OPINI: Pancasila, Daulat Pangan, dan Jalan Damai di Tanah Papua
Ketegangan di Papua Selatan uji nilai Pancasila. Proyek food estate dinilai abaikan masyarakat adat dan keberlanjutan.
Pekerja di salah satu tempat usaha konveksi di Dukuh/Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen menjahit kain menjadi celana dalam, Selasa (2/6/2026). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
Harianjogja.com, KLATEN — Sentra industri rumahan pakaian dalam di Dukuh Tempursari, Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen, Klaten, masih bertahan di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat. Kenaikan harga bahan baku dan melemahnya daya beli masyarakat membuat para pelaku usaha harus memutar otak agar produksi tetap berjalan.
Kawasan ini telah dikenal sejak puluhan tahun lalu sebagai “kampung celana dalam”, dengan sejarah industri yang sudah dimulai sejak era 1960-an. Pada masa jayanya, ratusan perajin menggantungkan hidup dari usaha konveksi tersebut. Namun kini, jumlah pelaku usaha menyusut drastis menjadi sekitar 60 unit saja.
Salah satu pelaku usaha yang masih bertahan adalah Fakhrudin, 58. Ia meneruskan usaha keluarga yang telah diwariskan lintas generasi. Menurutnya, perubahan zaman turut memengaruhi jenis produksi. Jika dulu warga banyak memproduksi bra model lama, kini beralih ke celana dalam pria dan wanita yang lebih sesuai dengan permintaan pasar.
Usaha konveksi miliknya, Nafisah, saat ini fokus memproduksi celana dalam wanita dengan berbagai ukuran. Ia bahkan melayani pesanan khusus untuk ukuran tertentu yang jarang tersedia di pasaran. Dalam sehari, bersama enam pekerja, Fakhrudin mampu memproduksi sekitar 40 hingga 50 lusin.
Produk tersebut dipasarkan ke berbagai daerah seperti Klaten, Solo, Jogja, hingga Semarang. Selain dijual langsung ke konsumen, sebagian juga dipasarkan kembali oleh reseller secara daring.
Namun, tantangan yang dihadapi saat ini tidak ringan. Fakhrudin mengungkapkan, kondisi usaha sempat terpukul saat pandemi Covid-19 akibat turunnya daya beli. Setelah sempat pulih, kini tekanan kembali muncul akibat dampak ekonomi global, termasuk konflik di Timur Tengah.
Kenaikan harga bahan baku menjadi persoalan utama. Harga plastik melonjak hampir 75 persen, dari Rp30.000 menjadi Rp52.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada bahan lain seperti kain, elastis, dan benang. Harga kain jenis PE bahkan naik dari Rp44.000 menjadi Rp54.000 per kilogram.
Kondisi ini memaksa pelaku usaha berada di posisi dilematis. Di satu sisi, biaya produksi meningkat tajam. Namun di sisi lain, mereka tidak berani menaikkan harga jual terlalu tinggi karena khawatir kehilangan pasar. Fakhrudin hanya menaikkan harga sekitar Rp2.000 hingga Rp4.000 per lusin.
Untuk menjaga keberlangsungan usaha, ia memilih mempertahankan seluruh karyawan meskipun konsekuensinya keuntungan harus dipangkas hingga 50 persen.
“Karyawan tetap dipertahankan. Sekarang yang dikurangi ya margin keuntungan,” ujarnya, Selasa (2/6/2026)
Permintaan pasar juga mengalami penurunan signifikan. Jika sebelumnya pesanan bisa mencapai 100 hingga 200 lusin per pekan, kini turun hingga separuhnya.
Kepala Desa Tempursari, Budi Diyatmiko, membenarkan bahwa geliat industri konveksi di wilayahnya tidak lagi seramai era 1980-an hingga 1990-an. Persaingan dengan produk pabrikan menjadi salah satu faktor utama penyebab penurunan jumlah pelaku usaha.
Meski demikian, para perajin yang tersisa memilih tetap bertahan. Mereka berharap harga bahan baku kembali stabil dan kondisi ekonomi membaik sehingga industri rumahan yang telah menjadi identitas desa itu bisa terus hidup.
“Harapannya harga bisa stabil, supaya kami bisa memperkirakan biaya produksi dengan lebih pasti,” kata Fakhrudin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Ketegangan di Papua Selatan uji nilai Pancasila. Proyek food estate dinilai abaikan masyarakat adat dan keberlanjutan.
Prabowo dorong percepatan Sekolah Rakyat dan peningkatan pendidikan demi kesejahteraan rakyat di seluruh Indonesia.
Film Warkop DKI: Viralin Dong! tayang 11 Juni 2026. Desta, Vino, dan Tora tampil total menghidupkan Dono, Kasino, dan Indro.
OJK mengawasi 8 pinjaman online karena masalah modal dan kredit macet. Industri pindar tetap tumbuh meski risiko meningkat.
Simak daftar harga motor listrik terbaru Juni 2026 dari berbagai merek. Mulai Rp16 jutaan, biaya operasional jauh lebih hemat.
Kulonprogo memprediksi isu kekurangan murid masih akan terjadi pada sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ini. Pasalnya berdasarkan, telaah yang dilakukan i