Hari ini saja nanti ada pengiriman, jadi Insya-Allah semuanya cukup. Beras juga masih stabil, semuanya stabil," katanya.
Dalam agenda pemantauan tersebut, rombongan Pemkab Banyumas turut mengecek perkembangan harga hewan kurban di Pasar Hewan Ajibarang. Dari hasil pantauan lapangan, harga ternak mengalami kenaikan tipis sekitar Rp5 ribu per kilogram bobot hidup dibanding sebelumnya.
Meski demikian, daya beli masyarakat disebut cenderung melemah. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari situasi ekonomi hingga dampak efisiensi anggaran yang ikut memengaruhi aktivitas perdagangan di tingkat lokal.
"Mungkin salah satunya seperti itu (situasi ekonomi), mungkin juga ada imbas dari efisiensi itu," katanya.
Pemerintah daerah berharap penjualan hewan kurban akan meningkat mendekati akhir pekan seiring semakin dekatnya Hari Raya Iduladha yang jatuh pada 27 Mei 2026. Momentum tersebut diharapkan mampu membantu penyerapan stok ternak milik peternak dan pedagang lokal.
"Mudah-mudahan nanti hari Sabtu (23/5) pembeli lebih banyak lagi ke Banyumas, sehingga bisa terjual semuanya," kata Asih.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pos Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas Muhammad Arief Hidayat mengatakan harga sapi dan domba saat ini memang mengalami kenaikan dibanding periode sebelumnya.
"Kalau sebelumnya harga sapi (rata-rata) sekitar Rp21 juta per ekor, sekarang naik menjadi sekitar Rp23 juta per ekor. Harga domba yang sebelumnya sekitar Rp2 juta per ekor, sekarang bisa mencapai Rp3 juta sampai Rp3,5 juta per ekor," katanya.
Kenaikan harga ternak juga diakui para pedagang hewan kurban. Salah seorang pedagang sapi, Muslih, mengatakan harga sapi saat ini berada di kisaran Rp25 juta hingga Rp35 juta per ekor, bergantung ukuran serta kualitas ternak yang dijual.
"Sekarang permintaan agak menurun karena kondisi ekonomi. Merawat sapi juga semakin mahal. Harga jual memang bagus, tetapi biaya perawatannya juga tinggi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Indonesia berpotensi hujan ringan hingga petir pada Kamis, termasuk Jawa dan Sumatra.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.