Kekeringan Jawa Tengah Meluas, Ribuan Warga di 3 Kabupaten Terdampak

Newswire
Newswire Sabtu, 27 Juni 2026 21:17 WIB
Kekeringan Jawa Tengah Meluas, Ribuan Warga di 3 Kabupaten Terdampak

Kekeringan - Ilustrasi StockCake

Harianjogja.com, JATENG—Kekeringan Jawa Tengah mulai berdampak pada ribuan warga di tiga kabupaten seiring sejumlah wilayah memasuki musim kemarau. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Kabupaten Klaten, Pemalang, dan Boyolali masih mengalami krisis air bersih sehingga penyaluran bantuan terus dilakukan secara bertahap.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan masyarakat diminta memanfaatkan air secara bijaksana selama musim kemarau. Menurutnya, distribusi air bersih menggunakan mobil tangki merupakan solusi jangka pendek. Apabila masih terdapat peluang hujan, warga diimbau memanen air hujan sebagai cadangan kebutuhan sehari-hari.

"BNPB mengimbau warga tetap bijak dalam pemanfaatan air. Pendistribusian air dengan mobil tangki merupakan penanganan jangka pendek. Apabila masih terjadi peluang hujan maka masyarakat dapat memanen air hujan sebagai cadangan air," katanya.

Di Kabupaten Klaten, dampak kekeringan melanda Desa Kendalsari, Tegalmulyo, Tlogowatu, dan Sidorejo. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, sebanyak 2.498 keluarga atau 8.319 jiwa terdampak kondisi tersebut.

BPBD Klaten melaporkan bencana kekeringan ini sejak awal Juni 2026. Hingga Jumat (26/6), sebanyak 377 keluarga atau 1.450 jiwa telah menerima bantuan air bersih sebanyak 60.000 liter. Penyaluran bantuan berikutnya akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.

Sementara itu, di Kabupaten Pemalang, dampak kekeringan terjadi di tiga desa yang berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Belik, Bawang, dan Pulosari.

Data sementara BPBD Pemalang menunjukkan sebanyak 166 keluarga terdampak kekeringan. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD telah menyalurkan 4.000 liter air bersih kepada warga di Desa Pulosari.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Boyolali. Berdasarkan pendataan BPBD, sebanyak 42 keluarga atau 125 jiwa mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Wilayah yang terdampak meliputi Desa Ketoyan di Kecamatan Wonosegoro serta Desa Samiran di Kecamatan Selo. BPBD setempat telah mendistribusikan 5.000 liter air bersih kepada warga di kedua desa tersebut.

Selain mengantisipasi krisis air bersih akibat kekeringan Jawa Tengah, Abdul Muhari juga mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

"BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga. Upaya pencegahan merupakan langkah efektif dalam penanganan maupun meluasnya dampak kebakaran," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online