Iran Ancam Balas Serangan AS, Ketegangan Selat Hormuz Memanas
Iran memperingatkan akan membalas setiap serangan AS setelah operasi militer di wilayah selatan negara itu memicu ketegangan baru di kawasan Teluk Persia.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, BATANG—Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah memperluas cakupan program bantuan seragam gratis bagi siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dengan memasukkan sekolah swasta sebagai penerima manfaat pada tahun ajaran 2026/2027.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk membantu meringankan beban orang tua siswa saat memasuki tahun ajaran baru. Selain itu, kebijakan ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam memberikan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak di wilayah tersebut.
Sebelumnya, program bantuan seragam gratis hanya diberikan kepada siswa SD dan SMP negeri. Kini, siswa di sekolah swasta juga memperoleh fasilitas yang sama.
“Kalau kemarin hanya negeri saja, kini SD swasta maupun SMP swasta juga mendapatkan bantuan program ini. Namun untuk madrasah menjadi kewenangan Kementerian Agama,” kata Bambang, Rabu (10/6/2026).
Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Batang menyiapkan anggaran sekitar Rp3,8 miliar. Pencairan dana akan disesuaikan dengan jumlah siswa baru yang diterima sekolah agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan.
Menurut Bambang, besaran anggaran yang dicairkan akan mengikuti realisasi penerimaan peserta didik baru sehingga tidak melebihi kuota yang telah diusulkan.
Berdasarkan estimasi Dinas Pendidikan, program ini berpotensi menjangkau sekitar 23.000 siswa baru. Rinciannya, sekitar 15.000 siswa SD negeri dan swasta serta sekitar 8.000 siswa SMP negeri dan swasta.
Adapun jenis seragam yang diberikan masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni seragam merah putih untuk siswa SD dan biru putih untuk siswa SMP.
Selain membantu keluarga siswa, program ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Pemkab Batang akan melibatkan penjahit lokal dalam proses pembuatan seragam sekolah.
“Kami berharap para penjahit lokal bisa proaktif menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah di wilayahnya. Mekanisme anggaran nantinya akan dikelola langsung oleh pihak sekolah,” ujar Bambang.
Melalui perluasan program ini, pemerintah daerah berharap kebutuhan perlengkapan sekolah bagi siswa baru dapat terpenuhi sekaligus mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal melalui keterlibatan pelaku usaha jahit di Kabupaten Batang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Iran memperingatkan akan membalas setiap serangan AS setelah operasi militer di wilayah selatan negara itu memicu ketegangan baru di kawasan Teluk Persia.
Jadwal bola malam ini hingga Kamis pagi WIB menghadirkan laga Portugal vs Nigeria dan Inggris vs Kosta Rika dalam agenda uji coba internasional jelang Piala
Presiden Prabowo menargetkan obat generik murah tersedia dalam satu tahun. Saat meresmikan RSUD di Lampung, ia juga menegaskan layanan kesehatan harus bebas
Uber membuka pendaftaran robotaxi di London bersama Wayve. Layanan taksi otonom berbasis AI menggunakan Ford Mustang Mach-E dan segera beroperasi.
BPN Kulonprogo kembali membayar uang ganti rugi Tol Jogja-YIA pada Juni 2026. Sebanyak 149 bidang tanah di Pengasih menerima UGR dengan nilai mencapai Rp248,86
Harga Pertamax naik signifikan. Simak cara cek status barcode Pertalite secara online, penyebab pengajuan ditolak, dan fungsi barcode dalam Program Subsidi Tepa