Nenek Pikun di Karanganyar Hilang Dua Hari, Ditemukan Tewas di Sungai
Nenek berusia 70 tahun yang dilaporkan hilang dua hari ditemukan meninggal dunia di Sungai Jlantah, Karanganyar.
Sebanyak 700 perantau tiba di Karanganyar dalam program Mudik Gratis 2026. Simak suasana penyambutan di Masjid Agung Madaniyah oleh Pemkab Karanganyar di sini. /Espos.
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Ratusan perantau yang tergabung dalam program mudik gratis "Sesarengan Wangsul Karanganyar" akhirnya menginjakkan kaki di kampung halaman, Senin (16/3/2026) malam.
Meski kedatangan rombongan disambut rintik hujan di area Masjid Agung Madaniyah, suasana hangat tetap menyelimuti prosesi penyambutan warga yang pulang dari perantauan Jabodetabek tersebut.
Kepulangan para pemudik ini menjadi momentum emosional yang telah dinanti-nantikan oleh pihak keluarga yang menjemput. Sebanyak 16 armada bus dikerahkan untuk mengangkut sekitar 700 peserta yang sebelumnya dilepas secara resmi oleh Bupati Karanganyar, Rober Christanto, dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Senin pagi.
Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, bersama jajaran Forkopimda turut hadir langsung untuk memberikan ucapan selamat datang kepada warganya. Adhe menilai program mudik bareng ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah dalam memfasilitasi warganya agar dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman tanpa terbebani biaya transportasi.
“Program ini merupakan wujud perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat Karanganyar yang berada di perantauan agar dapat pulang dengan aman, nyaman, dan bisa merayakan Lebaran bersama keluarga,” kata Adhe.
Ia berharap kepulangan para perantau ini dapat memperkuat ikatan emosional mereka dengan tanah kelahiran serta membawa kebahagiaan bagi keluarga di rumah.
Adhe juga berpesan agar para pemudik memanfaatkan waktu di kampung halaman untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus berkontribusi positif bagi pembangunan Karanganyar ke depan.
“Semoga kepulangan para pemudik ini membawa kebahagiaan bagi keluarga yang telah lama menanti. Mudah-mudahan kebersamaan selama di Karanganyar dapat menjadi momen yang penuh makna,” ujarnya.
Antusiasme tinggi juga dirasakan oleh para peserta, salah satunya Sri Andarini, yang merasa sangat terbantu dengan adanya fasilitas bus gratis ini.
Menurutnya, perjalanan bersama sesama warga Karanganyar menciptakan suasana kekeluargaan yang membuat perjalanan jauh dari Jakarta terasa lebih singkat dan menyenangkan.
“Program ini sangat membantu kami para perantau. Selain menghemat biaya perjalanan, kami juga bisa pulang bersama-sama dengan warga Karanganyar lainnya sehingga perjalanan terasa lebih nyaman,” ujar Sri.
Ia pun berharap program serupa dapat terus dipertahankan sebagai agenda rutin tahunan karena manfaatnya yang langsung dirasakan oleh masyarakat ekonomi menengah ke bawah di perantauan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos
Nenek berusia 70 tahun yang dilaporkan hilang dua hari ditemukan meninggal dunia di Sungai Jlantah, Karanganyar.
Kebiasaan main HP di toilet lebih dari 15 menit bisa picu wasir dan gangguan pencernaan. Simak penjelasan dokter dan cara mencegahnya.
PKB gelar Temu Nasional Pesantren 2026 bahas kasus kekerasan seksual. Libatkan pemerintah dan 250 pesantren untuk solusi bersama.
Kunjungan wisata di Bantul melonjak enam kali lipat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026. Pantai Parangtritis tetap menjadi primadona wisatawan
Ketahui 4 ciri hewan kurban yang tidak sah menurut syariat Islam agar ibadah kurban Anda diterima dan sesuai ketentuan.
Umat Buddha Kulonprogo gelar Tribuana Manggala Bakti di Sungai Mudal sebagai rangkaian Waisak 2026 dengan konsep ekoteologi dan pelestarian alam.