Pria Asal Sleman Tewas Tertemper KRL di Klaten, Ini Kronologinya
Pria asal Sleman tewas tertemper KRL di Klaten. Polisi selidiki penyebab, KAI imbau warga jauhi jalur kereta.
Seorang bayi ditemukan di toile KA Sancaka relasi Jogja-Surabaya pada Sabtu (4/7/2026). (Dok. KAI Daop 6 Jogja)
Harianjogja.com, SOLO — Dua kasus penemuan bayi terjadi di Kota Solo dalam satu hari pada Sabtu (4/7/2026). Satu bayi ditemukan dalam kondisi selamat di dalam kereta api, sementara satu lainnya ditemukan meninggal dunia di selokan wilayah Laweyan.
Peristiwa pertama terjadi pada pagi hari sekitar pukul 07.20 WIB di dalam KA Sancaka relasi Yogyakarta–Surabaya Gubeng. Bayi tersebut ditemukan di toilet kereta oleh petugas saat perjalanan masih berlangsung.
Petugas PT KAI segera berkoordinasi dengan pusat pengendalian dan Stasiun Solo Balapan. Setibanya di stasiun sekitar pukul 07.30 WIB, bayi langsung mendapatkan penanganan medis awal di Pos Kesehatan.
Hasil pemeriksaan dokter dan bidan Klinik Mediska KAI Solo menyatakan kondisi bayi dalam keadaan sehat dan stabil. Selanjutnya, bayi dirujuk untuk mendapatkan perawatan intensif di RS Bhayangkara Solo guna memastikan keselamatan dan kesehatannya.
Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kapolsek Banjarsari Kompol Harno membenarkan kejadian tersebut. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku yang diduga meninggalkan bayi tersebut.
“Personel Satreskrim bersama Unit Reskrim Polsek Banjarsari masih melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi, hingga penelusuran rekaman CCTV,” ujarnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus tersebut untuk segera melapor guna membantu proses pengungkapan.
Bayi Kedua Ditemukan Meninggal di Selokan
Sementara itu, penemuan bayi kedua terjadi pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB di selokan Jalan Pisang 2, Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Solo.
Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan terbungkus plastik hitam. Penemuan bermula dari kecurigaan warga terhadap bau menyengat yang tercium sejak sehari sebelumnya.
Kasi Humas Polresta Solo AKP Lingga Ramadhani menjelaskan, warga awalnya mengira bau tersebut berasal dari bangkai hewan. Namun setelah dilakukan pencarian, sumber bau diketahui berasal dari bungkusan plastik di dalam selokan.
“Setelah bungkusan ditarik, terlihat kepala bayi yang sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada ketua RT dan diteruskan ke pihak kepolisian. Petugas Polsek Laweyan yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP, mengamankan area, serta mengevakuasi jenazah bayi ke RSUD dr Moewardi Solo untuk proses visum.
Saat ini, Satreskrim Polresta Surakarta masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas bayi dan mencari pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Polisi kembali mengimbau masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi serta meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak agar kejadian serupa tidak terulang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Pria asal Sleman tewas tertemper KRL di Klaten. Polisi selidiki penyebab, KAI imbau warga jauhi jalur kereta.
Pascal Wehrlein menang di Formula E Shanghai 2026. Kemenangan ke-10 musim ini, kukuhkan dominasi dan peluang juara dunia.
Dua bayi ditemukan di Solo dalam sehari, satu selamat di kereta, satu meninggal di selokan. Polisi lakukan penyelidikan.
Pemerintah susun Perpres perlindungan nakes usai kasus dr Icha, soroti intimidasi dan lemahnya sistem keamanan.
Usaha pigura di Sleman tertekan kenaikan harga kaca dan kayu, sementara penjualan turun hingga 50 persen akibat melemahnya daya beli.
Jadwal 16 besar Piala Dunia 2026: Kanada vs Maroko dan Paraguay vs Prancis, Minggu dini hari WIB. Simak jam tayang & siaran langsung.