Kedai Kopi di Banyumas Ini Manfaatkan QRIS untuk Hadapi Persaingan Usaha
Kedai kopi Berkah Swasembada di Banyumas memanfaatkan QRIS BRI dan layanan digital dengan pendampingan BRI Region 11 Yogyakarta.
Berkah Swasembada, kedai kopi milik Ibnu Fajri di Ajibarang Kulon, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Ist
Harianjogja.com, BANYUMAS—Persaingan usaha kedai kopi mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terus beradaptasi, termasuk dalam memanfaatkan teknologi digital. Hal ini dilakukan Berkah Swasembada, kedai kopi milik Ibnu Fajri di Ajibarang Kulon, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang menggunakan layanan transaksi digital untuk mendukung kegiatan usahanya.
Usaha yang dirintis pada 2025 itu berawal dari ketertarikan Ibnu terhadap kopi dan keinginannya mengenal beragam jenis kopi. Seiring perkembangan bisnis, ia menghadapi persaingan yang semakin ketat. Untuk menjaga keberlangsungan usaha, Ibnu berupaya mempertahankan kualitas produk, menawarkan harga terjangkau, serta memanfaatkan platform digital untuk memperluas pengenalan kedainya kepada masyarakat.
“Saya memulai usaha ini karena memang memiliki ketertarikan terhadap kopi dan ingin terus belajar mengenal berbagai jenis kopi. Di tengah persaingan yang ada, saya berusaha menjaga kualitas produk, menetapkan harga yang terjangkau, dan memanfaatkan platform digital agar Berkah Swasembada semakin dikenal masyarakat,” ujar Ibnu, melalui keterangan persnya, Jumat (9/10/2026)
Dalam menjalankan usaha, Ibnu memanfaatkan sejumlah layanan digital dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, di antaranya QRIS BRI, BRImo, dan BRImerchant. Layanan tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan transaksi dan menyesuaikan operasional kedai dengan kebiasaan konsumen yang semakin akrab dengan pembayaran nontunai.
Pemanfaatan teknologi pembayaran menjadi salah satu cara bagi pelaku UMKM untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan ekonomi digital. Selain memberikan alternatif pembayaran kepada pelanggan, transaksi digital juga dapat membantu pelaku usaha memantau aktivitas transaksi secara lebih terstruktur.
BRI melalui Region 11 Yogyakarta turut mendorong pemanfaatan layanan tersebut melalui edukasi dan pendampingan kepada pelaku UMKM. Petugas transaksi BRI Branch Office Ajibarang secara berkelanjutan memberikan pendampingan mengenai penggunaan QRIS BRI agar pelaku usaha semakin memahami manfaat dan cara pemanfaatannya dalam kegiatan bisnis sehari-hari.
Regional Chief Executive Officer BRI Region 11 Yogyakarta, Kusdinar Wiraputra, mengatakan digitalisasi menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan UMKM. Pemanfaatan layanan transaksi digital dapat memberikan pilihan pembayaran yang praktis, mengurangi ketergantungan pada uang tunai, serta membantu pencatatan transaksi usaha.
Dengan pencatatan transaksi yang lebih terstruktur, pelaku UMKM juga dapat memperoleh gambaran mengenai aktivitas bisnisnya. Informasi tersebut bisa menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah pengembangan usaha berikutnya.
Melalui QRIS BRI, pelaku usaha dapat menerima pembayaran nontunai menggunakan kode QR yang dipindai melalui aplikasi pembayaran yang mendukung standar QRIS. Metode ini memungkinkan penerimaan pembayaran QR tanpa harus menyediakan mesin electronic data capture (EDC) khusus untuk transaksi QRIS.
“Kami terus mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan layanan transaksi digital sebagai bagian dari pengembangan usaha. Melalui QRIS BRI, kami berharap pelaku usaha dapat memberikan kemudahan pembayaran bagi pelanggan sekaligus mulai membangun pencatatan transaksi yang lebih terstruktur,” ujar Kusdinar.
Selain QRIS, BRI menyediakan BRImo untuk mendukung kebutuhan transaksi perbankan nasabah dan BRImerchant untuk membantu pengelolaan aktivitas transaksi merchant. Pemanfaatan layanan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional masing-masing pelaku usaha.
Bagi Ibnu, pengembangan Berkah Swasembada masih menjadi proses pembelajaran. Ia berencana memperluas jangkauan pasar agar kedai kopinya semakin dikenal masyarakat. Menjaga kualitas produk, memahami karakter konsumen, dan memanfaatkan peluang pemasaran digital menjadi bagian dari upayanya menghadapi persaingan.
Pendampingan kepada Berkah Swasembada merupakan bagian dari upaya BRI Region 11 Yogyakarta memperluas pemanfaatan layanan keuangan digital di kalangan UMKM. Dukungan tidak hanya dilakukan melalui penyediaan produk perbankan, tetapi juga lewat edukasi agar pelaku usaha memahami penggunaan layanan sesuai kebutuhan bisnisnya.
Dengan semakin luasnya akses terhadap transaksi digital dan layanan keuangan formal, UMKM diharapkan dapat meningkatkan kesiapan menghadapi perubahan perilaku konsumen. Bagi usaha kecil seperti kedai kopi, adaptasi tersebut menjadi salah satu langkah untuk menjaga keberlangsungan bisnis sekaligus membuka peluang pertumbuhan di tengah perkembangan ekonomi digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kedai kopi Berkah Swasembada di Banyumas memanfaatkan QRIS BRI dan layanan digital dengan pendampingan BRI Region 11 Yogyakarta.
Imigrasi Kulonprogo membentuk Timpora di Bandara YIA untuk memperkuat pengawasan WNA, menyusul temuan cairan etomidate yang dibawa WN Italia.
Polres Bantul mengerahkan sekitar 900 personel untuk mengamankan laga PSIM Yogyakarta melawan Persija Jakarta di Stadion Sultan Agung, Sabtu (10/10).
GP Singapura tetap berjalan sesuai agenda meski terdampak kabut asap. Lando Norris berharap McLaren segera mengatasi masalah performa mobil.
ROSO Restaurant di Grand Hotel De Djokja menghadirkan perjalanan gastronomi Nusantara melalui kolaborasi chef Indonesia dalam Wonderful Indonesia Gastronomy
Produktivitas padi di Bantul diklaim meningkat hingga lebih dari 10 ton per hektare dengan sistem tanam benih langsung atau Tabela.