Kekeringan Meluas di Cilacap, Ribuan Warga Mulai Andalkan Bantuan Air

Newswire
Newswire Jum'at, 17 Juli 2026 15:57 WIB
Kekeringan Meluas di Cilacap, Ribuan Warga Mulai Andalkan Bantuan Air

Ilustrasi kekeringan - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, CILACAP—Kekeringan akibat musim kemarau di Kabupaten Cilacap semakin meluas. Hingga Kamis (16/7/2026), sebanyak 15 desa yang tersebar di sembilan kecamatan telah mengajukan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mulai terdampak berkurangnya pasokan air.

Sebanyak 4.071 kepala keluarga (KK) atau 14.267 jiwa kini menjadi penerima manfaat penyaluran bantuan air bersih. BPBD Kabupaten Cilacap telah menyiapkan 74 tangki air bersih dengan total volume mencapai 390 ribu liter sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, mengatakan hingga 16 Juli 2026 sebanyak 15 desa telah mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada pemerintah daerah.

"Hingga kemarin sudah ada 15 desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih di sembilan kecamatan. Sampai saat ini kami sudah mengirim 74 tangki air bersih atau sekitar 390 ribu liter," katanya di Kabupaten Cilacap, Jumat (17/7/2026).

Menurut Taryo, desa-desa yang mengajukan bantuan tersebut merupakan wilayah yang selama ini rutin mengalami kekeringan setiap musim kemarau. Dengan demikian, hingga saat ini belum terdapat wilayah baru yang pertama kali terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

Meski demikian, BPBD Kabupaten Cilacap tetap mewaspadai kemungkinan bertambahnya jumlah wilayah terdampak karena musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

"Kami mengantisipasi betul dinamika yang ada di masyarakat. Puncak musim kemarau diperkirakan pada Agustus, bahkan mungkin sampai September," ujarnya.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Cilacap, bantuan air bersih telah disalurkan kepada masyarakat di Desa Klumprit dan Desa Kedungbenda, di Kecamatan Nusawungu. Selanjutnya, Desa Karangkemiri, di Kecamatan Jeruklegi, serta Desa Cinangsi, Desa Kertajaya, dan Desa Gintungreja, di Kecamatan Gandrungmangu.

Penyaluran bantuan juga menjangkau Desa Cimrutu, Desa Rawaapu, dan Desa Sidamukti, di Kecamatan Patimuan, Desa Ujungalang, di Kecamatan Kampung Laut, Desa Karangbenda, di Kecamatan Adipala, serta Desa Madura, di Kecamatan Wanareja.

Sementara itu, Desa Bojong dan Desa Kubangkangkung, di Kecamatan Kawunganten, serta Desa Binangun, di Kecamatan Bantarsari, turut menjadi wilayah yang mengajukan bantuan air bersih akibat dampak musim kemarau.

Dari total 390 ribu liter air bersih yang telah disalurkan, sebanyak 233 ribu liter atau 50 tangki berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cilacap. Dukungan tersebut menjadi sumber utama pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Adapun sebanyak 139 ribu liter atau 24 tangki air bersih berasal dari dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Rinciannya, PMI Kabupaten Cilacap menyalurkan 105 ribu liter atau 21 tangki, sedangkan Siaga Peduli Kabupaten Cilacap menyumbangkan 24 ribu liter atau tiga tangki air bersih.

Selain kekeringan, BPBD Kabupaten Cilacap juga mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan selama puncak musim kemarau berlangsung. Namun, hingga saat ini belum terdapat laporan kebakaran hutan dan lahan dalam skala besar di wilayah Kabupaten Cilacap.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online