Gubernur Jateng Instruksikan Sekolah Wujudkan Zero Bullying

Newswire
Newswire Rabu, 07 Oktober 2026 21:17 WIB
Gubernur Jateng Instruksikan Sekolah Wujudkan Zero Bullying

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi/Antara-Pemprov Jateng

Harianjogja.com, SEMARANG—Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta seluruh sekolah meningkatkan pengawasan terhadap siswa untuk mencegah kasus perundungan kembali terjadi. Instruksi tersebut disampaikan setelah kasus dugaan perundungan terhadap siswa SD di Kabupaten Pemalang yang berujung korban meninggal dunia.

Ahmad Luthfi mengatakan Dinas Pendidikan telah diperintahkan untuk memastikan seluruh sekolah di Jawa Tengah mengedepankan edukasi sekaligus pencegahan perundungan.

"Saya sudah perintahkan Dinas Pendidikan, jadi di tempat kita seluruh sekolah harus zero bullying dengan mengedepankan edukasi yang kita lakukan," katanya di Semarang, Rabu.

Ia menegaskan tidak ingin kasus perundungan seperti yang terjadi terhadap siswa SD di Kabupaten Pemalang kembali terjadi di daerah lain.

Program Pencegahan Perundungan Dimaksimalkan

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Sadimin mengatakan imbauan untuk mencegah perundungan telah disampaikan kepada satuan pendidikan di wilayahnya, khususnya SMA/SMK/SLB. Langkah tersebut diarahkan untuk mewujudkan Jawa Tengah sebagai wilayah yang "zero bullying".

"Imbauan sudah, gerakan sekolah ramah anak sudah, kemudian ada tim pencegahan dan penanganan kekerasan juga sudah ada. Ini tinggal dimaksimalkan saja. Tentu dengan evaluasi tentang kelemahannya apa saja," katanya.

Terkait kasus perundungan siswa SD di Kabupaten Pemalang, Sadimin menyampaikan Pemprov Jateng tetap melakukan pemantauan. Meskipun jenjang SD dan SMP merupakan kewenangan pemerintah kabupaten/kota, Pemprov Jateng tetap melakukan koordinasi.

"Kita kolaborasi dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang. Intinya bareng-bareng anak-anak kita dijaga," katanya.

Menurut dia, koordinasi intensif juga dilakukan di daerah lain, terutama untuk mengoptimalkan seluruh program pencegahan dan penanganan perundungan di lingkungan sekolah.

Guru Diminta Awasi Siswa hingga Pulang

Sadimin mengingatkan seluruh satuan pendidikan, kepala sekolah, dan guru agar terus meningkatkan kewaspadaan serta memantau anak didik selama berada di lingkungan sekolah.

"Teman-teman di lapangan untuk selalu peduli di sekolah masing-masing. Misal di saat jam istirahat dipantau, kalau tidak ada CCTV ya memantau langsung. Pulang sekolah juga dipantau," katanya.

Ia juga meminta sekolah memastikan masih ada petugas yang mengawasi siswa selama mereka masih berada di lingkungan sekolah. Menurutnya, jangan sampai siswa masih berada di sekolah ketika guru sudah meninggalkan sekolah.

"Jangan sampai anak masih ada di sekolah tapi guru sudah pulang. Tetap tunggu sampai anak-anak di sekolah habis, perlu ada piket, supaya anak tetap dipantau di lingkungan sekolah," lanjutnya.

Sekolah Harus Aman dan Nyaman

Sadimin menyampaikan setiap satuan pendidikan sebisa mungkin memberikan rasa aman, nyaman, dan menyenangkan bagi siswa selama mengikuti pembelajaran.

Menurut dia, suasana belajar yang menggembirakan dan bebas dari perundungan dapat mendukung munculnya lebih banyak prestasi dari para siswa.

"Kami tetap ingatkan teman-teman di satuan pendidikan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Jadi harapannya kita zero bullying," katanya.

Kasus Perundungan Siswa SD Pemalang

Sebelumnya, siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, berinisial A (7), meninggal dunia setelah diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelasnya.

Korban meninggal dunia pada Rabu (30/9), setelah sempat menjalani perawatan di RSUD dr M Ashari Pemalang sejak Kamis (17/9). Kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online