TNI AU Siagakan Super Puma untuk Padamkan Karhutla Gunung Lawu

Newswire
Newswire Senin, 26 Oktober 2026 14:47 WIB
TNI AU Siagakan Super Puma untuk Padamkan Karhutla Gunung Lawu

Foto ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. - Magnific

Harianjogja.com, KARANGANYAR—TNI Angkatan Udara (TNI AU) menyiagakan helikopter Super Puma dari Skadron Udara 6 untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu. Dukungan udara ini ditujukan untuk membantu pemadaman, terutama di wilayah yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi, mengatakan helikopter tersebut telah disiagakan sejak Rabu (21/10/2026). Berdasarkan siaran pers resmi TNI AU yang dikutip di Jakarta, Senin (26/10/2026), helikopter itu disiapkan untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan tersebut.

“Pengerahan helikopter ini merupakan bagian dari upaya penanggulangan karhutla melalui dukungan operasi udara, khususnya di kawasan dengan medan yang menyulitkan penanganan dari darat,” kata Feri.

Helikopter Dukung Pemadaman dan Pemantauan Titik Api

Salah satu dukungan yang diberikan melalui operasi udara adalah pemadaman menggunakan metode water bombing, yakni menjatuhkan air dari helikopter ke area yang terbakar. Metode ini dapat membantu petugas menangani kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau dari darat.

Selain membantu pemadaman, helikopter Super Puma juga dikerahkan untuk mencari titik api baru. Pemantauan tersebut dilakukan agar titik kebakaran yang terdeteksi dapat segera ditangani dan tidak meluas.

TNI AU menyatakan helikopter tersebut masih disiagakan untuk membantu pemerintah menangani karhutla di Gunung Lawu. Namun, perkembangan terbaru mengenai status pengerahan helikopter dan pelaksanaan operasi perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait sebelum berita diterbitkan.

TNI AU Dukung Penanganan Bencana

Feri berharap dukungan TNI AU dapat membantu meringankan beban pemerintah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan. Operasi udara menjadi salah satu bentuk dukungan dalam penanggulangan bencana, khususnya ketika kondisi medan menyulitkan penanganan secara langsung dari darat.

“TNI AU terus berkontribusi dalam penanggulangan bencana dan perlindungan lingkungan, sekaligus menunjukkan peran operasi udara dalam mendukung keselamatan masyarakat serta menjaga kelestarian alam Indonesia,” ucap dia.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyebut dugaan awal penyebab kebakaran di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing adalah kelalaian manusia.

"Kejadian kebakaran di Gunung Lawu dan Sumbing diduga karena human error. Dugaan awal, ya. Karenanya, aktivitas kegiatan di gunung ini, baik itu petani maupun pendaki, harapannya bisa diminimalisir untuk tidak menggunakan api di atas," kata Bergas, dikutip pada Sabtu (24/10/2026).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online