Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing untuk Atasi Karhutla
Kemenhub memproses 35 izin khusus pesawat registrasi asing untuk mendukung pemadaman karhutla dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan.
Banjir akibat luapan Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa merendam puluhan rumah warga di Kecamatan Cepu, Blora. /Antara.
Harianjogja.com, BLORA—Banjir akibat luapan sungai merendam puluhan rumah warga yang berada wilayah di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu (24/5/2025) malam. Banjir bandang ini dipicu hujan lebat yang mengguyur wilayah Cepu dan kawasan hulu sungai dalam durasi cukup lama sehingga debit air meningkat dan meluap ke permukiman warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora mencatat banjir terjadi di sejumlah titik setelah Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa meluap. Meski sempat menggenangi permukiman warga dengan ketinggian air hingga puluhan sentimeter, kondisi banjir di beberapa lokasi dilaporkan mulai berangsur surut.
Pemerintah setempat melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan warga. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora, Agung Triyono, mengatakan banjir luapan sungai mengakibatkan puluhan rumah warga terdampak di wilayah Kecamatan Cepu.
“Jadi banjir ini berasal dari luapan sungai, kemudian menggenangi rumah warga di beberapa lokasi di Kecamatan Cepu,” ujar Agung.
Di Kelurahan Cepu, banjir merendam sekitar 35 rumah warga di RW 01 Lingkungan Ngareng Sawahan. Ketinggian air di kawasan tersebut dilaporkan berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter.
Sementara di Kelurahan Balun, sedikitnya lima rumah di RW 11 Gang Swadaya, Lingkungan Tukbuntung, turut terdampak banjir. Genangan air di wilayah itu mencapai 30 hingga 70 sentimeter.
BPBD Blora memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik terdampak untuk memastikan kondisi warga tetap aman.
Agung menjelaskan, Tim TRC BPBD Blora telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen, pendataan dampak banjir, serta membantu proses evakuasi warga yang membutuhkan bantuan.
Selain itu, BPBD juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat penanganan dampak banjir di Kecamatan Cepu.
Proses penanganan di lapangan sempat mengalami kendala akibat derasnya arus air dan tingginya debit sungai. Namun, kondisi banjir di sejumlah wilayah kini mulai menunjukkan penurunan.
“Sampai saat ini beberapa wilayah sudah mulai surut dan berangsur normal,” ujar Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenhub memproses 35 izin khusus pesawat registrasi asing untuk mendukung pemadaman karhutla dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan.
TNI AU dan BNPB mengevakuasi korban gempa NTT dengan helikopter. TNI AL juga melakukan operasi medis di KRI dr. Soeharso-990.
Malaysia U16 merebut posisi ketiga Srikandi Merdeka Cup 2026 setelah mengalahkan Yordania 4-0 di Supersoccer Arena.
Bulog menyiagakan 93.782 ton beras untuk penanganan gempa NTT, termasuk kebutuhan korban, masa tanggap darurat, dan bantuan pangan tiga bulan.
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Polri menetapkan 72 tersangka kasus dugaan pembakaran hutan dan lahan. Total lahan terbakar mencapai 1.006,67 hektare.