Dinkes Semarang Catat 240 Kasus HIV Baru hingga Mei 2026

Fitroh Nurikhsan
Fitroh Nurikhsan Rabu, 03 Juni 2026 11:27 WIB
Dinkes Semarang Catat 240 Kasus HIV Baru hingga Mei 2026

Foto ilustrasi HIV/Aids. - Freepik

Harianjogja.com, SEMARANG—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mencatat sebanyak 240 kasus baru HIV sepanjang Januari hingga Mei 2026. Berdasarkan hasil skrining dan pelacakan kasus, kelompok laki-laki seks dengan laki-laki (LSL) menjadi kelompok dengan proporsi temuan tertinggi.

Data Dinkes Kota Semarang menunjukkan kelompok LSL menyumbang 44 persen dari total kasus yang ditemukan selama lima bulan pertama tahun ini.

Sementara itu, kelompok risiko lainnya terdiri atas pasien tuberkulosis (TBC) sebesar 12 persen, pasangan berisiko tinggi 11 persen, populasi umum 11 persen, pasien infeksi menular seksual (IMS) 9 persen, pelanggan pekerja seks 5 persen, serta wanita pekerja seks sebesar 2 persen.

Peningkatan Temuan Dipengaruhi Meluasnya Skrining

Kepala Dinkes Kota Semarang, M. Abdul Hakam, menjelaskan peningkatan jumlah kasus yang ditemukan tidak serta-merta menunjukkan peningkatan penularan HIV di masyarakat.

Menurutnya, tingginya angka temuan lebih banyak dipengaruhi oleh semakin luasnya cakupan layanan skrining yang menjangkau kelompok-kelompok yang sebelumnya belum terdeteksi.

“Peningkatan jumlah kasus ini menunjukkan bahwa layanan skrining semakin menjangkau kelompok yang sebelumnya belum terdeteksi. Semakin banyak masyarakat yang melakukan tes HIV, maka semakin besar peluang kasus ditemukan lebih awal sehingga pengobatan dapat segera dimulai dan risiko penularan dapat dicegah,” kata Hakam, Selasa (2/6/2026).

Ia menegaskan deteksi dini menjadi salah satu strategi penting dalam pengendalian HIV karena memungkinkan penderita memperoleh penanganan lebih cepat.

Deteksi Dini Bantu Kendalikan HIV

Hakam menjelaskan seseorang yang mengetahui status HIV sejak awal dapat segera menjalani terapi antiretroviral (ARV) sehingga kondisi kesehatannya tetap terjaga dan risiko penularan dapat ditekan.

“Saat ini HIV sudah dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat dan teratur. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan HIV. Semakin cepat diketahui, semakin baik hasil pengobatannya dan semakin kecil risiko penularannya kepada orang lain,” ujarnya.

Menurut dia, kemajuan pengobatan HIV saat ini memungkinkan orang dengan HIV (ODHIV) menjalani kehidupan yang produktif selama mendapatkan terapi secara rutin dan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Dinkes Sediakan Layanan Tes HIV Malam Hari

Untuk memperluas akses layanan, Dinkes Kota Semarang menyediakan program LIDYA DIMARI yang menawarkan layanan tes HIV dan terapi ARV pada malam hari.

Program tersebut ditujukan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengakses fasilitas kesehatan pada jam kerja.

Selain memperluas layanan pemeriksaan, Dinkes juga terus melakukan edukasi kesehatan, konseling HIV, penyediaan terapi ARV, pencegahan penularan dari ibu ke anak, serta penguatan kolaborasi dengan fasilitas kesehatan dan komunitas peduli HIV/AIDS.

Masyarakat Diimbau Tidak Memberi Stigma

Dinkes Kota Semarang juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada ODHIV.

Pasalnya, HIV tidak menular melalui interaksi sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berpelukan, berbagi alat makan, bekerja bersama, maupun aktivitas sosial lainnya.

Hakam mengimbau masyarakat yang merasa memiliki faktor risiko atau ingin mengetahui status kesehatannya untuk memanfaatkan layanan tes HIV yang tersedia di fasilitas kesehatan.

“Masyarakat yang merasa memiliki faktor risiko atau ingin mengetahui status kesehatannya diimbau untuk memanfaatkan layanan tes HIV yang tersedia di fasilitas kesehatan terdekat. Seluruh layanan tes HIV dan pengobatan ARV di Kota Semarang dilaksanakan dengan prinsip kerahasiaan, keamanan dan tanpa diskriminasi,” tegasnya.

Dengan perluasan skrining dan akses pengobatan, Dinkes berharap semakin banyak kasus HIV dapat ditemukan lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara optimal dan penularan di masyarakat dapat ditekan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Solopos

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online