Banyumas Bidik Wisatawan lewat Insentif untuk Agen Travel

Newswire
Newswire Minggu, 25 Oktober 2026 14:57 WIB
Banyumas Bidik Wisatawan lewat Insentif untuk Agen Travel

Foto ilustrasi wisatawan sedang traveling. - Freepik

Harianjogja.com, PURWOKERTO— Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan melalui pemberian insentif berupa komisi dan potongan harga bagi agen travel atau biro perjalanan wisata. Langkah ini ditempuh untuk menarik lebih banyak rombongan wisatawan sekaligus meningkatkan daya saing destinasi wisata di daerah tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Junaidi, mengatakan minimnya komisi dan diskon bagi biro perjalanan menjadi salah satu kendala dalam menarik rombongan wisatawan ke berbagai destinasi di Banyumas.

Junaidi yang juga menjabat Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Banyumas menyampaikan persoalan tersebut muncul dari keluhan pengelola biro perjalanan wisata. Mereka membandingkan skema kerja sama yang ditawarkan pelaku usaha di Banyumas dengan daerah lain, terutama Jogja, yang dinilai lebih agresif memberikan diskon kepada agen perjalanan.

"Di Jogja itu pelaku usahanya jorjoran memberikan diskon, sedangkan di sini baru satu dua saja yang mau memberi. Bahkan dari pelaku biro sendiri ada yang menyampaikan kalau Banyumas itu terkesan pelit," katanya di Purwokerto, Minggu (25/10/2026).

Menurut Junaidi, pemberian komisi atau potongan harga oleh pengelola objek wisata, hotel, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga usaha kuliner dapat menjadi salah satu pertimbangan biro perjalanan dalam menentukan destinasi yang ditawarkan kepada calon wisatawan.

Komisi Jadi Pertimbangan Agen Travel

Junaidi menjelaskan biro perjalanan tidak hanya memperoleh pendapatan dari penjualan paket wisata. Penghasilan juga bisa berasal dari komisi serta kemampuan mengelola margin biaya perjalanan.

Karena itu, skema kerja sama yang memberikan keuntungan bagi biro perjalanan dinilai dapat mendorong mereka memasukkan destinasi Banyumas ke dalam paket wisata yang ditawarkan kepada pelanggan.

"Jujur saja, rezeki biro wisata itu selain dari fee, ya dari kemampuan mereka igah-iguh (keluwesan mengelola margin) dalam mengatur perjalanan. Kalau mereka tidak dapat apa-apa, ya tidak senang membawa rombongannya ke Banyumas," kata dia.

Menurutnya, biro perjalanan memiliki peran penting dalam mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar. Kehadiran rombongan wisatawan juga berpotensi menggerakkan perekonomian daerah melalui belanja di objek wisata, penginapan, rumah makan, serta pusat oleh-oleh.

Atas dasar itu, Pemkab Banyumas mengimbau pelaku usaha pariwisata agar lebih fleksibel dalam menjalin kerja sama dengan biro perjalanan. Insentif yang diberikan diharapkan dapat menghasilkan keuntungan bagi kedua belah pihak sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Junaidi menilai kolaborasi antarpelaku usaha menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas pemasaran paket wisata Banyumas. Kerja sama tersebut dapat melibatkan pengelola destinasi, hotel, usaha kuliner, pusat oleh-oleh, dan biro perjalanan.

Gerai Oleh-Oleh Mulai Berikan Diskon

Salah satu contoh inisiatif yang mulai berjalan berasal dari pelaku usaha gerai oleh-oleh khas Banyumas yang berlokasi di Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur. Pelaku usaha tersebut mulai memberikan diskon khusus bagi rombongan biro perjalanan wisata.

Junaidi berharap langkah itu dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lain untuk menerapkan skema kerja sama yang lebih menarik bagi agen perjalanan.

Menurutnya, insentif tidak hanya menjadi keuntungan tambahan bagi biro perjalanan, tetapi juga dapat menjadi strategi untuk memperluas pemasaran produk dan layanan wisata. Dengan adanya penawaran khusus, agen perjalanan diharapkan lebih tertarik membawa rombongan ke Banyumas.

"Sekaligus kami mengimbau pelaku usaha, ojo (jangan) pelit-pelit memberikan fee kepada biro perjalanan, supaya mereka berbondong-bondong membawa rombongan wisatawan ke Banyumas," katanya.

Pemkab Banyumas berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat promosi destinasi sekaligus meningkatkan transaksi pada sektor usaha yang berkaitan dengan pariwisata.

Baturraden dan Menara Teratai Diskon 30%

Selain mendorong insentif dari pelaku usaha, Pemkab Banyumas juga menyiapkan kebijakan potongan tarif masuk untuk meningkatkan minat masyarakat berkunjung ke destinasi wisata.

Dalam kegiatan Temu Mitra Usaha Pariwisata se-Kabupaten Banyumas di Purwokerto, Selasa (20/10/2026), Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti mengatakan pemerintah daerah memberikan diskon tarif masuk sebesar 30% di Lokawisata Baturraden dan Menara Teratai mulai 1 November 2026.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke Banyumas. Pemerintah juga berharap pelaku usaha pariwisata dapat menawarkan program promosi sesuai dengan kemampuan dan karakter bisnis masing-masing.

"Saya berharap program ini dapat menambah minat masyarakat untuk berkunjung. Saya juga mengimbau para pelaku usaha pariwisata untuk mempertimbangkan penawaran khusus sesuai dengan kemampuan dan karakter usaha masing-masing," katanya.

Melalui kombinasi diskon tarif masuk, insentif bagi biro perjalanan, dan kerja sama antarpelaku usaha, Pemkab Banyumas berupaya memperluas jangkauan pemasaran pariwisata. Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kunjungan rombongan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pengelola destinasi, penginapan, usaha kuliner, UMKM, dan pusat oleh-oleh di Banyumas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online