Kebakaran Hutan Gunung Lawu, 244 Personel Gabungan Dikerahkan

Newswire
Newswire Sabtu, 17 Oktober 2026 22:47 WIB
Kebakaran Hutan Gunung Lawu, 244 Personel Gabungan Dikerahkan

Foto ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. - Magnific

Harianjogja.com, KARANGANYAR— Pemadaman kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, masih menghadapi kendala medan yang sulit dijangkau dan keterbatasan peralatan. Sebanyak 244 personel gabungan dikerahkan untuk mengendalikan api sekaligus mencegah kebakaran meluas.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan mengatakan personel dari Polri, TNI, relawan, dan instansi terkait terus berupaya memadamkan kebakaran. Namun, kondisi lapangan membuat penanganan masih mengandalkan peralatan konvensional.

Saat meninjau perkembangan penanganan kebakaran pada Sabtu, Roy menyampaikan bahwa dukungan tambahan sedang diupayakan agar pemadaman bisa menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.

Helikopter Penerbad Diupayakan untuk Water Bombing

Salah satu langkah yang ditempuh ialah mengupayakan bantuan helikopter dari Penerbad. Helikopter tersebut diharapkan dapat membantu pemadaman menggunakan metode water bombing atau pengeboman air dari udara.

Dukungan itu dinilai diperlukan karena peralatan yang tersedia di lokasi belum memadai untuk menjangkau seluruh titik kebakaran. Sementara itu, kondisi medan yang berat turut membatasi ruang gerak personel dalam melakukan pemadaman secara langsung.

Selain mengupayakan helikopter, pihak kepolisian juga membahas kemungkinan modifikasi cuaca bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Opsi tersebut dipertimbangkan untuk membantu penanganan kebakaran di tengah kemarau panjang dan angin kencang. Meski demikian, pelaksanaannya masih bergantung pada hasil penilaian BMKG.

“Angin cukup besar, antara lain disampaikan kita akan melakukan modifikasi cuaca. Tapi sangat tergantung dengan hasil penilaian dari teman-teman BMKG untuk membuat status modifikasi cuaca itu,” kata Roy.

Penyebab Kebakaran Lereng Lawu Masih Didalami

Di sisi lain, penyebab kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu belum dapat dipastikan. Roy menyebut kelalaian manusia sebagai salah satu kemungkinan yang masih perlu ditelusuri.

Ia menegaskan dugaan tersebut belum bisa menjadi kesimpulan karena pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) belum dilakukan.

Dengan demikian, penyebab kebakaran masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Untuk sementara, Ia mengungkapkan, upaya penanganan akan berfokus pada pemadaman api dan pencegahan agar kebakaran tidak meluas ke kawasan hutan di sekitarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online