36 Persen Bendungan di Jawa Defisit Air, Pemerintah Siapkan Modifikasi Cuaca

Newswire
Newswire Rabu, 21 Oktober 2026 10:37 WIB
36 Persen Bendungan di Jawa Defisit Air, Pemerintah Siapkan Modifikasi Cuaca

Foto ilustrasi pipa air bersih dari sumber air. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Sebanyak 36% bendungan di Pulau Jawa mengalami defisit air akibat kekeringan yang dipicu fenomena El Nino. Untuk menjaga ketersediaan air, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan operasi modifikasi cuaca guna meningkatkan peluang hujan sekaligus menyusun pola pengelolaan waduk agar cadangan air dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan prioritas.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti mengatakan, kemarau berkepanjangan tahun ini menyebabkan volume air di sejumlah bendungan terus menyusut. Kondisi tersebut mendorong pemerintah menyiapkan langkah penanganan jangka pendek untuk menjaga pasokan air.

"Sebenarnya kalau bendungan-bendungan karena kemarau ya terus terang aja kan menyusut, ya kan? Masalah air dan sebagainya. Nah, untuk hal ini, kita berharap supaya bisa turun hujan ya, mungkin nanti kita dengan modifikasi cuaca ya," kata Diana terkonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Melalui modifikasi cuaca, pemerintah berharap peluang turunnya hujan meningkat sehingga cadangan air di bendungan tetap terjaga. Upaya tersebut menjadi salah satu langkah menghadapi penurunan pasokan air akibat kemarau dan fenomena El Nino.

Kementerian PU Siapkan Modifikasi Cuaca dan Pengaturan Waduk

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PU, Adenan Rasyid, mengatakan pemerintah juga melakukan operasi modifikasi cuaca untuk menambah pasokan air di wilayah yang membutuhkan.

Selain mendatangkan tambahan air melalui upaya tersebut, Kementerian PU menyusun pola operasi waduk untuk mengatur ketersediaan air di setiap bendungan. Pengaturan dilakukan dengan mempertimbangkan batas minimal pengelolaan waduk serta kebutuhan prioritas yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

"Seperti Ibu Wamen (PU) sampaikan tadi bahwa kita mengadakan operasi modifikasi cuaca untuk menambah air melalui kementerian, juga kita membuat pola operasi waduk," katanya.

Pola operasi waduk tersebut menjadi bagian dari pengelolaan sumber daya air di tengah berkurangnya cadangan akibat kemarau. Dengan pengaturan itu, kebutuhan yang diprioritaskan dapat menjadi pertimbangan dalam pengelolaan air yang tersedia.

Pembangunan Bendungan untuk Ketahanan Air 2028

Selain penanganan dampak kemarau, Kementerian PU mulai mengidentifikasi kebutuhan pembangunan bendungan yang belum selesai untuk mendukung perencanaan program tahun anggaran 2028.

Diana menyampaikan alokasi pembangunan bendungan untuk 2027 pada dasarnya telah tersedia. Sementara itu, kebutuhan pembangunan lanjutan pada 2028 mulai dipersiapkan sejak sekarang agar pelaksanaannya tidak mengalami penundaan.

Ia menegaskan identifikasi kebutuhan pembangunan bendungan akan segera dituntaskan. Proyek-proyek prioritas tersebut diharapkan dapat mendukung ketahanan sumber daya air ketika risiko kekeringan meningkat akibat kemarau.

Langkah pembangunan infrastruktur tersebut melengkapi upaya penanganan jangka pendek berupa modifikasi cuaca dan pengaturan operasi waduk. Pemerintah menyiapkan kedua pendekatan tersebut untuk menghadapi persoalan ketersediaan air.

Sebanyak 62 Kabupaten/Kota di Jawa Terdampak Kekeringan

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan bahwa defisit air tidak hanya terjadi di bendungan, tetapi juga berdampak pada sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Sebanyak 36% bendungan di Jawa mengalami defisit air akibat kekeringan yang dipicu fenomena El Nino. Selain itu, 62 dari 119 kabupaten/kota di Jawa turut terdampak kondisi tersebut.

AHY juga menyebut sejumlah bendungan di luar Pulau Jawa mengalami kekeringan. Situasi ini memengaruhi ketersediaan air sehingga pemerintah menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga pasokan air nasional.

"El Nino, 36 persen bendungan di Jawa defisit. Kemudian 62 dari 119 kabupaten/kota di Jawa terdampak dan beberapa bendungan lainnya di luar Pulau Jawa mengalami kekeringan," kata AHY dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Swasembada Air Nasional di Jakarta, Kamis (15/10).

Data tersebut menggambarkan luasnya dampak kekeringan terhadap infrastruktur penyimpanan air dan wilayah di Jawa. Pemerintah pun menempuh sejumlah langkah, mulai dari operasi modifikasi cuaca dan pengaturan waduk hingga persiapan kebutuhan pembangunan bendungan untuk mendukung ketahanan air dalam jangka panjang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online