Karhutla Meluas, Jateng Minta Jalur Pendakian Gunung Ditutup

Newswire
Newswire Kamis, 22 Oktober 2026 23:57 WIB
Karhutla Meluas, Jateng Minta Jalur Pendakian Gunung Ditutup

Foto ilustrasi mendaki gunung, dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT

Harianjogja.com, SEMARANG—Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta seluruh jalur pendakian gunung ditutup sementara untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pembatasan aktivitas di lereng gunung juga diminta menyusul kebakaran yang terjadi di Gunung Lawu, Gunung Sumbing, hingga Gunung Pakuwaja di kawasan Dieng.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan permintaan tersebut menindaklanjuti masukan dari Polda Jateng. Balai taman nasional dan pengelola kawasan gunung diminta membatasi aktivitas pendakian untuk sementara waktu.

"Kejadian kebakaran di Gunung Lawu dan Sumbing diduga karena 'human error'. Dugaan awal ya. Karenanya, aktivitas kegiatan di gunung ini, baik itu petani maupun pendaki, harapannya bisa diminimalisir untuk tidak menggunakan api di atas," katanya di Semarang, Kamis.

Menurut Bergas, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah telah menindaklanjuti permintaan tersebut dengan menghubungi Balai Taman Nasional dan Perhutani. Tembusan juga disampaikan kepada TNI dan Polri untuk mendukung pembatasan atau pelarangan aktivitas di kawasan gunung.

Pemadaman Karhutla Dilakukan dari Darat dan Udara

Di tengah pembatasan aktivitas, penanganan kebakaran di Gunung Lawu, Gunung Sumbing, dan Gunung Pakuwaja di kawasan Dieng terus dilakukan.

Untuk Gunung Lawu, pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara menggunakan metode water bombing atau penyiraman air dari udara. Petugas juga membuat pembatas jalur api untuk mencegah kebakaran meluas.

Bergas menyebut sebagian titik kebakaran di Gunung Lawu sudah berjarak sekitar lima kilometer dari permukiman warga. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya penanganan kebakaran.

Sementara itu, untuk kebakaran di Gunung Sumbing, surat pengajuan pemindahan satu unit helikopter dari Gunung Lawu telah dikirimkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Helikopter tersebut direncanakan mendukung pemadaman melalui water bombing di Gunung Sumbing.

Jalur Pendakian Lawu hingga Slamet Diminta Ditutup

Secara terpisah, Kepala DLHK Jawa Tengah, Heru Djatmika, membenarkan adanya surat imbauan atau permintaan kepada pengelola pos pendakian di seluruh gunung di wilayah Jawa Tengah.

Permintaan tersebut tertuang dalam surat DLHK Jateng Nomor S/500.4/891/2026 tertanggal Rabu, 21 Oktober 2026, dengan perihal Penutupan Sementara Jalur Pendakian Gunung dan Penyiapan Lahan Tanpa Bakar.

"Baik Gunung Lawu, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, maupun Gunung Slamet dan lainnya untuk sementara waktu menutup pintu masuk pendakian," katanya.

Selain pembatasan pendakian, surat tersebut juga memuat upaya penyiapan lahan tanpa bakar. Langkah ini berkaitan dengan pencegahan kebakaran akibat aktivitas manusia di kawasan gunung dan lahan sekitarnya.

Dua Helikopter Disiapkan untuk Pemadaman

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan dua helikopter dari TNI disiapkan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla di kawasan Gunung Lawu dan Gunung Sumbing. Operasi pemadaman melalui udara tersebut akan dilakukan oleh BNPB.

Penanganan kebakaran di kedua gunung itu telah ditingkatkan menyusul penetapan status tanggap darurat.

"Bupati sudah koordinasi dengan kita. Sudah ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Kalau bisa water bombing di Lawu kita geser ke Sumbing. Sehingga dua tempat ini bisa kita atasi bersama-sama," katanya.

Penutupan sementara jalur pendakian dan pembatasan aktivitas di kawasan gunung menjadi bagian dari langkah antisipasi pemerintah daerah di tengah penanganan karhutla. Pemerintah juga mengupayakan dukungan pemadaman dari udara untuk membantu mengendalikan kebakaran di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online