Timnas Indonesia Waspadai Kamboja di Laga Perdana Piala AFF 2026
Timnas Indonesia mewaspadai permainan disiplin Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. (ANTARA/Zuhdiar Laeis)\r\n
Harianjogja.com, SEMARANG—Pemerintah Kota Semarang menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan lurah di Kota Semarang untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau 2026. Langkah antisipasi dilakukan untuk memitigasi risiko kebakaran, kekeringan, penurunan kualitas udara, hingga gangguan kesehatan masyarakat.
Instruksi siaga penuh tersebut disampaikan menyusul meningkatnya potensi dampak kemarau ekstrem di Kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang juga meminta seluruh lapisan masyarakat ikut meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam upaya mitigasi di lingkungan masing-masing.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan keselamatan warga dan perlindungan lingkungan menjadi prioritas utama selama musim kemarau.
"Keselamatan warga dan perlindungan lingkungan adalah prioritas utama kita bersama. Saya minta seluruh pihak, dari jajaran dinas hingga tingkat RT/RW, bergerak cepat melakukan mitigasi dan pemantauan secara ketat," katanya di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (26/7/2026).
Menurut Agustina, penanganan risiko bencana selama musim kemarau tidak hanya mengandalkan kesiapan petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat.
Ia mengimbau warga untuk lebih waspada dengan tidak melakukan tindakan yang berisiko memicu kebakaran, seperti membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan. Selain itu, masyarakat diminta mengaktifkan kembali peran sistem keamanan lingkungan (siskamling) untuk mengawasi wilayah yang rawan muncul titik api.
"Saya minta masyarakat lebih waspada dan tidak melakukan tindakan berisiko seperti membakar sampah atau buang puntung rokok sembarangan. Kita juga gerakkan peronda malam untuk mengawasi area rawan titik api di lingkungan masing-masing," katanya.
Sejumlah OPD yang mendapat instruksi meningkatkan kesiapsiagaan antara lain Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang.
Sebagai upaya pencegahan kebakaran, Dinas Damkar Kota Semarang telah menerbitkan Surat Imbauan Nomor B/276/000.1.10/VII/2026 yang ditujukan kepada seluruh wilayah kecamatan dan kelurahan di Kota Semarang.
Petugas Damkar juga melakukan inspeksi alat proteksi kebakaran di 1.500 gedung serta mensyaratkan rekomendasi proteksi dalam pengajuan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Selain itu, patroli keliling di lahan kosong yang berpotensi terbakar diintensifkan pada pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB atau saat puncak panas ekstrem.
Masyarakat yang menemukan indikasi kebakaran diminta segera melapor melalui Call Center 112 atau WhatsApp resmi Damkar Kota Semarang di nomor 0815 6971 113 dan 0815 6770 0113.
Di sektor lingkungan hidup, DLH Kota Semarang memperkuat langkah pencegahan dengan mengedukasi masyarakat mengenai larangan membakar sampah dan pentingnya membersihkan ilalang kering di sekitar bangunan.
Bersama pemangku wilayah, DLH juga melakukan pemasangan papan imbauan, pemantauan, serta pengangkutan sampah di lokasi pembuangan liar.
Khusus di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, DLH dan Damkar berkolaborasi melakukan patroli rutin untuk memeriksa potensi titik api, memasang imbauan larangan merokok, membagikan pamflet edukasi, dan melakukan penimbunan sampah menggunakan tanah (cover soil).
Pengendalian risiko kebakaran di TPA Jatibarang juga dilakukan melalui flaring atau pengontrolan gas metana, penyiraman pendinginan setiap dua hari sekali, serta pemasangan sistem pipa injeksi air di titik rawan tumpukan sampah.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Semarang menyiagakan seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan guna mengantisipasi peningkatan kasus penyakit akibat cuaca ekstrem.
Agustina mengingatkan ancaman musim kemarau tidak hanya berdampak pada ketersediaan air bersih, tetapi juga dapat memicu lonjakan penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare.
"Ancaman kemarau tidak hanya berdampak pada ketersediaan air bersih, tetapi juga berisiko memicu lonjakan penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare," katanya.
Pemerintah Kota Semarang memastikan seluruh fasilitas kesehatan primer dan layanan darurat tetap beroperasi selama 24 jam. Ketersediaan logistik medis, mulai dari obat-obatan hingga dukungan kesehatan jiwa, juga dipastikan tersedia selama masa siaga kemarau.
"Saya minta Dinkes bergerak cepat memastikan seluruh puskesmas siaga penuh melayani warga," kata Agustina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Timnas Indonesia mewaspadai permainan disiplin Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.