Advertisement
Bocah 10 Tahun Tenggelam di Bengawan Solo Sragen
Seorang polisi dan dua orang bocah menunjukkan lokasi kejadian anak tenggelam di pinggir Bengawan Solo Desa Kliwonan, Masaran, Sragen, Rabu (11/3/2026) sore. (Istimewa - Polsek Masaran Sragen)
Advertisement
Harianjogja.com, SRAGEN— Seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Bengawan Solo, wilayah Dukuh Kuyang, Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Rabu (11/3/2026) sore. Korban diduga terpeleset saat bermain di tepi sungai bersama teman-temannya.
Korban diketahui bernama Naufal Al Zahir, 10, warga Dukuh Kliwonan, Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran. Peristiwa tragis ini bermula ketika korban bersama tiga orang temannya bermain di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo.
Advertisement
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Masaran AKP Syamsudin menjelaskan saat bermain di tepi sungai, korban diduga kehilangan keseimbangan hingga terpeleset dan jatuh ke aliran Sungai Bengawan Solo.
“Saat bermain itulah korban diduga terpeleset kemudian terjatuh ke sungai,” ujar Syamsudin kepada Espos, Kamis (12/3/2026).
BACA JUGA
Melihat kejadian tersebut, dua teman korban berusaha memberikan pertolongan dengan cara terjun ke sungai dan mencoba menarik tubuh korban. Namun derasnya arus Sungai Bengawan Solo membuat keduanya tidak mampu menahan korban sehingga bocah tersebut terbawa arus.
Sementara itu, satu teman lainnya berlari meminta bantuan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Warga yang mengetahui peristiwa tersebut kemudian membantu mengevakuasi dua anak yang sempat masuk ke sungai sekaligus melakukan pencarian terhadap korban bersama relawan SAR.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil setelah tubuh korban ditemukan di bawah Jembatan Butuh, jembatan yang menghubungkan Kecamatan Masaran dan Kecamatan Plupuh.
“Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Masaran dan selanjutnya dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Masaran,” jelasnya.
Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis bersama petugas kepolisian, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Jenazah Naufal Al Zahir kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan adat setempat, setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan oleh petugas medis dan kepolisian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
Advertisement
Advertisement







