Bantuan Modal UMKM di Bantul Diperluas, Fokus Warga Miskin Ekstrem
Pemkab Bantul akan memperluas bantuan modal UMKM Rp2 juta bagi warga desil 1, 2, dan 3 untuk menekan kemiskinan ekstrem.
Perangkat Desa Pagerjo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo bergambar bersama dibelakang bangunan serbaguna RM Sundoro setelah meresmikan nama kecil Sultan HB II itu sebagai nama gedung, Selasa (17/3/2026). Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, WONOSOBO—Penamaan Gedung Serba Guna dan Gedung Kesenian di Dusun Pagerotan, di Pagerjo, Kertek, Wonosobo, Jawa Tengah, kini resmi menggunakan nama Raden Mas Sundoro, nama kecil Sri Sultan Hamengkubuwono II. Keputusan ini menegaskan upaya warga menghidupkan kembali jejak sejarah lokal yang diyakini berkaitan erat dengan wilayah tersebut.
Peresmian nama gedung itu dituangkan dalam Berita Acara Nomor 602/59/2026 yang dibacakan Kepala Desa Pagerjo, Lukmadi, pada Selasa (20/1/2026). Prosesi tersebut menjadi penanda kesepakatan bersama warga dan pemerintah desa atas nama yang dipilih.
“Kami, Pemerintah Desa Pagerjo, telah melaksanakan musyawarah desa terkait penamaan Gedung Serba Guna dan Gedung Kesenian di Dusun Pagerotan. Seluruh peserta sepakat memberikan nama Gedung Raden Mas Sundoro,” ujar Lukmadi keterangan tertulis, Rabu (18/3/2026).
Suasana peresmian berlangsung khidmat di Dusun Pagerotan. Sejumlah unsur masyarakat hadir, mulai dari perangkat desa, BPD, perwakilan RT/RW, tokoh agama, tokoh adat, hingga kelompok kesenian dan pemuda.
Mereka mengenakan busana adat Jawa seperti beskap dan lurik, memperkuat nuansa sakral dalam prosesi pembacaan berita acara tersebut.
Perwakilan Trah HB II sekaligus Ketua Yayasan Vasatii Socaning Lokika, Fajar Bagoes Poetranto, menyebut penamaan ini tidak sekadar simbolik, tetapi juga bagian dari strategi penguatan sejarah lokal di wilayah tersebut.
Ia menjelaskan, sebelumnya warga di Pagerotan, di Pagerjo, Kertek, Wonosobo, juga mengusulkan penamaan ruas jalan Candiyasan–Keseneng menjadi Jalan RM Sundoro. Namun, usulan itu masih dalam pembahasan di DPRD Kabupaten Wonosobo.
“Pengusulan jalan sepanjang kurang lebih lima kilometer di lereng Gunung Sindoro itu merupakan inisiatif warga bersama perwakilan trah HB II untuk mempercepat pengakuan resmi secara hukum,” kata Fajar.
Menurutnya, penggunaan nama RM Sundoro memiliki nilai historis penting karena Dusun Pagerotan diyakini berkaitan dengan riwayat kelahiran Sri Sultan Hamengkubuwono II.
Penamaan gedung ini sekaligus menjadi bagian dari langkah kolektif untuk mendukung pengusulan HB II sebagai Pahlawan Nasional, sekaligus melengkapi syarat administratif yang masih terkendala pada usulan penamaan jalan.
“Pemberian nama gedung ini juga menjadi langkah strategis untuk melengkapi syarat administratif, mengingat usulan penamaan jalan masih terkendala regulasi,” ujarnya.
Ke depan, gedung RM Sundoro diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai ruang pertemuan warga, tetapi juga berkembang menjadi pusat pelestarian seni dan budaya di Pagerotan, sekaligus memperkuat identitas sejarah masyarakat setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul akan memperluas bantuan modal UMKM Rp2 juta bagi warga desil 1, 2, dan 3 untuk menekan kemiskinan ekstrem.
Survei Kaspersky menunjukkan 77% masyarakat Indonesia mengakses internet melalui ponsel. Ketergantungan tinggi ini membuat risiko kebocoran data dan serangan si
Lagu-lagu Taylor Swift menghilang dari unggahan TikTok Gedung Putih dan Team Trump setelah memicu kontroversi penggunaan musik tanpa izin. Sejumlah musisi dunia
Italia gelontorkan Rp2,1 triliun untuk Ducati via program Raise the Bar. Di tengah spekulasi VW akan menjualnya, langkah ini jadi sinyal kuat kemandirian Ducati
KNVB dikabarkan gelar pertemuan dengan Roberto Martinez di Malaga untuk isi kursi pelatih Belanda yang kosong usai Koeman mundur. Martinez punya rekam jejak pan
OpenAI luncurkan GPT-5.6-Cyber, model AI khusus keamanan siber yang mampu selesaikan 95% tugas cari celah. Program Daybreak Red buka akses untuk peneliti. Temuk