Polisi Periksa 10 Saksi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bripka E
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
Kebakaran menghanguskan rumah di Suruh, Kabupaten Semarang. Seorang penghuni meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah. /Espos.
Harianjogja.com, UNGARAN— Kebakaran menghanguskan sebuah rumah di Dusun Boromiri RT 026/RW 005, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jumat (14/8/2026) malam. Seorang penghuni rumah meninggal dunia setelah terjebak di dalam bangunan.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang Anang Sukoco mengatakan kebakaran dilaporkan sekitar pukul 19.42 WIB. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 20.10 WIB.
Rumah milik Rohmat Salam tersebut berukuran sekitar 10 meter x 8 meter. Saat warga mengetahui kebakaran, api sudah membesar dan diketahui berasal dari ruang tengah rumah.
"Dugaan sementara kebakaran disebabkan korsleting listrik. Api pertama kali diketahui warga sudah membesar di ruang tengah," kata Anang, Sabtu (15/8/2026).
Warga yang melihat kejadian tersebut kemudian meminta bantuan petugas pemadam kebakaran. Penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh Damkar Pos Klego Boyolali, Damkar Pos Tengaran, Damkar Kota Salatiga, serta Regu B Pos Getasan.
Pemilik Rumah Terjebak
Dalam kebakaran tersebut, seorang penghuni yang merupakan pemilik rumah tidak berhasil menyelamatkan diri. Korban ditemukan meninggal dunia setelah terjebak di dalam bangunan.
"Satu korban pemilik rumah yang terjebak dalam rumah tidak sempat menyelamatkan diri karena posisi dalam keadaan gangguan jiwa," ungkap Anang.
Tidak ada korban luka lain dalam kejadian tersebut.
Petugas berhasil mengendalikan dan memadamkan api sekitar pukul 20.48 WIB. Namun, seluruh bagian rumah berukuran 10 meter x 8 meter itu sudah ludes terbakar.
Akibat kejadian tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Damkar Ingatkan Bahaya Korsleting
Anang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang bersumber dari instalasi listrik di rumah.
Menurut dia, kondisi kabel dan perangkat kelistrikan perlu diperiksa secara berkala. Kabel yang terkelupas, sambungan listrik bertumpuk, stopkontak rusak, hingga penggunaan listrik secara berlebihan dapat meningkatkan risiko korsleting.
"Pastikan instalasi listrik dalam kondisi baik. Jangan menggunakan peralatan listrik secara berlebihan dan segera matikan peralatan yang tidak digunakan. Jika meninggalkan rumah, periksa kembali kompor, listrik, dan sumber api lainnya," jelasnya.
Masyarakat juga diminta segera meminta bantuan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran. Penanganan sedini mungkin diperlukan agar api tidak cepat meluas dan membahayakan warga di sekitar lokasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
Peringatan Memetri Kaistimewan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY dimeriahkan dengan aksi donor darah di Pendopo Parasamya, Bantul Sabtu (15/8/2026).
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.
Pengamat UI Muhammad Syaroni Rofii mendorong pemerintah memperkuat sektor energi dan mengurangi ketergantungan impor di tengah geopolitik global.
Wapres Gibran menyampaikan duka atas gempa M 7,7 di NTT dan memastikan pemerintah mempercepat evakuasi, pendataan, serta penyaluran bantuan.
Kebakaran menghanguskan rumah di Suruh, Kabupaten Semarang. Seorang penghuni meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah.