Stok Beras Jateng 366 Ribu Ton, Bulog Percepat SPHP dan Minyakita

Newswire
Newswire Minggu, 07 Juni 2026 22:27 WIB
Stok Beras Jateng 366 Ribu Ton, Bulog Percepat SPHP dan Minyakita

Foto ilustrasi beras. - Freepik

Harianjogja.com, SEMARANG—Perum Bulog Wilayah Jawa Tengah mempercepat penyaluran bantuan pangan beras, distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta Minyakita guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di tengah dinamika pasar. Hingga awal Juni 2026, cadangan beras yang dikelola Bulog Jawa Tengah tercatat mencapai 366.846 ton.

Ketersediaan stok yang besar tersebut menjadi modal penting pemerintah dalam menjalankan berbagai program intervensi pangan, termasuk bantuan sosial dan pengendalian harga beras maupun minyak goreng di tingkat konsumen.

Pemimpin Perum Bulog Wilayah Jawa Tengah, Sri Muniati, mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi gejolak harga pangan di berbagai daerah.

Salah satu strategi yang saat ini dioptimalkan adalah percepatan penyaluran bantuan pangan serta distribusi beras SPHP dan Minyakita melalui berbagai saluran resmi yang telah ditetapkan pemerintah.

"Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog Kanwil Jawa Tengah mencapai 366.846 ton," kata Sri Muniati, Minggu (7/6/2026).

Menurut dia, jumlah stok tersebut sangat mencukupi untuk mendukung pelaksanaan bantuan pangan, program SPHP, maupun berbagai kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras secara nasional.

Sampai dengan 6 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan beras telah mencapai 72,26 persen dari target yang ditetapkan.

Secara rinci, sebanyak 49.103,58 ton beras dan 9.863.300 liter minyak goreng telah disalurkan kepada 2.207.245 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari total target 3.397.673 PBP.

"Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan dapat tersalurkan hingga akhir Juni 2026," ujarnya.

Percepatan distribusi bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat sekaligus membantu mengendalikan harga beras dan minyak goreng di pasar.

Selain menyalurkan bantuan pangan, Bulog Jawa Tengah juga terus mengoptimalkan distribusi beras SPHP dan Minyakita ke berbagai wilayah.

Hingga saat ini, penyaluran beras SPHP telah mencapai 35.149,43 ton, sedangkan distribusi Minyakita menyentuh 6.186.124 liter.

Penyaluran dilakukan melalui berbagai jalur distribusi resmi, mulai dari pasar SP2KP, pasar rakyat, kios pangan, gerai binaan seperti RPK, SRC, dan KDKMP, hingga kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Sri Muniati menegaskan beras SPHP dan Minyakita menjadi instrumen penting pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

"Beras SPHP dan Minyakita merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dan minyak goreng dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, penyalurannya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata," katanya.

Menurutnya, kombinasi antara bantuan pangan, distribusi beras SPHP, dan Minyakita terbukti menjadi langkah efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan di pasaran.

Dengan dukungan stok yang kuat serta jaringan distribusi yang luas, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan beras maupun minyak goreng.

Bulog juga memastikan seluruh cadangan beras pemerintah yang berada dalam pengelolaannya saat ini berada dalam kondisi aman dan siap digunakan sewaktu-waktu untuk mendukung kebijakan stabilisasi pangan nasional.

"Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena stok nasional dalam kondisi sangat mencukupi. Bulog bersama Badan Pangan Nasional dan seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan harga beras dan minyak goreng tetap stabil dan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi," kata Sri Muniati.

Penguatan distribusi bantuan pangan, beras SPHP, dan Minyakita akan terus dilakukan sepanjang Juni 2026 agar seluruh target penyaluran dapat tercapai sekaligus menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat di berbagai daerah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online