Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 8 November 2026
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 8 November 2026, tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Sebanyak 194 tumpeng dikirab menuju puncak Gunung Tidar dalam Merti 2026 yang mengangkat pesan spiritual, budaya, dan pelestarian lingkungan. /Istimewa.
Harianjogja.com, MAGELANG—Sebanyak 194 tumpeng dari perwakilan 192 Rukun Warga (RW) se-Kota Magelang dikirab dari Alun-Alun Kota Magelang menuju puncak Gunung Tidar, Minggu (8/11/2026). Kirab tersebut menjadi puncak perayaan Merti Gunung Tidar 2026 yang mengangkat nilai spiritual, kebersamaan, toleransi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dari total tumpeng yang dibawa dalam kirab, dua di antaranya berasal dari Pemerintah Kota Magelang. Ratusan tumpeng lainnya merupakan hasil swadaya masyarakat.
Rangkaian Merti Gunung Tidar telah berlangsung sejak Jumat (6/11/2026) malam dengan khotmil Al-Qur'an dan pengajian akbar di Alun-Alun Kota Magelang. Kegiatan dilanjutkan lomba penjor pada Sabtu (7/11/2026) serta gelar seni budaya.
Prosesi kirab pada Minggu diawali dengan doa bersama yang dipimpin pemuka lima agama di halaman Masjid Agung. Tumpeng-tumpeng utama didoakan berdampingan dengan ratusan tumpeng dari masyarakat sebelum rombongan bergerak menuju Gunung Tidar.
Peserta kirab melewati kawasan Pecinan menuju kaki Gunung Tidar dengan jarak sekitar 2,6 kilometer. Perjalanan kemudian dilanjutkan hingga puncak gunung, tempat peserta mengikuti tradisi kembul bojono atau makan bersama.
Merti Gunung Tidar Jadi Wujud Syukur dan Kepedulian Alam
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam penyelenggaraan Merti Gunung Tidar tahun ini.
Menurutnya, generasi muda juga memiliki peran lebih besar, mulai dari kepanitiaan, pengelolaan kirab, hingga kegiatan pelestarian lingkungan setelah acara.
“Gunung Tidar itu Kota Magelang, dan Kota Magelang itu Gunung Tidar. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk terus menjaga karunia Tuhan yang berwujud Gunung Tidar,” kata Damar sebelum melepas Kirab Tumpeng.
Ia menjelaskan Merti Gunung Tidar merupakan bentuk kesadaran spiritual dan ekologis masyarakat. Tradisi tersebut menjadi ruang untuk merawat hubungan dengan Tuhan, menghormati leluhur, sekaligus menjaga kelestarian alam.
Pesan tersebut juga tercermin dalam penggunaan penjor dan umbul-umbul selama kegiatan. Penjor dengan bentuk melengkung melambangkan sikap tunduk dan patuh kepada Tuhan, sedangkan umbul-umbul menjadi simbol harapan agar kehidupan masyarakat dan Kota Magelang berkembang ke arah yang lebih baik.
“Merti Gunung Tidar ini adalah wujud rasa syukur kita atas karunia Allah SWT. Kebersamaan dan gotong royong masyarakat menjadi kekuatan untuk melaksanakan kegiatan ini,” ujarnya.
Budaya Dihubungkan dengan Ekonomi Masyarakat
Damar menambahkan pelestarian Gunung Tidar perlu berjalan beriringan dengan pembangunan kota. Pemerintah Kota Magelang juga berupaya agar kegiatan budaya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Melalui Merti Gunung Tidar, pedagang kecil dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sepanjang rute kegiatan diharapkan ikut merasakan perputaran ekonomi dari kunjungan masyarakat.
"Strategi kami adalah menerapkan prinsip 'Budaya Berkelanjutan' (Sustainable Culture). Kita tidak boleh terjebak pada kemegahan seremonial yang selesai dalam sehari. Masa depan ekonomi daerah harus dihubungkan dengan keberlanjutan lingkungan dan pariwisata terpadu," imbuh Damar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Nurwiyono Slamet Nugroho, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan Merti Gunung Tidar bertujuan mengajak masyarakat merawat warisan leluhur.
“Merti itu artinya memelihara. Kita bersama-sama bergotong royong nguri-uri budaya, khususnya agar masyarakat semakin memahami makna historis Gunung Tidar sebagai Pakuning Tanah Jawa,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Magelang berharap tradisi tersebut dapat terus digelar setiap tahun. Selain memperkuat identitas budaya, Merti Gunung Tidar diharapkan menjadi sarana menumbuhkan toleransi dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 8 November 2026, tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Jalan Pantura Semarang-Demak ditinggikan 1 meter untuk mengantisipasi banjir rob. Proyek Kaligawe ditargetkan rampung 15 Desember 2026.
Mentan Amran menerima 340 aduan dugaan penyimpangan pertanian dalam dua minggu, mulai dari beras, pupuk, alsintan hingga cetak sawah.
Kemenhub menyiapkan pemeriksaan awal kecelakaan helikopter pemadam karhutla di Sungai Barito. Satu personel masih dalam pencarian.
SR Terintegrasi 1 Kulonprogo kini terhubung dengan jaringan PDAM Bendung Kamijoro setelah berbulan-bulan mengandalkan pasokan air truk tangki.
Presiden Israel menunjuk Gadi Eisenkot untuk membentuk pemerintahan baru setelah koalisi Benjamin Netanyahu gagal meraih mayoritas parlemen.