Delapan Dapur MBG di Solo Disetop Sementara, Ini Penyebabnya

Wahyu Prakoso
Wahyu Prakoso Jum'at, 05 Juni 2026 23:37 WIB
Delapan Dapur MBG di Solo Disetop Sementara, Ini Penyebabnya

Aktivitas dapur SPPG MBG. (Ilustrasi AI-ChatGPT)

Harianjogja.com, SOLO—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo menghadapi kendala teknis. Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional delapan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena belum memenuhi standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Kebijakan penghentian sementara ini mulai berlaku sejak 25 Mei 2026. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Solo, Purwanti, menjelaskan langkah tersebut diambil sebagai bentuk penegakan standar kesehatan dan lingkungan dalam pelaksanaan program nasional tersebut.

“Delapan SPPG berhenti sementara karena IPAL-nya belum sesuai ketentuan,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Delapan dapur yang terdampak tersebar di sejumlah wilayah, yakni dua unit di Kecamatan Laweyan, tiga di Banjarsari, dua di Jebres, dan satu di Serengan. Meski demikian, distribusi makanan bagi penerima manfaat tetap berjalan dengan skema pengalihan suplai dari dapur lain yang masih beroperasi.

Purwanti memastikan gangguan layanan tidak terlalu berdampak signifikan. Apalagi, sebagian besar penerima manfaat dari kalangan pelajar saat ini sedang menjalani masa ujian sekolah.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan penghentian operasional tersebut bersifat sementara dan akan dicabut setelah seluruh dapur memenuhi standar IPAL yang ditetapkan.

“Kalau sudah berbenah dan sesuai standar, sanksinya dicabut dan bisa beroperasi kembali,” kata Respati.

Menurut dia, keberadaan IPAL menjadi syarat mutlak karena berkaitan langsung dengan pengelolaan limbah dapur agar tidak mencemari lingkungan. Pemerintah Kota Solo ingin memastikan program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga tetap ramah lingkungan.

Sebelumnya, Pemkot Solo активно melakukan evaluasi terhadap program MBG, termasuk melalui kegiatan uji publik. Salah satunya dengan menggelar showcase menu makanan saat Car Free Day beberapa waktu lalu.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diajak memberikan masukan langsung terkait kualitas, rasa, hingga variasi menu yang disajikan kepada para pelajar. Evaluasi ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memastikan program benar-benar tepat sasaran.

Pemkot Solo menegaskan akan terus melakukan pembenahan secara bertahap, baik dari sisi teknis dapur, kualitas menu, hingga sistem distribusi. Dengan demikian, program MBG diharapkan dapat berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : espos.id

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online