Jet Sukhoi TNI AU Tergelincir, Ini Sejarah Pengadaan dan Spesifikasinya
Jet tempur Sukhoi TNI AU tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin. Simak sejarah pembelian 11 unit Sukhoi SU-35 dari Rusia.
Siswa SMPN 6 Boyolali saat berada di sekolahnya, Senin (24/8/2026)./Solopos-Ni’matul Faizah
Harianjogja.com, BOYOLALI—Kondisi siswa dan tenaga kependidikan (tendik) SMPN 6 Boyolali yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kini berangsur membaik. Seluruh siswa telah kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar, termasuk 26 siswa yang sempat tidak masuk sekolah karena sakit pada Jumat (21/8/2026).
Salah satu guru SMPN 6 Boyolali, Yupendi, mengatakan kondisi sekolah telah kembali normal. Berdasarkan laporan orang tua, kondisi anak-anak yang sebelumnya mengalami keluhan juga telah membaik.
“Kondisi di sekolah sudah normal seperti semula, anak-anak juga pada masuk, sudah membaik semua. Orang tua laporan, hasilnya sudah membaik. Yang 26 siswa juga sudah masuk semua, ada yang sakitnya perut, ada yang lain,” kata dia kepada wartawan ditemui di kantornya, Senin (24/8/2026).
Siswa yang Sakit Kini Kembali Sekolah
Yupendi menjelaskan menu MBG sebelumnya telah dicoba oleh empat tester sebelum dibagikan kepada siswa. Setelah dinilai aman dikonsumsi, makanan kemudian dibagikan kepada siswa kurang dari 30 menit setelah dicicipi tester.
Salah satu siswa SMPN 6 Boyolali, Candra Pratama, juga mengatakan kondisinya kini telah pulih. Ia mulai merasakan perut mulas, diare, dan kepala pusing sejak Kamis (20/8/2026) malam.
Candra tetap bersekolah pada Jumat meskipun masih mengalami sakit. Kondisinya mulai membaik pada Sabtu.
“Sekarang sudah sembuh, baik-baik saja sekarang,” kata dia.
Hasil Uji Sampel Makanan Ditunggu 10-14 Hari
Kabid P2P Dinas Kesehatan Boyolali, Muharyati, mengatakan tim Dinkes Boyolali bersama Puskesmas Boyolali I langsung mendatangi sekolah setelah menerima laporan dugaan keracunan pada Jumat.
Berdasarkan data dari sekolah, terdapat 96 murid yang mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, dan gejala lainnya. Dari jumlah tersebut, 17 murid diperiksa tim Puskesmas Boyolali I, sedangkan murid lainnya telah pulang.
“Kemudian yang diperiksa tim Puskesmas Boyolali I ada 17 murid, sedang yang lain sudah pulang,” kata dia.
Dinkes Boyolali kemudian mengirim sampel makanan yang disajikan pada Kamis (20/8/2026) ke Balai Laboratorium Kesehatan Semarang Provinsi Jawa Tengah. Sampel tersebut masih disimpan selama satu hari sebelum dikirim karena kejadian baru diketahui pada Jumat.
Muharyati mengatakan hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam waktu 10-14 hari. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya virus atau kuman dalam makanan.
“Hasilnya [keluar] kurang lebih 10-14 hari untuk menentukan ada virus atau kuman apa, itu dari pemeriksaan di sana. Kami menunggu hasil,” jelas dia.
Sampel makanan yang dikirim terdiri atas tahu pong, buah kelengkeng, nasi putih, kuah sup, serta sup manten. Sup manten tersebut berisi makaroni, jamur, wortel, dan irisan ayam.
Dinkes Boyolali juga terus memantau kondisi siswa setelah pemeriksaan. Hingga Senin, tidak ada lagi keluarga pasien yang datang ke Puskesmas Boyolali I untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
“Sudah tidak ada lagi keluhan dari orang tua murid, jadi sudah tidak ada lagi yang ditindaklanjuti. Tidak ada juga yang rawat inap. Kondisi siswa juga sudah semakin stabil,” jelasnya.
