KSAD Pimpin Pemakaman Sertu Heri, Korban Kecelakaan Mi-17
KSAD Tandyo Budi Revita memimpin pemakaman Sertu Heri Prasetyo yang gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17 saat memadamkan karhutla.
Foto ilustrasi senapan angin dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, SEMARANG—Polda Jawa Tengah (Jateng) memastikan benda logam yang ditemukan di dalam tubuh bocah laki-laki berinisial MTAI, 11, di arena pasar malam Kabupaten Kendal bukan proyektil peluru senjata api. Kepastian awal tersebut diperoleh setelah polisi mengangkat benda asing dari tulang iga atau kosta korban dan mengukur diameternya yang mencapai 4,5 milimeter.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Yuliyanto, menjelaskan ukuran benda tersebut terlalu kecil jika dibandingkan dengan proyektil senjata api. Bahkan, ukurannya tidak sesuai dengan peluru senjata organik milik Polri.
"Kalau senjata api, itu proyektilnya tidak sekecil itu. Senjata organik Polri, itu besaran proyektilnya lebih besar," tegas Kombes Pol. Yuliyanto seusai gelar perkara di Mapolda Jateng, Sabtu (7/11/2026).
Polisi juga memastikan benda berwarna perak tersebut bukan pecahan proyektil. Alasannya, logam yang dikeluarkan dari tubuh MTAI ditemukan dalam kondisi utuh.
"[Pecahan proyektil?] Itu barangnya utuh," ucapnya.
Asal Benda Logam Masih Diperiksa Labfor
Meski telah memastikan benda tersebut bukan peluru senjata api, polisi belum mengetahui jenis alat yang melontarkannya hingga mengenai tubuh korban. Untuk mengungkap asal-usulnya, benda logam berdiameter 4,5 milimeter itu kini menjalani pemeriksaan di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng.
"Pelontar jenis apa [untuk mengeluarkan benda logam itu] belum tahu. Masih harus dicocokkan, sedang diperiksa di Labfor," jelasnya.
Yuliyanto menambahkan hanya satu benda logam yang ditemukan di dalam tubuh MTAI. Sementara itu, Polres Kendal tidak menemukan benda serupa saat melakukan pemeriksaan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
"Di tubuh anak hanya satu. Di TKP tidak ada," tuturnya.
Kronologi Bocah Kendal Terluka di Pasar Malam
Sebelumnya, MTAI mengalami luka akibat benda logam yang diduga sebagai proyektil ketika berada di arena pasar malam Kompleks Rusun Brimob Batalyon A, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Senin (2/11/2026).
Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 19.30 WIB. Saat sedang melintas di area hiburan malam itu, korban tiba-tiba merasakan sakit pada bagian belakang ketiak kanan.
Setelah menyadari bagian tubuhnya mengeluarkan darah, MTAI menghampiri petugas jaga. Petugas yang mengetahui kondisi korban kemudian segera memberikan pertolongan.
Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Darul Istiqomah (RSDI) Kaliwungu. Namun, karena keterbatasan perlengkapan medis, MTAI kemudian dirujuk ke RS Sultan Agung Semarang.
Dalam penanganan kasus tersebut, polisi melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi. Petugas juga menyisir rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk menelusuri peristiwa yang menyebabkan korban mengalami luka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KSAD Tandyo Budi Revita memimpin pemakaman Sertu Heri Prasetyo yang gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17 saat memadamkan karhutla.
Leeds United menang 1-0 atas Tottenham Hotspur berkat gol Noah Okafor menit ke-79 sekaligus mengakhiri puasa kemenangan lima pertandingan.
Shin Tae-yong dan Rizky Ridho mengkritik kondisi rumput JIS setelah Persija Jakarta menang 1-0 atas Persebaya Surabaya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 8 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan 13 stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
Persita Tangerang kalah 0-1 dari Isen Mulang di kandang sendiri. Gol Adilson Silva pada menit ke-68 menjadi penentu kemenangan.
Pemerintah menyiapkan ekosistem jagung dari hulu ke hilir dan menyalurkan jagung SPHP untuk membantu peternak ayam petelur.