Kementan Targetkan Tambahan 600.000 Sapi Perah hingga 2029
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Ilustrasi banjir/Freepik
Harianjogja.com, SEMARANG — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah masih menelusuri sumber kayu-kayu yang berserakan di kawasan Pantai Larangan, Pantura Tegal, yang ramai diperbincangkan di media sosial. Material kayu tersebut diduga kuat terbawa banjir bandang dari wilayah hulu sungai di lereng Gunung Slamet.
Kepala DLHK Jateng Widi Hartanto menyampaikan, hasil identifikasi awal menunjukkan mayoritas kayu yang terdampar di pesisir merupakan jenis sengon. Menurutnya, kayu-kayu tersebut kemungkinan besar berasal dari lahan hutan rakyat atau area panen sengon, bukan dari kawasan hutan lindung.
“Namun kami tetap berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk memastikan asalnya. Dari pengamatan sementara memang banyak kayu sengon,” ujar Widi seusai mengikuti diskusi pertobatan ekologis di Rumah Uskup Pandanaran, Kota Semarang, Rabu (28/1/2026).
Ia menambahkan, tim masih memeriksa kemungkinan adanya kayu dari jenis lain, termasuk pinus yang biasanya berasal dari kawasan hutan lindung. Hingga kini, belum ditemukan indikasi keberadaan kayu pinus di lokasi.
“Ukuran kayu yang ditemukan relatif kecil, sebagian berupa ranting dan potongan batang. Untuk sementara belum terlihat adanya kayu pinus,” jelasnya.
Terkait dugaan pembalakan liar, Widi menegaskan belum ada temuan yang mengarah pada praktik penebangan ilegal. Meski begitu, pihaknya memastikan akan bertindak tegas jika hasil penelusuran di lapangan membuktikan adanya pelanggaran hukum.
“Saat ini tim dari Balai Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Kehutanan juga masih melakukan pengecekan langsung di lokasi,” lanjutnya.
Widi juga menyinggung kondisi tutupan lahan di kawasan lereng Gunung Slamet yang meliputi wilayah Banyumas, Purbalingga, Tegal, Pemalang, dan Brebes. Ia mengakui adanya perubahan penggunaan lahan di sejumlah titik, namun menilai faktor tersebut bukan satu-satunya penyebab terjadinya banjir bandang dan longsor.
“Pemicu utamanya adalah hujan yang sangat ekstrem di wilayah puncak. Selain itu memang ada kawasan dengan tutupan lahan kurang dan kemiringan lereng yang tajam,” ungkapnya.
Sebelumnya, sebuah video yang beredar luas memperlihatkan tumpukan kayu di sepanjang Pantai Larangan, Pantura Tegal. Banyak pihak menduga kayu-kayu itu terseret banjir dari daerah hulu sungai di kaki Gunung Slamet.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, hujan deras pada Jumat (23/1/2026) memicu banjir dan tanah longsor di sedikitnya empat daerah sekitar Gunung Slamet, yakni Purbalingga, Tegal, Pemalang, dan Brebes.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Antrean Ketapang-Gilimanuk mencapai 17 km. ASDP mengoperasikan 26 kapal, tetapi kapasitas dermaga masih menjadi kendala.
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menyebut 138 orang jadi tersangka karhutla dan 68 perusahaan telah disegel.
Cangkringan mengevaluasi empat standar layanan publik dan mendorong inovasi serta masukan warga untuk memperbaiki pelayanan.
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
SPLP Komdigi telah memproses 19,8 juta transaksi Perlinsos Digital yang mencakup 5,4 juta KK hingga 28 September 2026.