Prediksi Argentina vs Inggris, Julian Alvarez: Semifinal Selalu Sulit
Julian Alvarez menilai semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris bakal berjalan sulit. Argentina fokus memulihkan kondisi jelang laga.
Sosialisasi keselamatan dan keamanan bagi pengelola Borobudur Highland untuk memperkuat mitigasi bencana dan pelayanan wisata. /Istimewa.
Harianjogja.com, PURWOREJO— Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) memperkuat kesiapsiagaan pengelola destinasi wisata dan masyarakat di kawasan Borobudur Highland melalui Sosialisasi Safety dan Security yang digelar di DeLoano Glamping, Kabupaten Purworejo, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keamanan wisata sekaligus memperkuat mitigasi bencana di kawasan Perbukitan Menoreh.
Sosialisasi tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga pengelola desa wisata di kawasan penyangga Borobudur Highland.
Libatkan BPBD, PMI hingga Pokdarwis
Agenda ini diikuti perwakilan BPBD dan PMI dari Kabupaten Kulon Progo, Magelang, serta Purworejo. Hadir pula unsur Polsek dan Koramil Samigaluh, Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang dan Kulon Progo, kepala desa, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang berada di kawasan sabuk hijau Borobudur Highland.
Direktur Destinasi BPOB, Neysa Amelia, mengatakan aspek keselamatan menjadi fondasi penting dalam pengembangan destinasi wisata berkelanjutan, terlebih kawasan Perbukitan Menoreh memiliki karakteristik geografis yang menyimpan potensi bencana alam maupun nonalam.
"Kita tidak akan pernah tahu kapan akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Kami mengajak masyarakat dari desa sekitar karena kami merasa kawasan ini perlu kita jaga bersama-sama," ujar Neysa dikutip Kamis (16/7/2026).
Ia berharap materi yang diberikan para narasumber dapat meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan pengelola wisata dalam menghadapi berbagai potensi risiko sehingga tercipta kolaborasi yang semakin kuat untuk menjaga keamanan kawasan wisata.
Wisata Aman Jadi Kebutuhan Wisatawan
Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih, menilai tren pariwisata saat ini telah berubah. Menurutnya, wisatawan tidak hanya mencari destinasi yang menarik secara visual, tetapi juga mengutamakan kenyamanan, keamanan, dan pengalaman selama berwisata.
Karena itu, ia mendorong pengelola desa wisata terus meningkatkan kualitas layanan melalui penguatan infrastruktur keselamatan, kemudahan akses, hingga pemanfaatan teknologi digital.
"Dengan adanya kegiatan hari ini kita bisa lebih mendalami apa yang kita butuhkan dan apa yang harus kita lakukan. Ini juga menjadi kesempatan berdiskusi dengan peserta lainnya untuk bersama-sama mengembangkan wisata di daerah masing-masing," ungkap Dyah.
Pengelola Diminta Lakukan Pemetaan Risiko
Dalam sesi materi, Kasubdit Audit Ditpamobvit Polda DIY, AKBP Susyanto, menekankan pentingnya penerapan sistem manajemen pengamanan di setiap destinasi wisata.
Ia menjelaskan setiap pengelola perlu melakukan risk assessment atau penilaian risiko sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi potensi ancaman keamanan. Upaya tersebut dinilai mampu meminimalkan kerugian, melindungi aset, mengurangi potensi persoalan hukum akibat kelalaian, sekaligus meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi.
Perbukitan Menoreh Miliki Sejumlah Potensi Bencana
Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Setiawan Tri Widada, memaparkan kawasan Perbukitan Menoreh memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap bencana hidrometeorologi.
Wilayah Kapanewon Samigaluh, Girimulyo, Kokap, Kalibawang, hingga sebagian Pengasih berpotensi menghadapi tanah longsor saat musim hujan, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan ketika musim kemarau.
Menurutnya, setiap pengelola wisata perlu melengkapi kawasan dengan berbagai sarana mitigasi, seperti jalur evakuasi, rambu kebencanaan, titik kumpul (assembly point), perlengkapan P3K, sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS), serta rutin memantau informasi cuaca ekstrem dari BMKG.
Peserta Ikuti Simulasi Pertolongan Pertama
Selain mendapatkan materi mengenai mitigasi bencana dan keamanan wisata, peserta juga mengikuti simulasi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) yang dipandu tim PMI Kabupaten Purworejo, Yuli Haryono dan Putri Winda Lestari.
Dalam praktik tersebut, peserta mempelajari penanganan awal terhadap korban luka terbuka hingga teknik pembidaian pada patah tulang sebelum korban memperoleh penanganan dari tenaga medis.
Melalui kegiatan ini, BPOB berharap budaya sadar keselamatan semakin menguat di kawasan Borobudur Highland. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, otoritas kebencanaan, tenaga medis, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan destinasi wisata yang aman, tangguh, serta siap menghadapi berbagai potensi risiko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Julian Alvarez menilai semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris bakal berjalan sulit. Argentina fokus memulihkan kondisi jelang laga.
Argentina membalikkan keadaan dan menyingkirkan Inggris 2-1 di semifinal Piala Dunia 2026. Mental juara Albiceleste kembali menjadi pembeda.
Harry Kane menilai Timnas Inggris kalah dari Argentina karena terlalu bertahan setelah unggul lebih dulu pada semifinal Piala Dunia 2026.
Polres Magelang Kota mengedukasi pelajar SMP Muhammadiyah Kreatif Bandongan tentang bahaya bullying, tawuran, narkoba, dan penggunaan media sosial yang bijak.
Presiden Prabowo dijadwalkan meresmikan groundbreaking Blok Masela hari ini. Proyek gas raksasa ini diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional.
Jadwal SIM Keliling Sleman Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, tanggal, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.