15 Calon Dewas RRI Jalani Fit and Proper Test di DPR Hari Ini
DPR menggelar uji kelayakan terhadap 15 calon Dewas LPP RRI masa jabatan 2026-2031 pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Banjir akibat luapan Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa merendam puluhan rumah warga di Kecamatan Cepu, Blora. /Antara.
Harianjogja.com, BLORA—Banjir akibat luapan sungai merendam puluhan rumah warga yang berada wilayah di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu (24/5/2025) malam. Banjir bandang ini dipicu hujan lebat yang mengguyur wilayah Cepu dan kawasan hulu sungai dalam durasi cukup lama sehingga debit air meningkat dan meluap ke permukiman warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora mencatat banjir terjadi di sejumlah titik setelah Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa meluap. Meski sempat menggenangi permukiman warga dengan ketinggian air hingga puluhan sentimeter, kondisi banjir di beberapa lokasi dilaporkan mulai berangsur surut.
Pemerintah setempat melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan warga. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora, Agung Triyono, mengatakan banjir luapan sungai mengakibatkan puluhan rumah warga terdampak di wilayah Kecamatan Cepu.
“Jadi banjir ini berasal dari luapan sungai, kemudian menggenangi rumah warga di beberapa lokasi di Kecamatan Cepu,” ujar Agung.
Di Kelurahan Cepu, banjir merendam sekitar 35 rumah warga di RW 01 Lingkungan Ngareng Sawahan. Ketinggian air di kawasan tersebut dilaporkan berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter.
Sementara di Kelurahan Balun, sedikitnya lima rumah di RW 11 Gang Swadaya, Lingkungan Tukbuntung, turut terdampak banjir. Genangan air di wilayah itu mencapai 30 hingga 70 sentimeter.
BPBD Blora memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik terdampak untuk memastikan kondisi warga tetap aman.
Agung menjelaskan, Tim TRC BPBD Blora telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen, pendataan dampak banjir, serta membantu proses evakuasi warga yang membutuhkan bantuan.
Selain itu, BPBD juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat penanganan dampak banjir di Kecamatan Cepu.
Proses penanganan di lapangan sempat mengalami kendala akibat derasnya arus air dan tingginya debit sungai. Namun, kondisi banjir di sejumlah wilayah kini mulai menunjukkan penurunan.
“Sampai saat ini beberapa wilayah sudah mulai surut dan berangsur normal,” ujar Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DPR menggelar uji kelayakan terhadap 15 calon Dewas LPP RRI masa jabatan 2026-2031 pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Harga pakan ayam petelur melonjak hingga Rp8.155 per kg, membuat HPP telur Rp26.911, sementara harga jual hanya Rp19.000-Rp21.000.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta seluruh sekolah meningkatkan pengawasan siswa untuk mencegah perundungan dan mewujudkan zero bullying.
DPRD Kota Jogja mendorong pariwisata diperluas ke wilayah selatan melalui penguatan kampung wisata berbasis budaya dan ekonomi warga.
Distribusi MBG sistem prasmanan membuat istirahat kedua siswa SDN Soprayan dipangkas dari 30 menit menjadi sekitar 10 menit.
WJNC 2026 berlangsung di Malioboro hingga Titik Nol Jogja. Wisatawan memadati sepanjang rute untuk menyaksikan parade budaya.