Kronologi Dugaan Keracunan MBG
Sebelumnya, sebanyak 96 siswa SMPN 6 Boyolali dan empat tenaga kependidikan, terdiri atas tiga guru dan satu petugas tata usaha (TU), mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan MBG pada Jumat (21/8/2026).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, FX Kristandiyoko, mengatakan dugaan keracunan berkaitan dengan menu MBG yang disajikan pada Kamis (20/8/2026). Makanan dibagikan kepada siswa sekitar pukul 09.00 WIB, sedangkan sejumlah siswa mulai merasakan gejala sekitar pukul 16.00 WIB.
Gejala yang dialami antara lain mulas, mual, perut melilit, diare, hingga pusing. Menu MBG yang disajikan terdiri atas tahu pong, buah kelengkeng, nasi putih, kuah sup, serta sup manten yang berisi makaroni, jamur, wortel, dan irisan ayam.
“Bisa saja itu prosesnya dalam pencucian, pada saat penyajian, dan sebagainya. Kalau waktu saji, sebenarnya masih dalam range normal karena masih pukul 09.00 WIB. Kami akan kaji lagi apa sebabnya. Misal E. coli itu dari airnya, misal penyaji apakah tangannya bersih dan sebagainya,” jelas dia.
Wakil Kepala SMPN 6 Boyolali Bidang Kurikulum, Marsih Sri Hartini, sebelumnya mengatakan selain 96 siswa yang terdata mengalami gejala, terdapat 26 siswa yang tidak masuk sekolah pada Jumat karena sakit. Namun, pihak sekolah belum dapat memastikan apakah kondisi mereka berkaitan dengan MBG.
Sebanyak 26 siswa tersebut kemudian didata untuk memastikan apakah mengalami gejala yang sama dengan siswa yang sebelumnya melaporkan keluhan.
"Untuk guru yang sakit ada tiga, lalu TU ada satu orang. Kebetulan sehabis ngajar saya sendiri juga diare, kemudian sempat mendahului pulang tadi," kata Marsih.
Marsih mengaku mengalami diare setelah mengajar pada Jumat. Ia juga mengungkapkan adanya kondisi makanan yang menurutnya agak mencurigakan, khususnya ayam dan jamur dalam menu sup.
“Ayamnya agak bau, ada baunya, sama jamurnya. Nah kebetulan saya juga tester, itu dikonsumsi guru dulu. Misal mencurigakan baru tidak dibagikan, kebetulan saya kemarin tidak apa-apa,” jelas dia.
Menurut Marsih, terdapat satu kelas yang tidak mengalami gejala sakit, yakni kelas VIII E. Para siswa di kelas tersebut tidak mengonsumsi menu MBG yang dibagikan.
“Jadi siswa kelas VIII E mungkin buka [menu] tapi enggak suka, jadi enggak makan,” kata dia.
Hingga Senin (24/8/2026), kondisi siswa di SMPN 6 Boyolali dilaporkan telah kembali stabil. Sementara itu, penyebab pasti munculnya gejala yang dialami siswa dan tendik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Jet tempur Sukhoi TNI AU tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin. Simak sejarah pembelian 11 unit Sukhoi SU-35 dari Rusia.
Budi Gunadi Sadikin masuk bursa Dirjen WHO bersama tiga kandidat lain di tengah tekanan pendanaan organisasi kesehatan dunia.
Recall mobil China melibatkan Tesla, Xiaomi, Leapmotor hingga Xpeng karena mekanisme pintu darurat sulit dikenali.
Bank dapat memblokir rekening dalam kondisi tertentu. Simak dasar hukum, prosedur, serta hak nasabah saat rekening dibatasi.
Compaq kembali hadir lewat tablet Android QTab Ultra 12.6 dengan layar AMOLED 12,6 inci, RAM 12 GB, dan baterai 11.000 mAh.
Belanda kembali mundur dari Eurovision 2027. AVROTROS menilai ajang musik itu tak lagi netral akibat dampak konflik Gaza.