Pariwisata Karimunjawa Makin Ramai, Penumpang Tembus 190.000 Orang

Newswire
Newswire Kamis, 17 September 2026 17:07 WIB
Pariwisata Karimunjawa Makin Ramai, Penumpang Tembus 190.000 Orang

Foto ilustrasi, kapal penumpang bersandar di Pelabuhan Jepara, Jawa Tengah./Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif

Harianjogja.com, JEPARA— Pergerakan penumpang menuju dan dari Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mencapai lebih dari 190.000 orang sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Mobilitas tersebut didominasi wisatawan dan terus didukung penguatan konektivitas transportasi menuju kawasan kepulauan Karimunjawa.

Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar mengatakan peningkatan mobilitas tersebut tidak terlepas dari penguatan layanan transportasi. Salah satunya dilakukan melalui penambahan armada kapal penumpang berkapasitas besar dari Pelabuhan Kartini Jepara.

"Jumlah tersebut terus bertambah seiring penguatan konektivitas transportasi menuju kawasan kepulauan Karimunjawa dari Pelabuhan Kartini Jepara, salah satunya dengan penguatan armada kapal penumpang berkapasitas besar," ujarnya saat menghadiri upacara Hari Perhubungan Nasional mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo di halaman Kantor Unit Pelabuhan Kelas II Jobokuto Jepara, Kamis (17/9/2026).

Konektivitas Karimunjawa Diperkuat dari Darat hingga Udara

Ibnu Hajar mengatakan konektivitas menuju Karimunjawa terus diperkuat melalui berbagai moda transportasi. Pengembangan tersebut mencakup transportasi darat, laut, hingga udara.

Untuk transportasi darat, penguatan konektivitas dilakukan melalui layanan angkutan perintis DAMRI. Rute layanan tersebut mencakup Pelabuhan Karimunjawa, Kemujan, Bandara Dewadaru, hingga Pelabuhan Legon Bajak.

Sementara itu, pada sektor transportasi laut, layanan rute Jepara-Karimunjawa bertambah dengan hadirnya Kapal Motor Cepat (KMC) Express Bahari 7G.

Kapal tersebut memiliki kapasitas hingga 487 penumpang. Dengan tambahan armada tersebut, kini terdapat total lima kapal penumpang yang melayani konektivitas Jepara-Karimunjawa.

Ibnu Hajar menyebut sepanjang 2025, pergerakan penumpang naik dan turun di Karimunjawa tercatat lebih dari 247.000 orang. Sementara itu, dalam delapan bulan pertama 2026, jumlah pergerakan penumpang telah mencapai lebih dari 190.000 orang.

"Lebih dari 190.000 pergerakan penumpang tercatat di Karimunjawa sepanjang Januari-Agustus 2026. Mobilitas tersebut didukung layanan transportasi darat, laut, dan udara yang menghubungkan kawasan kepulauan itu dengan sejumlah titik," ujarnya.

Pengawasan Pelabuhan Karimunjawa Diperkuat

Selain konektivitas, sektor kepelabuhanan di Karimunjawa juga mendapat penguatan. Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Karimunjawa memasang kamera pengawas atau CCTV di empat lokasi.

Pemasangan CCTV tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengawasan dan keamanan di kawasan pelabuhan.

Sejak 2022, UPP Kelas III Karimunjawa juga telah menerbitkan sebanyak 962 Pas Kecil. Dokumen tersebut berfungsi sebagai identitas sekaligus tanda pendaftaran bagi kapal-kapal berukuran kecil.

Express Bahari 7G Tambah Kapasitas Penyeberangan

Kehadiran KMC Express Bahari 7G menjadi salah satu tambahan armada yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas Jepara-Karimunjawa.

Express Bahari 7G merupakan armada terbaru sekaligus kapal terbesar yang dimiliki PT Pelayaran Sakti Inti Makmur. Kapal tersebut menggunakan mesin dan teknologi generasi terbaru untuk mendukung pelayanan transportasi laut.

Kehadiran Express Bahari 7G di Jepara juga berkaitan dengan perhatian Pemkab Jepara terhadap pengembangan sektor pariwisata.

Sebelumnya, kapal tersebut tidak direncanakan untuk melayani rute Jepara-Karimunjawa. Namun, adanya permintaan dari Bupati Jepara agar perusahaan turut mendukung percepatan pengembangan pariwisata daerah membuat Express Bahari 7G akhirnya dihadirkan untuk melayani jalur tersebut.

Kapal tersebut memiliki keunggulan dari sisi teknologi karena menggunakan mesin dan sistem terbaru untuk menunjang pelayanan kepada penumpang.

Dengan semakin baiknya fasilitas Pelabuhan Kartini serta bertambahnya armada penyeberangan, akses menuju Karimunjawa diharapkan semakin optimal.

Penguatan konektivitas tersebut diharapkan ikut mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Karimunjawa. Di sisi lain, meningkatnya mobilitas orang juga membuka peluang lebih besar bagi pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat, baik di wilayah daratan Jepara maupun Kepulauan Karimunjawa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online