Industri Kendaraan Listrik Bantu Indonesia Kejar Net Zero Emisi 2060

Newswire
Newswire Sabtu, 29 Agustus 2026 03:17 WIB
Industri Kendaraan Listrik Bantu Indonesia Kejar Net Zero Emisi 2060

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat saat menghadiri kegiatan Go-See and Pitch Trip KADIN dalam kunjungan industri ke PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jumat (28/8/2026). Ist

Harianjogja.com, MAGELANG — Industri kendaraan listrik dinilai memiliki peran strategis dalam membantu Indonesia mengejar target net zero emission pada 2060. Pengembangan kendaraan berbasis listrik tidak hanya berkaitan dengan pengurangan emisi, tetapi juga dinilai dapat memperkuat industri nasional, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong kemandirian ekonomi.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengatakan pengembangan industri otomotif berbasis listrik merupakan salah satu langkah konkret menuju transformasi ekonomi yang lebih ramah lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Jumhur saat menghadiri kegiatan Go-See and Pitch Trip KADIN dalam kunjungan industri ke PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jumat (28/8/2026).

Menurut Jumhur, kendaraan listrik menawarkan peluang untuk mengurangi emisi dari sektor transportasi yang selama ini masih bergantung pada kendaraan berbahan bakar fosil.

“Pengembangan otomotif berbasis listrik menunjukkan bahwa Indonesia mulai bergerak menuju target net zero emission 2060. Transformasi ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi emisi dari sektor transportasi,” ujar Jumhur.

Namun, ia menegaskan transformasi menuju kendaraan listrik tidak boleh dipahami sebatas mengganti mesin berbahan bakar minyak dengan motor listrik.

Menurutnya, perubahan tersebut harus dibarengi dengan pembangunan ekosistem industri kendaraan listrik secara menyeluruh. Ekosistem itu mencakup manufaktur, riset dan inovasi, rantai pasok, hilirisasi mineral, teknologi baterai hingga penciptaan lapangan pekerjaan hijau atau green jobs.

Jumhur menilai penguatan industri dalam negeri menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Indonesia perlu meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat tingkat komponen dalam negeri (TKDN), sekaligus meningkatkan daya saing industri otomotif nasional.

“Yang sedang dibangun bukan hanya kendaraan listriknya, tetapi ekosistem industrinya. Mulai dari manufaktur, teknologi, rantai pasok, baterai sampai sumber daya manusia yang akan menopang industri tersebut,” katanya.

Perlu Libatkan Masyarakat Lokal

Jumhur juga menyoroti pentingnya kesiapan sosial dalam pembangunan industri kendaraan listrik. Menurutnya, investasi berskala besar harus dibangun dengan melibatkan masyarakat sejak tahap awal.

Ia menyebut social preparation dan social integration sebagai dua aspek yang perlu diperhatikan agar kehadiran industri tidak menimbulkan persoalan sosial di kemudian hari.

Persiapan tersebut dapat dilakukan melalui komunikasi terbuka, peningkatan kompetensi tenaga kerja, pemberdayaan masyarakat sekitar, serta pelibatan pemangku kepentingan dalam proses pembangunan.

Menurut Jumhur, keberhasilan investasi tidak cukup hanya diukur dari besarnya modal yang masuk atau jumlah pabrik yang dibangun. Industri juga membutuhkan kepercayaan masyarakat di sekitar lokasi usaha.

“Industri harus hadir bersama masyarakat. Karena itu, masyarakat perlu dipersiapkan, tenaga kerja lokal ditingkatkan kompetensinya dan komunikasi dengan berbagai pihak harus dibangun sejak awal,” jelasnya.

Jumhur berkaca pada persoalan investasi pabrik kendaraan listrik di Kabupaten Subang yang sempat mendapat penolakan warga. Salah satu persoalan yang disoroti berkaitan dengan keterlibatan sumber daya manusia lokal.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bahwa pembangunan industri harus memperhatikan kepentingan masyarakat di sekitar kawasan.

“Investasi yang baik adalah investasi yang memperoleh kepercayaan masyarakat. Dengan begitu, manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas dan potensi konflik sosial bisa ditekan,” ujarnya.

Dorong Green Jobs dan Zero Accident

Selain aspek lingkungan dan sosial, Jumhur mengingatkan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja dalam pembangunan industri kendaraan listrik.

Ia mendorong penerapan budaya zero accident sebagai bagian dari tata kelola industri modern. Menurutnya, keselamatan pekerja bukan sekadar kewajiban perusahaan untuk memenuhi regulasi, melainkan menjadi indikator kualitas pengelolaan industri.

“Industri kendaraan listrik harus dibangun dengan standar keselamatan yang kuat. Green jobs harus berjalan beriringan dengan perlindungan dan keselamatan pekerja,” kata Jumhur.

Ia berharap integrasi antara green jobs, social preparation, social integration, dan zero accident dapat membentuk ekosistem kendaraan listrik yang kompetitif sekaligus berkelanjutan.

Dengan pendekatan tersebut, industri kendaraan listrik diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga memperkuat perekonomian nasional dan membuka kesempatan kerja berkualitas.

KADIN Dorong Kemandirian Industri

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Anindya Bakrie mengatakan pengembangan industri kendaraan listrik sejalan dengan upaya memperkuat kemandirian industri nasional.

Menurut Anindya, kendaraan listrik memiliki potensi memberikan manfaat dari berbagai sisi, mulai dari pengurangan emisi karbon, efisiensi energi hingga penciptaan lapangan pekerjaan.

“Kami melihat pengembangan industri kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya Indonesia membangun kekuatan industri sendiri. Di saat yang sama, transformasi ini dapat membantu mengurangi emisi, mengurangi ketergantungan terhadap subsidi bahan bakar dan membuka lapangan kerja,” ujar Anindya.

Kegiatan Go See and Pitch KADIN di PT VKTR Sakti Industries Magelang tersebut menjadi ruang pertemuan berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem industri kendaraan listrik, termasuk vendor dan pelaku usaha pendukung.

Anindya mengatakan kolaborasi diperlukan untuk membangun sistem industri kendaraan listrik yang semakin kuat di dalam negeri.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Menteri Lingkungan Hidup dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan dari sektor lingkungan menunjukkan bahwa industrialisasi kendaraan listrik tidak hanya berorientasi pada peningkatan TKDN dan pertumbuhan ekonomi.

“Industrialisasi yang kita dorong harus memberikan nilai tambah di dalam negeri sekaligus memiliki dampak lingkungan yang positif. Karena itu, kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah sangat penting,” tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online