Polres dan Pemkot Pekalongan Gencarkan Skrining TBC

Newswire
Newswire Senin, 08 Juni 2026 17:37 WIB
Polres dan Pemkot Pekalongan Gencarkan Skrining TBC

Skrining TBC - Ilustrasi Antara

Harianjogja.com, PEKALONGAN—Kepolisian Resor Kota (Polres) Pekalongan Kota bersama Pemerintah Kota Pekalongan memperkuat upaya deteksi dini Tuberkulosis (TBC) melalui program skrining kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Langkah ini dilakukan untuk menekan angka penularan dan kematian akibat penyakit tersebut.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap gerakan TOSS (Temukan, Obati Sampai Sembuh) dalam pemberantasan TBC.

“Pada kegiatan ini, kami melibatkan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, RSUD Bendan, dan puskesmas untuk melakukan skrining Tuberkulosis paru serta Cek Kesehatan Gratis,” kata Riki, Senin (8/6/2026).

Menurut dia, kepolisian juga akan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, melakukan pencegahan, serta memantau kasus TBC di wilayah binaan masing-masing.

Ia berharap upaya deteksi dini yang lebih masif dan penanganan yang cepat dapat menekan penyebaran penyakit tersebut.

“Dengan deteksi dini yang lebih masif dan penanganan yang cepat serta tepat, diharapkan angka penularan maupun kematian akibat TBC di Kota Pekalongan dapat terus ditekan,” ujarnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, Dita Rasnasuri, menjelaskan skrining yang dilakukan mencakup berbagai pemeriksaan kesehatan dasar dan lanjutan.

Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, trigliserida, skrining TBC, pemeriksaan HIV dan sifilis, hingga foto toraks.

Menurut Dita, sinergi antara kepolisian dan tenaga kesehatan menjadi faktor penting dalam mempercepat penemuan kasus TBC di masyarakat.

“Sinergi antara kepolisian dan tenaga kesehatan diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus TBC, mencegah penularan, serta menekan angka kematian akibat penyakit tersebut,” katanya.

Ia menambahkan kegiatan tersebut juga mendapatkan dukungan dan pemantauan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah.

Selain itu, keterlibatan bhabinkamtibmas sebagai pelacak atau tracer di lapangan diharapkan mampu memperkuat sistem deteksi dini dan pengawasan kasus TBC hingga tingkat masyarakat.

“Dengan keterlibatan aktif bhabinkamtibmas sebagai tracer, diharapkan upaya deteksi dini dan penanganan TBC di daerah dapat semakin optimal,” ujar Dita.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online