MenPPPA Ajak Wanita Syarikat Islam Perkuat Kemandirian Perempuan
MenPPPA Arifah Fauzi mengajak Wanita Syarikat Islam memperkuat kemandirian ekonomi, mencegah kekerasan, dan melahirkan pemimpin perempuan.
Foto ilustrasi irigasi pertanian / foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, TEMANGGUNG—Pembangunan jaringan irigasi air tanah (JIAT) di empat lokasi di Kabupaten Temanggung mendapat anggaran total sekitar Rp6,9 miliar. Program ini ditujukan untuk menunjang ketersediaan air bagi lahan pertanian dan membantu memenuhi kebutuhan irigasi petani.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Temanggung, Hendy Wahyu, mengatakan pembangunan dilakukan melalui pengeboran air tanah. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian.
“Ada empat lokasi yang menjadi sasaran pembangunan JIAT,” kata Hendy di Temanggung, Jawa Tengah, Minggu.
Keempat lokasi tersebut meliputi Desa Tlilir di Kecamatan Tlogomulyo, serta Desa Ngedekan, Desa Ngandu, dan Desa Gandurejo di Kecamatan Bulu.
Setiap lokasi mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp1.728.000.000. Dengan anggaran yang sama untuk empat titik, total dana pembangunan mencapai Rp6.912.000.000 atau sekitar Rp6,9 miliar.
Pengeboran hingga Pembangunan Rumah Pompa
Pekerjaan pembangunan JIAT mencakup pengeboran air tanah di atas lahan seluas 10 x 10 meter yang telah disediakan pemerintah desa. Selain pengeboran, proyek tersebut meliputi pembangunan rumah pompa dan pemasangan jaringan pengaliran air.
Jaringan itu akan dihubungkan dengan saluran irigasi yang sudah tersedia. Dengan demikian, air dari hasil pengeboran diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang pengairan lahan pertanian.
Hendy menjelaskan, pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BPWS) melalui sistem swakelola yang melibatkan pihak ketiga atau kontraktor dalam pengerjaannya.
Pembangunan empat titik JIAT tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2026. Setelah rampung, infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air irigasi dan mendukung produktivitas pertanian.
Program tersebut juga diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat petani di wilayah penerima bantuan, terutama dalam memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian.
Melalui pembangunan jaringan irigasi air tanah ini, dukungan infrastruktur pertanian di Temanggung diharapkan semakin meningkat sehingga kebutuhan pengairan dapat terpenuhi secara lebih optimal.
Irigasi adalah sistem pengelolaan dan penyediaan air buatan untuk lahan pertanian guna mendukung pertumbuhan tanaman, terutama pada musim kemarau atau saat curah hujan tidak mencukupi.
Dengan memanfaatkan infrastruktur seperti bendungan, saluran air, dan pompa, sistem ini memastikan distribusi air berjalan efisien sehingga produktivitas hasil panen dapat meningkat secara signifikan.
Selain menjaga ketersediaan kelembapan tanah, penerapan irigasi yang tepat juga berperan penting dalam mencegah kekeringan, mengoptimalkan penggunaan sumber daya air, serta menjaga ketahanan pangan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
MenPPPA Arifah Fauzi mengajak Wanita Syarikat Islam memperkuat kemandirian ekonomi, mencegah kekerasan, dan melahirkan pemimpin perempuan.
Mentan Amran menyiapkan 2 juta hektare rawa mineral untuk pangan. Tahap awal, pemerintah akan menggarap 500.000 hektare bersama TNI.
PJT II segera memulai proyek PLTS terapung 100 MW di Waduk Jatigede. Proyek Jatiluhur berkapasitas 80 MW masih dalam studi kelayakan.
BKPM mencabut IUP PT Kristalin Ekalestari di Papua setelah ditemukan pembukaan lahan tambang di kawasan hutan tanpa persetujuan kehutanan.
Pemkab Temanggung mengalokasikan Rp6,9 miliar untuk pembangunan jaringan irigasi air tanah di empat lokasi yang ditargetkan rampung akhir 2026.
Sultan HB X mengingatkan Karang Taruna agar mengutamakan dampak nyata bagi warga melalui inovasi sosial, pemberdayaan, dan kolaborasi.