Prabowo Sebut Rp700.000, Faktanya Upah Kupas Bawang Cuma Rp2.000

Dhima Wahyu Sejati
Dhima Wahyu Sejati Minggu, 16 Agustus 2026 16:07 WIB
Prabowo Sebut Rp700.000, Faktanya Upah Kupas Bawang Cuma Rp2.000

Salah satu pedagang mengupas bawang di lapaknya di lantai III Pasar Legi, Kota Solo, Minggu (16/8/2026). /Solopos-Dhima Wahyu Sejati.

Harianjogja.com, SOLO— Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai upah buruh kupas bawang sebesar Rp700.000 per kilogram dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR 2026, Jumat (14/8/2026), memicu perhatian publik. Angka tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet karena dinilai sangat tinggi jika dibandingkan dengan praktik jasa kupas bawang di lapangan.

Untuk mengetahui gambaran upah jasa kupas bawang yang sebenarnya, penelusuran dilakukan di Pasar Legi Solo pada Minggu (16/8/2026). Di lantai III pasar tersebut, Juminem, 66, yang telah berjualan selama 20 tahun, masih sibuk mengupas bawang meskipun sejumlah pedagang lain memilih libur.

Juminem mengungkapkan angka yang jauh berbeda dari nominal yang disebut dalam pidato Presiden Prabowo. Menurut dia, jasa mengupas bawang di lapangan hanya sekitar Rp2.000 per kilogram, bukan Rp700.000.

Pernyataan Prabowo soal Upah Kupas Bawang

Dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR 2026, Prabowo memperkenalkan Susana, salah satu penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) asal Kabupaten Bogor.

Susana disebut bekerja sebagai buruh harian dengan pekerjaan mengupas bawang. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyebut nominal upah yang diterimanya.

"Hari ini hadir bersama kita Ibu Susana dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp700.000 per kilogram," ujar Prabowo dalam pidatonya saat itu.

Nominal Rp700.000 per kilogram kemudian menjadi sorotan karena dianggap sangat tinggi. Berbagai komentar bermunculan di media sosial, sehingga gambaran mengenai besaran upah jasa kupas bawang di lapangan menjadi menarik untuk ditelusuri.

Di Pasar Legi, Upah Kupas Bawang Rp2.000

Juminem, 66, menjadi salah satu pedagang yang memberikan gambaran mengenai praktik jasa kupas bawang di Pasar Legi Solo. Perempuan yang sudah dua dekade berjualan di pasar tersebut mengaku biasanya membeli atau kulakan bawang dari pemasok dengan harga rata-rata Rp28.000 per kilogram.

Harga tersebut bergantung pada kualitas bawang yang diperoleh. Setelah dibeli, bawang dibersihkan, dikupas, kemudian dijual kembali kepada pelanggan.

Menurut Juminem, jika menggunakan tenaga buruh untuk mengupas bawang, jasa yang diberikan hanya sekitar Rp2.000 per kilogram.

"Jasanya mengupas itu hitungannya Rp2.000 per kilogram," ujar Juminem saat berbincang dengan Espos, Minggu.

Dengan demikian, angka yang ditemui di Pasar Legi Solo memiliki perbedaan yang sangat jauh dibandingkan nominal Rp700.000 per kilogram yang disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan.

Buruh Kupas Biasanya Bekerja dari Rumah

Meski jasa kupas bawang tersedia, Juminem mengatakan dirinya jarang menggunakan bantuan buruh kupas. Tenaga tambahan biasanya baru diperlukan ketika pesanan bawang sedang banyak.

Pekerjaan mengupas tersebut juga umumnya tidak dilakukan di Pasar Legi. Para ibu rumah tangga biasanya mengerjakannya dari rumah masing-masing.

“Jarang ada yang mau ke pasar, biasanya itu ibu-ibu [rumah tangga] yang di rumah nyambi ngupas. Kalau buruh kupas itu emang tidak mau ke pasar, jarang yang mau,” katanya.

Pada Minggu (16/8/2026), Juminem sendiri mengupas bawang dengan dibantu dua temannya yang juga pedagang. Keduanya membantu secara sukarela.

Aktivitas mengupas bawang yang dilakukan Juminem juga tidak mencapai volume besar. Dalam kondisi normal, ia menyebut dapat mengupas sekitar tujuh kilogram bawang per hari.

"Paling-paling dapat 7 kilogram sehari. Kalau pas lagi ada tenaga ya bisa 10 kilogram. Ini karena pasarnya juga sedang sepi," imbuhnya.

Bawang Kupas Diburu Restoran hingga Hotel

Menurut Juminem, bawang yang telah dikupas justru memiliki pasar tersendiri. Produk tersebut banyak diminati pelaku usaha kuliner karena dapat menghemat waktu saat menyiapkan bahan masakan.

Pelanggan bawang kupas antara lain restoran, hotel, dan warung makan. Mereka cukup mencuci bawang yang telah dibersihkan sebelum menggunakannya untuk memasak.

"Orang-orang restoran atau hotel belinya yang seperti ini. Jadi, mereka tidak kelamaan mengupas. Bawangnya tinggal dicuci lalu dimasak," terangnya.

Perbedaan harga bawang sebelum dan sesudah dikupas juga menunjukkan nilai jasa pengupasan di lapak Juminem. Bawang merah maupun bawang putih yang belum dikupas dijual dengan harga sekitar Rp33.000 hingga Rp34.000 per kilogram.

Sementara itu, bawang yang telah dikupas dan dibersihkan dijual dengan harga lebih tinggi. Selisihnya sekitar Rp2.000 per kilogram.

"Sementara kalau yang sudah dikupas bersih, harganya beda, Rp35.000 sampai Rp36.000 per kilogram, naik turun mengikuti harga pasaran. Harganya sama, baik untuk bawang merah maupun bawang putih," katanya.

Temuan di Pasar Legi Solo tersebut memberikan gambaran mengenai praktik jasa kupas bawang yang dijalankan Juminem. Dalam praktik yang ia temui, biaya pengupasan berada di kisaran ribuan rupiah per kilogram, sementara harga jual bawang tetap mengikuti kondisi pasar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Espos

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online