KBD 2026 Solo Sasar 3 Kelurahan, Talud dan Saluran Air Dibantu TNI

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Sabtu, 12 September 2026 00:17 WIB
KBD 2026 Solo Sasar 3 Kelurahan, Talud dan Saluran Air Dibantu TNI

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani membuka pelaksanaan KBD tersebut di Taman Cerdas Gandekan, Kecamatan Jebres, Rabu (9/9/2026).

Harianjogja.com, SOLO— Tiga kelurahan di Kota Solo mendapat giliran penanganan infrastruktur lingkungan melalui program Karya Bhakti Daerah (KBD) Tahap III, IV, dan V Tahun 2026. Perbaikan talud, pavingisasi, hingga pembenahan saluran air menjadi sasaran utama program yang melibatkan Pemerintah Kota Surakarta, TNI, dan masyarakat tersebut.

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani membuka pelaksanaan KBD tersebut di Taman Cerdas Gandekan, Kecamatan Jebres, Rabu (9/9/2026).

Tiga lokasi yang menjadi sasaran KBD kali ini yakni Kelurahan Gandekan, Tipes, dan Semanggi. Penentuan sasaran dilakukan berdasarkan usulan dari wilayah dan hasil survei lapangan untuk memastikan pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Di Kelurahan Gandekan, KBD Tahap III difokuskan pada perbaikan talud dan pavingisasi di sisi timur Taman Cerdas Gandekan. Talud yang mengalami kerusakan dan ambrol di sejumlah bagian akan diperbaiki sekaligus dilengkapi pagar pengaman di sepanjang sisi sungai.

Pekerjaan talud tersebut memiliki panjang sekitar 50,19 meter. Selain itu, dilakukan pembangunan pavingisasi jalan dengan ukuran 5,19 x 2,20 meter.

Sementara itu, KBD Tahap IV di Kelurahan Tipes menyasar saluran air di Jalan Gatotkaca Gang Manggis RT 04/RW 12. Saluran sepanjang 110 meter akan diperbaiki karena dimensinya dinilai relatif kecil dan berpotensi menyebabkan genangan, terutama karena lokasinya berdekatan dengan sungai.

Adapun di Kelurahan Semanggi, KBD Tahap V diarahkan pada pembenahan saluran air di sisi utara Jalan Bogowonto. Sejumlah segmen saluran yang mengalami kerusakan akan ditangani untuk mengurangi potensi genangan di lingkungan permukiman warga.

Bukan Sekadar Bangun Infrastruktur

Astrid mengatakan KBD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Program tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan masyarakat.

“Karya Bhakti Daerah bukan sekadar kegiatan pembangunan fisik. Lebih dari itu, KBD merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI, Pemerintah Kota, dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan yang ada di lingkungan,” ujar Astrid.

Pemkot Surakarta mengapresiasi keterlibatan Kodim 0735/Surakarta beserta Koramil dan jajarannya, perangkat daerah, pemerintah kelurahan, LPMK, Pokmas KBD, serta masyarakat dalam pelaksanaan program tersebut.

Menurut Astrid, KBD diharapkan mampu menjawab persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, keberhasilan program tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya kepedulian dan partisipasi warga.

Kegiatan KBD juga dapat dilengkapi dengan program nonfisik, seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, edukasi lingkungan, pemilahan sampah, pencegahan penyalahgunaan narkotika, dan kegiatan lain sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Warga Diminta Rawat Hasil Pembangunan

Astrid meminta masyarakat ikut menjaga hasil pembangunan setelah KBD selesai. Menurutnya, infrastruktur yang dibangun melalui semangat gotong royong akan memberikan manfaat lebih lama jika dirawat bersama.

“Kami berharap pelaksanaan KBD ini tidak berhenti pada selesainya pekerjaan fisik. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan dapat terus dijaga setelah program selesai,” katanya.

Ia juga mengingatkan pelaksana agar memperhatikan aspek teknis selama pekerjaan, termasuk elevasi dan kemiringan saluran, keberadaan utilitas di sekitar lokasi, serta pengaturan akses karena sejumlah titik berada di jalan yang relatif sempit.

“Setiap pekerjaan pembangunan pasti memiliki dinamika di lapangan. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, kita dapat meminimalkan hambatan dan memastikan pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Astrid berharap KBD di Gandekan, Tipes, dan Semanggi tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga memperkuat guyub rukun masyarakat.

“Mari kita bangun Surakarta tidak hanya melalui program pemerintah, tetapi melalui kekuatan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online