Peserta Festival Memet Ikan Klaten Meninggal, Diduga Serangan Jantung

Taufik Sidik Prakoso
Taufik Sidik Prakoso Minggu, 19 Juli 2026 16:07 WIB
Peserta Festival Memet Ikan Klaten Meninggal, Diduga Serangan Jantung

Seorang peserta Festival Memet Ikan di Klaten meninggal dunia saat mengikuti acara. Polisi menduga korban mengalami serangan jantung setelah kelelahan. /Espos.

Harianjogja.com, KLATEN—Festival Memet Ikan di Kolam Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, diwarnai insiden meninggalnya seorang peserta pada Minggu (19/7/2026) pagi. Korban diduga mengalami serangan jantung saat mengikuti kegiatan tahunan yang dihadiri ribuan peserta dan pengunjung dari berbagai daerah.

Korban diketahui bernama Suheri, 46, warga Kecamatan Bayat. Saat kejadian, ia sedang mengikuti aktivitas berburu ikan bersama peserta lainnya di dalam kolam.

Pamapta 2 Polresta Klaten, Ipda Djarot Dwi Haryono, mengatakan pihak kepolisian menerima laporan mengenai seorang peserta yang tiba-tiba pingsan ketika festival berlangsung.

Petugas kesehatan yang berada di lokasi kemudian melakukan pemeriksaan sebelum menyatakan korban telah meninggal dunia.

"Kami mendapat laporan dari warga adanya orang yang pingsan dalam pelaksanaan Festival Memet Ikan. Setelah dicek petugas kesehatan, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia," kata Djarot saat ditemui wartawan di lokasi.

Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan

Pemeriksaan yang dilakukan petugas kesehatan bersama Polsek Kalikotes tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.

Menurut Djarot, korban diketahui memiliki riwayat hipertensi. Dugaan sementara, kelelahan saat mengikuti kegiatan memicu serangan jantung yang menyebabkan korban kehilangan kesadaran.

Ia juga memastikan korban tidak meninggal akibat tenggelam karena kedalaman air di kolam relatif dangkal.

"Yang bersangkutan mempunyai riwayat darah tinggi atau hipertensi. Mungkin kelelahan, pingsan di lokasi, mungkin juga ada serangan jantung. Tidak sampai tenggelam karena kondisi air tidak terlalu dalam," ujarnya.

Jenazah Dibawa ke Rumah Duka

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah Suheri dibawa ke rumah duka di Kecamatan Bayat. Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan terkait kejadian itu.

Ketua Panitia Festival Memet Ikan, Niko Joko Pramono, membenarkan adanya peserta yang meninggal dunia saat kegiatan berlangsung.

Menurutnya, korban sempat ikut masuk ke kolam bersama peserta lain. Tidak lama kemudian, korban terlihat bersandar di dinding kolam sebelum akhirnya mendapat pertolongan dari warga dan dievakuasi menggunakan ambulans.

"Tadi kemudian dibawa ambulans. Untuk kondisi saat itu saya belum tahu pasti," kata Joko.

Meski sempat diwarnai insiden tersebut, pelaksanaan Festival Memet Ikan tetap dilanjutkan sesuai agenda.

Ribuan warga tetap mengikuti tradisi berburu ikan di kolam yang airnya telah dibuat dangkal. Untuk mendukung keselamatan peserta, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan di lokasi kegiatan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online