Mubeng Beteng Keraton Jogja 1 Sura 2026 Kembali Digelar, Ini Aturannya
Tradisi Mubeng Beteng 1 Sura 2026 kembali digelar di Keraton Jogja. Simak jadwal, titik keberangkatan, aturan peserta, dan rangkaian acaranya.
Bupati Batang M Faiz Kurniawan (kiri), memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Clapar, Kecamatan Subah, segera dibangun. /batangkab.go.id.
Harianjogja.com, BATANG—Pemerintah Kabupaten Batang mempercepat realisasi pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Clapar, Kecamatan Subah. Program pendidikan yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem itu dijadwalkan memasuki tahap pembangunan pada pertengahan Juli 2026 dan ditargetkan rampung sebelum akhir tahun.
Kehadiran Sekolah Rakyat Batang diharapkan menjadi solusi untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang selama ini menghadapi kendala ekonomi. Selain menyasar keluarga miskin ekstrem, program ini juga diproyeksikan membantu menekan angka putus sekolah di daerah tersebut.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengatakan proses groundbreaking pembangunan Sekolah Rakyat telah dijadwalkan pada 15 Juli 2026. Pemerintah menargetkan seluruh proses pembangunan dapat diselesaikan pada Desember tahun ini sehingga siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran berikutnya.
“Tanggal 15 Juli sudah akan groundbreaking. Jadi Desember ditargetkan selesai. Tahun depan kita sudah bisa merekrut anak-anak SD, SMP, dan SMA dari kelompok yang tidak mampu,” katanya usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (15/6/2026).
Menurut Faiz, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membuka kesempatan belajar yang lebih luas bagi masyarakat kurang mampu. Program tersebut diharapkan mampu memberikan akses pendidikan yang lebih merata bagi anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan biaya.
Pada tahap awal operasional, sekolah tersebut diproyeksikan menerima sekitar 300 peserta didik yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
“Pada tahap awal operasional tahun ajaran mendatang, jumlah peserta didik yang direncanakan direkrut mencapai sekitar 300 siswa. Untuk tahun depan, rekrutmen siswa kemungkinan hampir sekitar 300-an,” jelasnya.
Ia menuturkan, calon peserta didik akan diprioritaskan dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang telah terdata dalam sistem data sosial pemerintah. Selain itu, anak-anak yang berisiko putus sekolah akibat kondisi ekonomi juga menjadi kelompok sasaran utama dalam program tersebut.
“Harapannya sekolah ini dapat membantu anak-anak yang terkendala biaya agar tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak,” harapnya.
Terkait kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, proses rekrutmen diperkirakan mulai dilakukan dalam beberapa waktu ke depan hingga menjelang dimulainya tahun ajaran baru. Namun, pelaksanaan seleksi dan pengangkatan tenaga kerja tersebut menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Harusnya dari sekarang sampai menjelang tahun ajaran baru dilakukan rekrutmen. Tetapi yang melakukan rekrutmen bukan kita."
Sekolah Rakyat di Desa Clapar nantinya akan dikembangkan dengan konsep sekolah berasrama. Fasilitas yang disiapkan meliputi ruang kelas, sarana olahraga, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya yang dirancang untuk menunjang proses belajar mengajar dan kenyamanan peserta didik selama menempuh pendidikan.
“Sekolah Rakyat di Desa Clapar nantinya dirancang sebagai sekolah berasrama yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan, mulai dari ruang kelas, sarana olahraga, hingga fasilitas pendukung lainnya untuk menunjang kenyamanan belajar siswa,” tandasnya.
Melalui pembangunan Sekolah Rakyat Batang, pemerintah daerah berharap semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu yang memperoleh kesempatan pendidikan yang setara. Program ini juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Batang melalui akses pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi generasi muda pada tahun-tahun mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tradisi Mubeng Beteng 1 Sura 2026 kembali digelar di Keraton Jogja. Simak jadwal, titik keberangkatan, aturan peserta, dan rangkaian acaranya.
PHRI DIY menilai long weekend belum mampu menaikkan lama tinggal wisatawan di Jogja. Sinergi event didorong untuk tingkatkan kunjungan dan belanja wisata.
Boualem Khoukhi mencetak gol dramatis saat Qatar menahan Swiss 1-1 di Piala Dunia 2026. Rumor bonus Rolls-Royce dan jutaan dolar ikut menjadi sorotan.
Nothing Ear (Open) Blue resmi hadir di Indonesia dengan harga Rp1,699 juta. Earphone open-ear ini menawarkan baterai hingga 30 jam dan fitur fast charging.
Prediksi Argentina vs Aljazair di Piala Dunia 2026. Juara bertahan waspadai kejutan wakil Afrika yang datang dengan modal impresif.
Musim kemarau di Kabupaten Gunungkidul berdampak terhadap meningkatkanya permintaan air di masyarakat sehingga pengiriman dilakukan hingga tengah malam.