Antisipasi Banjir Rob, Jalan Pantura Semarang-Demak Ditinggikan 1 Meter

Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi Minggu, 08 November 2026 18:27 WIB
Antisipasi Banjir Rob, Jalan Pantura Semarang-Demak Ditinggikan 1 Meter

Jalan Pantura Semarang-Demak ditinggikan 1 meter untuk mengantisipasi banjir rob. Proyek Kaligawe ditargetkan rampung 15 Desember 2026. /Espos

Harianjogja.com, SEMARANG—Jalan Pantai Utara (Pantura) Jawa ruas Semarang-Demak ditinggikan sekitar 1 meter untuk mengantisipasi banjir rob yang kerap mengganggu jalur transportasi tersebut. Pemerintah menargetkan sejumlah pekerjaan peningkatan jalan selesai sebelum libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengatakan peningkatan infrastruktur di jalur Pantura menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Keandalan jalan nasional di kawasan tersebut dinilai penting karena memiliki peran strategis bagi perekonomian regional.

“Kementerian PU terus melakukan penanganan dan peningkatan kualitas jalan nasional, terutama pada jalur strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik,” kata Dody dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (8/11/2026).

Salah satu pekerjaan utama berada di ruas Kaligawe arah Demak. Badan jalan di lokasi tersebut ditinggikan sekitar 1 meter dengan panjang penanganan mencapai 1,12 kilometer.

Proyek peningkatan jalan itu ditargetkan rampung sepenuhnya pada 15 Desember 2026. Penyelesaiannya diharapkan dapat mendukung kelancaran perjalanan masyarakat sekaligus aktivitas angkutan barang menjelang periode libur akhir tahun.

Peningkatan Jalan Kaligawe dan Trengguli

Selain Kaligawe, pekerjaan infrastruktur juga dilakukan pada ruas Simpang 3 Trengguli hingga batas Kabupaten Demak/Kudus sepanjang 2,50 kilometer.

Pengerjaan di jalur tersebut meliputi penghamparan material perkerasan, pengecoran beton, serta pelebaran bahu jalan. Penataan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas jalan dalam menampung kendaraan.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah–DI Yogyakarta, Moch Iqbal Tamher, menjelaskan pekerjaan di Kaligawe arah Semarang juga telah berjalan. Salah satu progresnya adalah pengecoran beton kaku atau rigid beton dengan spesifikasi FS 45.

“Pelaksanaan pekerjaan jalan di ruas Kaligawe arah Semarang telah dimulai. Pengecoran rigid beton FS 45 sudah terlaksana 1.000 m³ dari total 4.800 m³. Pelaksanaan pekerjaan di Kaligawe juga terus dikoordinasikan dengan Lantas Semarang agar arus lalu lintas tetap lancar dan terkendali,” ujar Moch Iqbal.

Pemerintah juga melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian lalu lintas setempat untuk mengantisipasi gangguan perjalanan selama pekerjaan berlangsung. Percepatan pengerjaan diharapkan tidak menimbulkan kemacetan parah di sepanjang jalur Pantura.

Dilengkapi Infrastruktur Pengendalian Banjir

Peninggian badan jalan bukan satu-satunya langkah yang dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi banjir rob di kawasan Pantura Semarang-Demak. Penanganan juga diperkuat dengan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di sejumlah titik rawan genangan.

Salah satunya melalui pemasangan turap beton Corrugated Concrete Sheet Pile sepanjang 8 meter di tepi Sungai Tenggang. Struktur penahan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan kawasan dari ancaman banjir.

Selain itu, pemerintah membangun sodetan permanen sepanjang 228 meter di kawasan Unissula. Saluran ini berfungsi mempercepat pengaliran air dari badan jalan menuju kolam retensi.

Air yang terkumpul selanjutnya dialirkan menuju Kolam Retensi Terboyo. Fasilitas penampungan tersebut didukung delapan unit mesin pompa berkapasitas besar untuk membantu pengendalian air.

Melalui kombinasi peninggian jalan, pembangunan turap, sodetan, kolam retensi, dan pompa, pemerintah berharap potensi genangan rob di koridor utama Jawa Tengah dapat ditekan secara signifikan.

Upaya tersebut sekaligus ditujukan untuk menjaga konektivitas jalan nasional agar tetap aman dan andal, terutama pada jalur yang menjadi penopang mobilitas masyarakat serta distribusi logistik menjelang Nataru 2026/2027.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online