Ular Kobra 1,2 Meter Masuk Rumah Warga Prambanan Klaten

Taufik Sidik Prakoso
Taufik Sidik Prakoso Sabtu, 30 Mei 2026 20:07 WIB
Ular Kobra 1,2 Meter Masuk Rumah Warga Prambanan Klaten

Seekor ular kobra sepanjang 1,2 meter dievakuasi dari rumah warga di Prambanan, Klaten. Polisi mengimbau warga tidak menangkap ular sendiri. /Istimewa.

Harianjogja.com, KLATEN—Seekor ular kobra sepanjang sekitar 120 sentimeter ditemukan bersembunyi di dalam rumah warga di Dukuh Pemukti Baru, Jalan Parkit III, Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Sabtu (30/5/2026). Keberadaan reptil berbisa tersebut sempat membuat penghuni rumah panik sebelum akhirnya berhasil dievakuasi petugas.

Proses penanganan dilakukan setelah warga melaporkan kemunculan ular kepada Relawan Forum Komunikasi Antarwarga Peduli (Forkap) Kecamatan Prambanan. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Polsek Prambanan untuk ditindaklanjuti.

Kapolsek Prambanan AKP Nyoto memimpin langsung proses evakuasi bersama personel Polsek Prambanan, relawan Forkap, dan rescuer dari Exalos Indonesia.

"Setelah menerima laporan dari warga, kami bersama relawan Forkap dan pawang ular segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Alhamdulillah proses penangkapan berjalan lancar dan ular berhasil diamankan dalam keadaan hidup tanpa menimbulkan korban," kata AKP Nyoto melalui keterangan tertulis yang diterima Espos.

Ular yang diduga berjenis kobra tersebut ditemukan bersembunyi di area dalam rumah warga. Keberadaannya menimbulkan kekhawatiran karena termasuk satwa berbisa yang berpotensi membahayakan penghuni rumah apabila tidak segera ditangani.

Polisi Jelaskan Penyebab Ular Masuk Permukiman

AKP Nyoto menjelaskan kemunculan ular di kawasan permukiman dapat dipicu oleh berbagai faktor.

Menurut dia, ular biasanya memasuki lingkungan rumah warga untuk mencari sumber makanan seperti tikus dan cicak. Selain itu, ular juga kerap mencari tempat yang hangat untuk berlindung atau menghindari ancaman predator di habitat aslinya.

Warga Diminta Tidak Menangkap Ular Sendiri

Menyusul kejadian tersebut, kepolisian mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika menemukan ular maupun satwa liar lainnya di lingkungan sekitar.

"Masyarakat kami imbau untuk tetap berhati-hati dan waspada. Jika menemukan ular atau satwa liar lainnya, jangan mencoba menangkap sendiri. Segera laporkan kepada petugas atau pihak yang berkompeten agar dapat ditangani dengan aman," ujar dia.

Kepala Desa Tlogo, Raksono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi sehingga ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Prambanan beserta anggota, relawan Forkap, dan Mas Damar dari Exalos yang telah membantu warga kami. Semoga kejadian ini menjadi edukasi bagi masyarakat untuk selalu berkoordinasi dengan pihak terkait apabila menghadapi situasi serupa," ungkap Raksono.

Rescuer Ingatkan Penanganan Gigitan Ular yang Benar

Selain memberikan bantuan evakuasi, tim penyelamat juga mengingatkan masyarakat mengenai langkah penanganan yang tepat apabila terjadi gigitan ular. Edukasi tersebut dinilai penting karena masih banyak kesalahan penanganan yang dilakukan masyarakat saat menghadapi kondisi darurat tersebut.

Sementara itu, rescuer Exalos Indonesia, Damar, mengingatkan masyarakat agar tidak panik apabila terjadi kasus gigitan ular.

"Jangan melakukan tindakan seperti memotong bagian tubuh yang tergigit, mengisap luka, atau menyiram air panas. Tindakan tersebut justru berbahaya dan dapat memperparah kondisi korban. Yang terpenting adalah tetap tenang, membatasi gerakan pada bagian yang tergigit, lalu segera membawa korban ke fasilitas kesehatan," jelas Damar.

Proses evakuasi ular berlangsung aman dan lancar. Setelah berhasil diamankan, ular tersebut diserahkan kepada pawang untuk selanjutnya dilepasliarkan ke habitat yang jauh dari kawasan permukiman warga guna menghindari potensi kemunculan kembali di lingkungan sekitar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online