Kebakaran TPA Jatibarang Semarang, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Sehat

Newswire
Newswire Jum'at, 02 Oktober 2026 20:57 WIB
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Sehat

Kondisi TPS Jatibarang Semarang, Jumat (2/10), masih dipenuhi kabut asap sisa kebakaran./Antara-I.C. Senjaya

Harianjogja.com, SEMARANG—Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat kualitas udara di sekitar TPA Jatibarang, Jawa Tengah, dalam radius hingga 2 kilometer tidak memenuhi syarat bagi kesehatan masyarakat setelah kawasan tersebut dilanda kebakaran.

Kebakaran TPA Jatibarang terjadi sejak Rabu (30/9) malam. Dinas Kesehatan Kota Semarang kemudian melakukan pengukuran udara ambien di sejumlah titik untuk mengetahui dampak asap kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar lokasi.

Kadar Sulfur Dioksida Melebihi Ambang Batas

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam mengatakan pengukuran kualitas udara dilakukan di beberapa lokasi dengan jangkauan hingga radius 2 kilometer dari kawasan TPA Jatibarang.

Pengukuran tersebut dilakukan pada Kamis (1/10), antara lain di SMAN 7 Semarang dan kantor Kelurahan Bambankerep.

Hasil pengukuran menunjukkan kadar sulfur dioksida di SMAN 7 Semarang yang berjarak sekitar 1,9 kilometer dari TPA Jatibarang mencapai 258,26 mikrogram per meter kubik.

"Untuk yang di area TPA Jatibarang jauh lebih tinggi," kata Hakam.

Menurut dia, angka tersebut berada di atas batas normal ambang batas baku mutu udara ambien yang ditetapkan sebesar 150 mikrogram per meter kubik.

Dengan demikian, kondisi udara di kawasan yang terdampak asap kebakaran perlu menjadi perhatian karena dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan masyarakat, khususnya mereka yang berada di sekitar TPA Jatibarang.

Berisiko Ganggu Pernapasan

Hakam menjelaskan salah satu risiko kesehatan yang dapat dialami masyarakat akibat paparan asap kebakaran TPA Jatibarang adalah gangguan pernapasan.

Karena itu, Dinas Kesehatan Kota Semarang merekomendasikan masyarakat menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap, terutama kelompok yang rentan terhadap dampak kualitas udara.

Kelompok rentan tersebut antara lain bayi, ibu hamil, orang lanjut usia, hingga penderita komorbit.

Dinas Kesehatan Kota Semarang juga telah menyiagakan petugas kesehatan di sejumlah puskesmas yang berada di sekitar wilayah TPA Jatibarang. Petugas tersebut melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat serta dampak asap yang ditimbulkan kebakaran.

"Monitoring wilayah dilakukan untuk mengetahui dampak dari asap kebakaran TPA," ujarnya.

Kebakaran Melanda Area 10 Hektare

TPA Jatibarang Semarang terbakar pada Rabu (30/9) malam. Kebakaran tersebut melanda area seluas 10 hektare.

Kondisi kebakaran berangsur padam, tetapi masih terdapat sejumlah titik api di kawasan TPA Jatibarang.

Keberadaan titik-titik api tersebut masih menimbulkan kepulan asap tebal yang keluar dari tumpukan sampah sisa terbakar. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian karena asap dapat berdampak terhadap kualitas udara di kawasan sekitar.

Pengukuran kualitas udara oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana dampak asap kebakaran terhadap kondisi udara di lingkungan sekitar TPA Jatibarang.

Dengan hasil pengukuran kadar sulfur dioksida yang mencapai 258,26 mikrogram per meter kubik di SMAN 7 Semarang, masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak diimbau memperhatikan kondisi udara dan menggunakan masker, terutama bagi kelompok rentan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online