Nenek Pikun di Karanganyar Hilang Dua Hari, Ditemukan Tewas di Sungai
Nenek berusia 70 tahun yang dilaporkan hilang dua hari ditemukan meninggal dunia di Sungai Jlantah, Karanganyar.
Jenazah Sigit Joko Purnomo, peserta Siksorogo Lawu Ultra 2025 yang meninggal dunia dibawa ke rumah keluarga di Desa Buran, Tasikmadu, Karanganyar, Minggu (7/12/2025). /Solopos-Indah Septiyaning Wardani.
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Dua peserta ajang Siksorogo Lawu Ultra (SLU) 2025 meninggal dunia di lereng Gunung Lawu, Minggu (7/12/2025), polisi masih menyelidiki penyebabnya.
Korban pertama, Sigit Joko Purnomo dari Kemenparekraf, telah dievakuasi dan dilakukan visum luar. Korban kedua, Pujo Buntoro dari Kemenag Solo, masih dalam proses evakuasi akibat hujan deras dan medan licin di jalur Cemoro Wayang.
Dugaan sementara penyebab kematian kedua peserta adalah kelelahan akibat menempuh jalur ekstrem dengan elevasi tinggi. Tim gabungan SAR, relawan, dan kepolisian terus berupaya menyelesaikan evakuasi dan penyelidikan di lokasi.
Kabag Ops Polres Karanganyar, Kompol Dudi Pramudia, menjelaskan petugas belum dapat memastikan lokasi dan penyebab pasti kematian kedua peserta tersebut. Tim Inafis dan unit olah tempat kejadian perkara (TKP) masih berada di jalur lari untuk mengumpulkan keterangan.
“Kami masih menunggu laporan resmi dari anggota yang melakukan olah TKP di atas. Apakah korban meninggal di lokasi atau dalam perjalanan, belum bisa kami pastikan. Proses penyelidikan masih berjalan,” ujar Kompol Dudi saat ditemui wartawan di ruang jenazah RSUD Karanganyar sebagaimana dilansir Espos.
Korban meninggal, yang pertama diketahui bernama Sigit Joko Purnomo, Kepala Biro Umum Kementerian Pariwisata dan berhasil dievakuasi lebih dulu. Petugas melakukan visum luar sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga. “Keluarga meminta hanya visum luar dan tidak dilakukan visum dalam. Jenazah sudah dibawa keluarga untuk pemakaman,” imbuhnya.
Sedangkan korban kedua atas nama Pujo Buntoro merupakan pegawai Kemenag Solo yang masih proses evakuasi dari jalur Cemoro Wayang. Hal ini karena hujan deras sejak siang yang membuat jalur licin dan berbahaya. Selain itu, banyaknya pengunjung yang turun bersamaan membuat akses evakuasi semakin lambat.
“Hujan cukup deras dan jalur padat oleh pengunjung sehingga tim harus bergerak perlahan. Medan terjal dan minim sinyal juga menyulitkan komunikasi dengan tim di atas,” katanya.
Menurutnya, sebelum event berlangsung, panitia telah mengundang kepolisian untuk pemaparan teknis rute Siksorogo Lawu Ultra. Rute yang dilalui peserta meliputi lintasan 7 km, 15 km, 80 km, hingga 120 km. Panitia menyiapkan sekitar 4.000 relawan.
“Kami sudah wanti-wanti soal safety. Medan Siksorogo itu memang ekstrem sehingga panitia menyiapkan banyak relawan,” kata Dudi.
Kompol Dudi menegaskan penyebab pasti kematian kedua peserta Siksorogo Lawu Ultra belum bisa disampaikan. Hasil visum lebih lengkap baru dapat diketahui setelah pemeriksaan lanjutan.
Hingga berita ini diunggah, tim gabungan SAR, relawan, dan kepolisian masih berada di jalur evakuasi. Polres Karanganyar berjanji akan memberikan informasi terbaru segera setelah proses di lapangan selesai dan penyelidikan memperoleh data lengkap.
Sebelumnya diberitakan, dua peserta event Siksorogo Lawu Ultra (SLU) 2025, Minggu (7/12/2025), meninggal dunia saat mengikuti perlombaan. Keduanya dilaporkan kolaps di jalur lomba pada waktu berbeda.
Dugaan sementara, mereka mengalami kelelahan setelah menempuh jalur dengan elevasi tinggi. Hingga kini jenazah Sigit Joko Purnomo masih berada di RSUD Karanganyar untuk proses visum. Sementara jenazah Pujo Buntoro masih dalam proses evakuasi dari jalur lomba.
"Benar, ada dua peserta kegiatan lari yang dinyatakan meninggal dunia. Saat ini masih dalam proses visum oleh tim medis,” ujar Kepala BPBD Karanganyar Hendro Prayitno.
Di RSUD Karanganyar, suasana duka menyelimuti ruang jenazah. Sejumlah keluarga dan kerabat korban tampak berdatangan. Pensiunan mantan Kepala Disdagnaker Karanganyar, Martadi, merupakan keluarga Sigit Joko Purnomo terlihat menangis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nenek berusia 70 tahun yang dilaporkan hilang dua hari ditemukan meninggal dunia di Sungai Jlantah, Karanganyar.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan di Malioboro, Tugu, dan Ringroad Utara Sleman. Simak rute lengkap aksi damai driver online.