Kenangan Terakhir Keluarga Bersama Hariyadi Korban ATR 42-500 Karangan
Momen terakhir komunikasi keluarga dengan Hariyadi korban ATR 42-500 Karanganyar meninggalkan kenangan hangat sebelum gugur menjalankan tugas.
Sebanyak 700 perantau tiba di Karanganyar dalam program Mudik Gratis 2026. Simak suasana penyambutan di Masjid Agung Madaniyah oleh Pemkab Karanganyar di sini. /Espos.
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Ratusan perantau yang tergabung dalam program mudik gratis "Sesarengan Wangsul Karanganyar" akhirnya menginjakkan kaki di kampung halaman, Senin (16/3/2026) malam.
Meski kedatangan rombongan disambut rintik hujan di area Masjid Agung Madaniyah, suasana hangat tetap menyelimuti prosesi penyambutan warga yang pulang dari perantauan Jabodetabek tersebut.
Kepulangan para pemudik ini menjadi momentum emosional yang telah dinanti-nantikan oleh pihak keluarga yang menjemput. Sebanyak 16 armada bus dikerahkan untuk mengangkut sekitar 700 peserta yang sebelumnya dilepas secara resmi oleh Bupati Karanganyar, Rober Christanto, dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Senin pagi.
Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, bersama jajaran Forkopimda turut hadir langsung untuk memberikan ucapan selamat datang kepada warganya. Adhe menilai program mudik bareng ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah dalam memfasilitasi warganya agar dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman tanpa terbebani biaya transportasi.
“Program ini merupakan wujud perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat Karanganyar yang berada di perantauan agar dapat pulang dengan aman, nyaman, dan bisa merayakan Lebaran bersama keluarga,” kata Adhe.
Ia berharap kepulangan para perantau ini dapat memperkuat ikatan emosional mereka dengan tanah kelahiran serta membawa kebahagiaan bagi keluarga di rumah.
Adhe juga berpesan agar para pemudik memanfaatkan waktu di kampung halaman untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus berkontribusi positif bagi pembangunan Karanganyar ke depan.
“Semoga kepulangan para pemudik ini membawa kebahagiaan bagi keluarga yang telah lama menanti. Mudah-mudahan kebersamaan selama di Karanganyar dapat menjadi momen yang penuh makna,” ujarnya.
Antusiasme tinggi juga dirasakan oleh para peserta, salah satunya Sri Andarini, yang merasa sangat terbantu dengan adanya fasilitas bus gratis ini.
Menurutnya, perjalanan bersama sesama warga Karanganyar menciptakan suasana kekeluargaan yang membuat perjalanan jauh dari Jakarta terasa lebih singkat dan menyenangkan.
“Program ini sangat membantu kami para perantau. Selain menghemat biaya perjalanan, kami juga bisa pulang bersama-sama dengan warga Karanganyar lainnya sehingga perjalanan terasa lebih nyaman,” ujar Sri.
Ia pun berharap program serupa dapat terus dipertahankan sebagai agenda rutin tahunan karena manfaatnya yang langsung dirasakan oleh masyarakat ekonomi menengah ke bawah di perantauan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos
Momen terakhir komunikasi keluarga dengan Hariyadi korban ATR 42-500 Karanganyar meninggalkan kenangan hangat sebelum gugur menjalankan tugas.
Erick Thohir memastikan klub di Indonesia tak punya alasan menolak pemanggilan Timnas usai jadwal Super League 2026/2027 diundur.
Polri membekukan dua ruangan di de'Clan Signature dan money changer usai penggeledahan kasus korupsi serta TPPU, menyita hampir Rp60 miliar.
Geopark Night Specta 8.0 di Nglanggeran digelar 10-11 Juli 2026 dengan target rekor MURI senam Penthol Tembem dan konser Roy Jeconiah.
Setahun hilang, Mozza Axillia Gunarsa belum ditemukan. Polisi masih menyelidiki, sementara keluarga terus berharap gadis calon mahasiswi Undip itu pulang.
Pemkot Pekalongan mengembangkan green house melon premium di delapan lokasi untuk menarik minat generasi muda bertani modern.