Remaja Karanganyar Tinggalkan HP Agar Dikira Hilang, Ternyata ke Jogja
Remaja Karanganyar yang sempat diduga hilang di Sungai Bengawan Solo ditemukan selamat di Yogyakarta usai sengaja meninggalkan HP dan sandal.
JPU kembali panggil Juliyatmono sebagai saksi sidang korupsi Masjid Agung. Sidang ditunda dan dijadwalkan 16 Desember di Tipikor Semarang. /Espos.
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Jaksa Penuntut Umum kembali memanggil mantan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, dalam sidang korupsi Masjid Agung Madaniyah yang dijadwalkan ulang pada 16 Desember 2025.
Agenda sidang selanjutnya masih fokus pada pemeriksaan saksi. Juliyatmono disebut tidak hadir pada sidang sebelumnya karena memiliki agenda kedinasan di DPR, sehingga JPU merasa perlu melakukan pemanggilan ulang.
Dalam dakwaan, Juliyatmono disebut menerima total Rp5 miliar dari PT MAM Energindo sebagai imbalan restu agar proyek masjid tetap dikerjakan oleh perusahaan tersebut. Dana diberikan bertahap sejak 2019 hingga 2021, dan menjadi salah satu poin penting pemeriksaan lanjutan di Tipikor.
Pada agenda tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) kembali memanggil mantan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, sebagai saksi. Pemanggilan ulang dilakukan karena ia tidak menghadiri sidang sebelumnya pada Selasa (2/12/2025). Saat itu, Juliyatmono berhalangan hadir karena memiliki agenda sebagai anggota Komisi X DPR.
Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar, Hartanto, menjelaskan bahwa agenda persidangan pada 16 Desember masih berfokus pada pemeriksaan saksi.
“Masih saksi lagi Bapak Juliyatmono. Kita panggil lagi karena sidang lalu tidak hadir,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).
Hartanto menegaskan pemanggilan ulang mantan bupati dua periode itu tetap diperlukan karena keterangannya dianggap penting dalam proses pembuktian. Saat ditanya mengenai langkah yang akan ditempuh jika saksi kembali tidak hadir, ia memilih tidak berspekulasi dan berharap Juliyatmono dapat memberikan keterangannya di persidangan.
Selain Juliyatmono, JPU juga berencana menghadirkan saksi lain dalam persidangan mendatang. Namun, Hartanto belum merinci nama maupun jumlah saksi tambahan tersebut. Proses hukum terkait dugaan korupsi proyek pembangunan Masjid Agung Madaniyah masih terus berjalan sesuai agenda.
Hartanto menyampaikan bahwa sejumlah saksi sebelumnya telah memberikan keterangan terkait proses pembangunan masjid, dan sebagian besar sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Dalam persidangan sebelumnya, nama Juliyatmono tercantum dalam dakwaan dugaan korupsi pembangunan Masjid Agung. Ia disebut menerima aliran dana sebesar Rp5 miliar dari PT MAM Energindo, selaku pelaksana proyek bernilai Rp78,9 miliar tersebut. Dana diberikan secara bertahap, yakni Rp500 juta pada 15 Januari 2019, Rp2 miliar pada 16 Desember 2020, dan Rp2,5 miliar pada 6 Mei 2021.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Remaja Karanganyar yang sempat diduga hilang di Sungai Bengawan Solo ditemukan selamat di Yogyakarta usai sengaja meninggalkan HP dan sandal.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.