BMKG Prediksi Hujan Lebat Masih Guyur Jateng hingga Akhir Mei

Newswire
Newswire Sabtu, 23 Mei 2026 13:27 WIB
BMKG Prediksi Hujan Lebat Masih Guyur Jateng hingga Akhir Mei

Ilustrasi hujan./ stockcake

Harianjogja.com, CILACAP—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat masih akan terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah bagian selatan hingga akhir Mei 2026. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung meski sebagian daerah di Jateng mulai memasuki musim kemarau.

BMKG mencatat dalam dua hari terakhir hujan dengan intensitas tinggi masih mengguyur sejumlah wilayah Banyumas. Fenomena tersebut dipicu pertumbuhan awan hujan lokal dan diperkuat aktivitas gelombang atmosfer yang meningkatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah selatan Pulau Jawa.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan curah hujan lebih dari 50 milimeter per hari masih tercatat di sejumlah titik pengamatan di Kabupaten Banyumas pada 21–22 Mei 2026.

“Pada 21 Mei 2026 hujan lebat tercatat di Pos Klapagading sebesar 58 milimeter dan Balai Desa Sumbang sebesar 56 milimeter, sedangkan wilayah lainnya mengalami hujan ringan hingga sedang,” katanya, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Teguh, hujan kembali mengguyur Banyumas pada Jumat sore hingga malam dan disertai kilat serta petir di sejumlah wilayah. Curah hujan tertinggi pada 22 Mei tercatat di Pos Hujan Banyumas 2 di Purwokerto dengan intensitas mencapai 45 milimeter.

“Hujan yang terjadi dalam dua hari terakhir tersebut dipicu faktor lokal berupa pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di sekitar wilayah Banyumas,” katanya.

Selain faktor lokal, BMKG juga mendeteksi aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial yang aktif di wilayah pesisir selatan Banten, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah. Kondisi atmosfer tersebut dinilai berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan dalam beberapa hari mendatang.

“Adanya aktivitas Rossby Ekuatorial tersebut dapat memengaruhi peningkatan curah hujan di wilayah selatan Jawa, termasuk Banyumas dan sekitarnya,” kata Teguh Wardoyo.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG periode 24–26 Mei 2026, hujan lebat diperkirakan berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah bagian tengah dan selatan. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Pati, Kudus, Semarang, hingga Kota Surakarta.

Sementara itu, pada periode 27–31 Mei 2026, potensi hujan lebat diprediksi meluas ke kawasan pegunungan dan wilayah selatan Jawa Tengah.

BMKG menyebut sejumlah wilayah Banyumas seperti Cilongok, Gumelar, dan Pekuncen berpotensi diguyur hujan lebat. Potensi serupa juga diprakirakan terjadi di wilayah Purbalingga, terutama Karangreja dan Karangjambu, serta sejumlah kecamatan di Banjarnegara seperti Pejawaran, Batur, Wanayasa, Kalibening, dan Pandanarum.

Hujan lebat juga diprediksi melanda wilayah Wonosobo seperti Kertek, Mojotengah, Garung, dan Kejajar. Selain itu, wilayah Magelang seperti Sawangan, Pakis, dan Ngablak serta Kabupaten Temanggung seperti Bulu, Temanggung, Pringsurat, Kaloran, Ngadirejo, Kranggan, dan Kledung juga masuk daerah berpotensi terdampak cuaca ekstrem.

BMKG turut memperingatkan potensi hujan lebat di wilayah Brebes bagian selatan, antara lain Salem, Bantarkawung, Bumiayu, Paguyangan, Sirampog, dan Tonjong. Sementara di Kabupaten Cilacap bagian barat, potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Karangpucung, Cimanggu, dan Majenang.

Menurut Teguh, meski sebagian wilayah Jawa Tengah mulai memasuki musim kemarau, kondisi atmosfer saat ini masih mendukung pembentukan awan hujan, terutama pada siang hingga malam hari.

Sebelumnya BMKG mencatat sejumlah zona musim di Jawa Tengah telah memasuki musim kemarau, di antaranya sebagian wilayah Brebes, Tegal, Pekalongan, Wonogiri, Jepara, Rembang, Blora, Pati, Grobogan, dan sebagian Cilacap bagian timur.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan genangan terutama di wilayah pegunungan dan daerah rawan longsor,” kata Teguh Wardoyo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online